fbpx
Penandatangan Komitmen Bersama dalam pengembangan dan pengelolaan hutan mangrove di Kabupaten Teluk Bintuni, Selasa (3/3/2020). FOTO:  HUMAS PEMDA BINTUNI/papuadalamberita.com PAPUADALAMBERITA.COM. BINTUNI- Pemerintah Kabupaten Teluk... Festival Mangrove Jadi Asset Jangka Panjang Teluk Bintuni

Penandatangan Komitmen Bersama dalam pengembangan dan pengelolaan hutan mangrove di Kabupaten Teluk Bintuni, Selasa (3/3/2020). FOTO:  HUMAS PEMDA BINTUNI/papuadalamberita.com

PAPUADALAMBERITA.COM. BINTUNI- Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni terus melakukan persiapan-persiapan menuju puncak Festival Mangrove Bintuni yang diagendakan akan dilaksanakan pada bulan Juni tahun 2020.

Festival ini dalam rangka perlindungan dan pelestarian hutan mangrove Teluk Bintuni yang merupakan asset panjang Kabupaten penghasil migas ini.

Bupati Teluk Bintuni, Ir Petrus Kasihiw,M.T mengatakan, sebelum masuk pada tahap pelaksanaan pihaknya sudah berkoordinasi dengan beberapa Perguruan Tinggi untuk melakukan studI serta kajian festival mangrove selanjutnya diserahkan kepada panitia bersama lembaga mitra pemerintah untuk menyiapkan Fokus Grup diskusi (FGD) supaya melahirkan resolusi-resolusi.

Sehingga festival nantinya tidak serta-merta hanya seremonial tetapi yang terpenting adalah bisa membahwa keberadaan Mangrove Bintuni mendunia karena itu harus direncanakan baik sebab menyangkut juga masyarakat adat serta penduduk Teluk Bintuni yang hidupnya bergantung pada hutan mangrove.

Sementara hasil komunikasi pimpinan LSM Bin Madag Hom, Yahohanes Akwan dengan Bupati Teluk Bintuni terkait rencana festival, pemerintah daerah sangat siap dan bersemangat untuk mendorong mangrove bintuni agar penting bagi indonesia sehingga sinergi bersama untuk suksesi kegiatan dimaksud.

“Bintuni pasti berkembang  dengan adanya perluasan kota oleh sebab itu rencana festival ini kita secara bersama-sama menjaga kelestarian hutan mangrove, kita tetap lestari tanpa harus merusak,” kata Anes Akwan kepada media ini, Selasa (3/3/2020)

Bagi dirinya lanjut Akwan menjelaskan,  mangrove bintuni adalah harta bagi masyarakat yang tak ternilai harganya, utk itu festival dilakukan untuk menunjukan kepada semua orang tentang keberadaan hutan sebagai aset jangka panjang.

Direncanakan festival mangrove Bintuni akan menghadirkan berbagai stakehkolder baik lokal, regional, nasional dan internasional yang diharapkan dapat berkontribusi bersama pemerintah daerah serta masyarakat untuk melindungi hutan mangrove.

“Pada prinsipnya kami dari lSM Bin Madag Hom Teluk Bintuni menyambut Baik rencana kerja pemerintah daerah dalam hal perlindungan ekosistem hutan mangrove dan kami juga berterima kasih kepada Polres Teluk Bintuni yang pada Tahun 2019 telah melakukan penanam bibit mangrove pada area Kampung Masina, Distrik Bintuni yang rencananya oleh pemerintah akan dijadikan sebagai kampung wisata mangrove, ” ujarnya.

Juga upaya edukasi serta motivasi dari Kapolres Teluk Bintuni, AKBP Hans Irawan,S.I.K kepada siswa-siswi tentang pentingnya menjaga kelestarian lingkungan serta melakukan penanaman pohon bersama siswa di beberapa sekolah.

“Saya pikir langka baik yang harus kita contoh bersama dan penting dukungan pemerhati lingkungan untuk mensukseskan festival mangrove bintuni demi kepentingan kita bersama di Teluk Bintuni dan tanah papua, ” tambah Akwan.(rls/tam)

No comments so far.

Be first to leave comment below.

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Maaf Tidak Bisa Dicopy !!