Papua Barat

Hendak Salat Tarawih, Pelajar 18 Tahun Tewas Dianiaya di Pantai Amban; Siswi 15 Tahun Mengaku Sempat Dilecehkan

302
×

Hendak Salat Tarawih, Pelajar 18 Tahun Tewas Dianiaya di Pantai Amban; Siswi 15 Tahun Mengaku Sempat Dilecehkan

Sebarkan artikel ini
Kasat Reskrim Polresta Manokwari AKP Agung Gumar Samosir, S.Tr.K., SIK memberikan keterangan kepada wartawan terkait kasus penganiayaan yang menewaskan seorang pelajar saat hendak pulang salat tarawih di Pantai Kafiar Amban, Manokwari, Kamis (5/3/2026).FOTO:ISTIMEWA.PAPUADLAMBERITA.COM

PAPUADALAMBERITA.COM.MANOKWARI – Niat dua pelajar SMA di Manokwari untuk pulang menunaikan salat tarawih berubah menjadi tragedi berdarah.

Seorang pelajar laki-laki berinisial AM (18) tewas setelah dianiaya di kawasan Pantai Kafiar, Amban, Distrik Manokwari Utara, Kabupaten Manokwari, Papua Barat.

Baca juga: Tragedi Bulan Ramadan di Pantai Amban, Pelajar Tewas Dipukul, Teman Siswinya Luka Memar

Sementara rekan perempuannya sebut saja berinisial B alias C (15) (bukan inisial sebenarnya,red) mengaku sempat dilecehkan oleh pelaku.

Kapolresta Manokwari Kombes Pol Ongky Isgunawan, SIK melalui Kasat Reskrim Polresta Manokwari AKP Agung Gumar Samosir, S.Tr.K., SIK yang ditemui wartawan di tempat kejadian, Pantai Kafiar Amban, Kamis (5/3/2026), membenarkan peristiwa tersebut.

Menurut kasat Reskrim, kejadian berlangsung di Pantai Kafiar Amban sekitar pukul 19.30 WIT, setelah waktu berbuka puasa.

Kedua korban diketahui merupakan pelajar di salah satu SMA di Manokwari, dan korban meninggal dunia adalah kakak kelas dari korban yang selamat.

“Mereka rencananya berbuka puasa bersama di pantai, sambil menikmati suasana pantai Amban. Setelah itu hendak pulang untuk melaksanakan salat tarawih. Saat akan kembali itulah pelaku datang dan langsung melakukan penyerangan,” ujar Kasat Reskrim.

Berdasarkan kronologi awal, pelaku yang diduga hanya seorang diri mendatangi korban saat suasana mulai gelap sekitar pukul 18.30 WIT.

Tanpa banyak bicara, pelaku langsung menendang korban laki-laki. Saat korban berdiri dan sempat bertanya.

“Kakak, saya salah apa?”, pelaku justru memukul bagian kanan wajah korban hingga giginya terlepas.

Korban perempuan yang berteriak meminta tolong turut menjadi sasaran kekerasan.

Ia dipukul di bagian mata kiri, ditendang di perut dan dada. Bahkan, berdasarkan pengakuan awal korban, ia sempat dipegang pada bagian vital tubuhnya oleh pelaku.

“Untuk dugaan pelecehan ini masih kami dalami. Korban perempuan masih dalam kondisi trauma dan syok, sehingga belum bisa dimintai keterangan secara lengkap,” jelas AKP Agung.

Usai menganiaya kedua korban, pelaku mengambil handphone dan dompet milik korban sebelum melarikan diri. Korban laki-laki yang sudah terjatuh dalam kondisi kesakitan akhirnya pingsan di lokasi kejadian.

Korban perempuan yang perlahan bangkit kemudian mencari pertolongan hingga bertemu warga sekitar.

Ia selanjutnya dibawa ke Polsek Amban dan aparat langsung menuju lokasi kejadian perkara (TKP).

Dari hasil visum di Rumah Sakit, diduga leher korban laki-laki mengalami patah. Namun pihak keluarga tidak bersedia dilakukan autopsi.

“Dari hasil visum tadi malam, kemungkinan besar penyebab kematian ada pada bagian leher yang diduga patah. Untuk autopsi, keluarga tidak berkenan karena mereka menilai penyebab kematian sudah jelas,” terangnya.

Polisi juga menemukan sejumlah barang bukti di lokasi, di antaranya sebuah balok kayu yang diduga digunakan pelaku untuk memukul korban, tas serta pakaian milik korban.

Saat ini, korban perempuan masih dirawat di rumah sakit dan mendapat pengawalan dari aparat kepolisian.

Sementara itu, polisi mengaku telah mengantongi identitas terduga pelaku dan masih melakukan pengejaran.

“Kami sudah melakukan olah TKP tadi malam dan hari ini kembali melakukan penyisiran untuk mencari kemungkinan barang bukti tambahan atau petunjuk baru,” tambahnya.

Kasat Reskrim juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan menjaga keamanan bersama, terutama di lokasi-lokasi sepi.(rustam madubun)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *