Papua Barat

Gubernur: Lahan SMA Unggulan Garuda Disepakati di Belakang Sport Center KONI Susweni

173
×

Gubernur: Lahan SMA Unggulan Garuda Disepakati di Belakang Sport Center KONI Susweni

Sebarkan artikel ini
Gubernur Papua Barat Drs. Dominggus Mandacan, M.Si saat ditemui wartawan di Kampung Aimasi, Distrik Prafi, Kabupaten Manokwari, Senin

PAPUADALAMBERITA.COMMANOKWARIGubernur Papua Barat Drs. Dominggus Mandacan, M.Si mengungkapkan bahwa pemerintah provinsi bersama Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi telah menyepakati lokasi pembangunan SMA Unggulan Garuda di Kabupaten Manokwari.

Lokasi yang dipilih berada di belakang Sport Center KONI, kawasan Susweni, Manokwari.

Hal ini disampaikan Gubernur kepada wartawan saat kunjungan kerja di Kampung Aimasi, Distrik Prafi, Manokwari, Senin (21/7/2025).

Baca juga: Gubernur Dominggus: Bangun dari Kampung ke Kota Butuh Komitmen dan Hati

“Sebelumnya, pada Minggu (20/7/2025), Ibu Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi telah meninjau tiga lokasi calon lahan. Beliau didampingi Wakil Gubernur Mohamad LAKotani, SH., M.Si dan sejumlah kepala OPD terkait,” ungkap Gubernur Dominggus.

Tiga lokasi alternatif yang ditinjau meliputi: lahan seluas 20 hektar di Kampung Dindey, Distrik Warmare; area perkebunan Susweni di sebelah kanan jalan masuk ke Perumahan Gubernur; dan lahan di belakang Sport Center KONI Susweni yang luasnya mencapai 40 hektar.

“Dari hasil kunjungan tersebut, Ibu Wakil Menteri memberikan masukan agar pembangunan dilakukan di belakang Sport Center KONI.jelas Gubernur Papua Barat.

Lahan di sana cukup luas dan memiliki pemandangan yang sangat baik ke arah laut lepas,” sambung Gubernur Dominggus.

Ia mengatakan, telah ada kesepakatan awal bahwa lahan tersebut akan dibagi menjadi dua, masing-masing 20 hektar. Sebagian lahan lainnya akan dialihkan ke lokasi kedua di kawasan perkebunan Susweni tanpa mengurangi total luas lahan yang direncanakan.

“Langkah selanjutnya, kami akan melakukan pendekatan dan komunikasi dengan pemilik hak ulayat untuk mencapai kesepakatan bersama. Setelah itu, sertifikat lahan bisa diubah menjadi milik Pemerintah Provinsi Papua Barat untuk kemudian diserahkan ke Kementerian Pendidikan Tinggi dan Teknologi sebagai dasar pembangunan,” tegasnya.

Gubernur juga menyebutkan bahwa pembangunan SMA Unggulan Garuda akan dilakukan secara bertahap mulai tahun 2025 atau 2026.

Rencana ini bahkan diproyeksikan untuk dicanangkan langsung oleh Presiden RI, sebagaimana dilakukan sebelumnya saat peresmian Koperasi Merah Putih.

“Ini menjadi bagian dari upaya kita menyiapkan generasi muda Papua yang unggul dalam pendidikan, sains, dan teknologi,” tutup Gubernur Dominggus.(rustam madubun)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *