PAPUADALAMBERITA.COM.MANOKWARI–Gubernur Papua Barat Drs. Dominggus Mandacan, M.Si menegaskan bahwa pembangunan daerah harus dimulai dari akar, yakni dari kampung dan desa menuju kota, bukan sebaliknya.
Baca juga: Gubernur Papua Barat Pesan Koperasi Harus Produktif, Berkelanjutan, Bukan Formalitas
Hal itu disampaikannya kepada wartawan saat melakukan kunjungan kerja di Kampung Aimasi, Distrik Prafi, Kabupaten Manokwari, Senin (21/7/2025).
“Kalau membangun dari kota ke desa itu gampang. Tapi membangun dari pesisir ke kota, dari gunung ke lembah, itu butuh hati dan komitmen. Karena kita membangun bukan hanya infrastruktur, tetapi juga membangun manusia,” ujar Gubernur.
Ia menyebutkan bahwa Papua Barat merupakan tanah yang diberkahi kekayaan alam yang melimpah, namun masih menghadapi tantangan serius, seperti angka pengangguran, kemiskinan, dan tingginya angka anak putus sekolah.
“Tanah Papua ini surga yang jatuh ke bumi. Sumber daya alam kita sangat luar biasa. Pertumbuhan ekonomi Papua Barat pada 2024 bahkan mencapai 20,80 persen, jauh di atas rata-rata nasional. Tapi di sisi lain, pengangguran masih tinggi, kemiskinan masih ada, dan banyak anak-anak yang belum mengenyam pendidikan layak,” jelasnya.
Gubernur Dominggus menekankan pentingnya kehadiran koperasi di seluruh kampung, desa, dan kelurahan sebagai solusi menciptakan peluang kerja bagi generasi muda. Namun, ia menambahkan bahwa pemerintah tetap harus mempersiapkan mereka dengan pelatihan dan pendidikan agar siap bersaing di pasar kerja.
“Kita harus siapkan mereka lewat pendidikan formal, pelatihan keterampilan di Balai Latihan Kerja, serta advokasi. Misalnya, untuk sektor transportasi, anak-anak kita harus dibekali Surat Izin Mengemudi, punya kompetensi, dan sertifikasi agar mudah diterima bekerja,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia menyebutkan berbagai proyek besar yang tengah dikembangkan di Papua Barat, seperti LNG Tangguh, pabrik semen, dan industri lainnya di Fakfak dan wilayah lain. Kesempatan itu, katanya, harus diisi oleh tenaga kerja lokal yang terampil dan siap pakai.
“Ini komitmen bersama. Tidak bisa provinsi jalan sendiri, kabupaten jalan sendiri. Kita harus satu visi, satu gerakan, berdasarkan potensi daerah dan kajian nasional. Program prioritas harus disepakati bersama antara gubernur dan para bupati,” ucapnya.
Gubernur Dominggus juga menyoroti pentingnya mendukung program Papua Sehat, Papua Cerdas, dan Papua Produktif. Ia menegaskan bahwa program-program tersebut tidak bisa hanya dijalankan oleh pemerintah provinsi saja, tetapi harus menjadi komitmen bersama dengan pemerintah kabupaten/kota.
“Dalam efisiensi dan pergeseran anggaran, kita tetap prioritaskan Papua Barat sehat, produktif, dan cerdas. Ini bukan hanya slogan, tapi butuh dukungan nyata, termasuk dalam menyiapkan anggaran untuk memberdayakan organisasi dan pengusaha Papua,” pungkasnya.(rustam madubun)













