Papua Barat

Gubernur Papua Barat: Wagub, Sekda Saja Ijin,  Ada Kepala Dinas Sama dengan Kapal Kayu Jalan Tidak Stom  

82
×

Gubernur Papua Barat: Wagub, Sekda Saja Ijin,  Ada Kepala Dinas Sama dengan Kapal Kayu Jalan Tidak Stom  

Sebarkan artikel ini

   Gubernur Papua Barat Drs Dominggus Mandacan saat memimpin apel luar biasa, Kamis (22/4/2021) di Kantor Gubernur Papua Barat. PAPUADALAMBERITA. FOTO: RUSTAM MADUBUN 

ASN lingkungan Pemda Provinsi Papua Barat saat mengikuti apel luar biasa, Kamis (22/4/2021) di Kantor Gubernur Papua Barat. PAPUADALAMBERITA. FOTO: RUSTAM MADUBUN

PAPUADALAMBERITA.COM. MANOKWARI – Gubernur Papua Barat Drs Dominggus Mandacan kesal atas sikap tidak terpuji beberapa kepala dinas di lingkungan Pemda Porvinsi Papua Barat yang jalan-jalan keluar Papua Barat tidak meminta izin kepada pimpinan seperti, gubernur, wagub, Sekda atau para asisten.

Ungkapan kekeasalan ini terungkap saat Drs Dominggus Mandacan memimpin apel luar biasa seluruh ASN lingkungan Pemda Papua Barat, Kamis (22/4/2021) di halaman upacara Kantor Gubernur Papua Barat, Arfai Manokwari.

‘’Kepada pimpinan OPD yang namanya esalon dua,  supaya saya ingatkan, saya sampaikan bahwa Pak Wakil gubernur keluar daerah selalu izin ke gubernur,  Pak Sekda juga keluar izin sama gubernur atau   para asisten staf ahli.  Tapi ada juga yang kepala dinas kepala badan kepala biro yang berangkat tanpa stom,  bagaikan kapal kayu yang tidak punya stom,’’ ujar gubernur.

‘’Saya tanya dulu,  Kepala Dinas kelautan perikanan ada tidak?  ini juga,  biasa berangkat bagaikan kapal kayu tanpa stom,  juga kepala dinas pariwisata kebudayaan ini juga biasa berangkat tanpa stom,’’ beber Dominggus Mandacan dihadapan wartawan dan peserta apel.

Gubernur mengatakan, bukan hanya dua itu, masih ada sejumlah kepala dinas yang juga jalan tidak minta ijin ke gubernur, Wagub atau Sekda.

‘’Masih ada juga yang berangkat – berangkat tanpa stom,  habis yang saya ingat itu, pas ada rapat kerja biasa saya tahu ini,  kemarin ada Musrenmbang LKPJ di Hotel Astone banyak juga yang tidak hadir,’’ tegas Dominggus.

Sejumlah pimpinan OPD yang hadir pada apel luar biasa, Kamis (22/4/2021) di Kantor Gubernur Papua Barat. PAPUADALAMBERITA. FOTO: RUSTAM MADUBUN

Menurut gubernur, yang minta ijin untuk berangkat juga banyak. Bahkan ada yang minta izin langsung ke gubernur,  ada juga yang ke wakil gubernur ada juga melalui Sekda,  juga melalui asisten, dan melalui asisten ini akan diteruskan kepada gubernur, wakil ataupun Sekda.

‘’Coba kamu berdiri di pelabuhan kapal kayu de berangkat pasti tidak ada stom, tapi ada megaphone dia pegang ada kabar kapal sudah lepas tali,’’ ujar gubernur mencontohkan.

‘’Tapi ini pejabat eselon dua di provinsi ini berangkat tanpa Stone.  Terima kasih banyak yang selalu ada SMS saya,  saya kira bapakku punya HP itu semua sudah tahu,  kalau belum tahu khusus ini pejabat eselon dua catat,  yang belum tahu nomor HP supaya bisa minta izin.  Terima kasih banyak yang biasa SMS minta izin karena tugas,  dinas,  pribadi,  atau keluarga SMS minta izin,’’ akui Dominggus Mandacan.

Gubernur yang ditemui wartawan seusai memimpin apel mengatakan, yang namanya ASN itu ada aturan yang mengatur,  yang kerja,  yang pulang,  masuk,  tetapi juga setiap pejabat itu harus izin kalau ada kegiatan,  baik itu kegiatan kedinasan,  pribadi,  keluarga,  juga harus lapor sehingga diketahui di mana keberadaan pejabat itu.

Gubernur Papua Barat Drs Dominggus Mandacan memberi hormat kepada peserta apel luar biasa, kamis (22/4/2021) di kantor Gubernur Papua Barat. PAPUADALAMBERITA. FOTO: RUSTAM MADUBUN

‘’Terima kasih banyak yang selalu proaktif SMS minta izin ke gubernur,  wakil gubernur,  dan juga ke Sekda,  ‘’ sebut Dominggus Mandacan.

‘’ Kita selalu ingatkan terus, ada aturan yang mengatur,  ada batasan-batasan pelanggaran yang dilakukan seperti apa,  yang diatur dalam peraturan kepegawaian,  hal yang pertama adalah,  teguran lisan,  tertulis dan pada akhirnya bisa saja gaji disetor kembali ke kas daerah, ‘’ ujarnya.

Ia menegaskan lagi, bahwa selain sanksi diatas ada juga sanksi yang lain atau penundaan kenaikan pangkat,  bisa juga berkala ditunda,  tapi dengan harapan teguran itu,  ke depan tidak ada lagi yang berangkat seperti  kapal kayu tanpa stom. itu ada dua pimpinan DPD yang saya ingat itu,  yang lain ini rajin-rajin semua.(tam)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *