Papua Barat

Tragedi Bulan Ramadan di Pantai Amban, Pelajar Tewas Dipukul, Teman Siswinya Luka Memar

503
×

Tragedi Bulan Ramadan di Pantai Amban, Pelajar Tewas Dipukul, Teman Siswinya Luka Memar

Sebarkan artikel ini
Gerak cepat kepolisian langsung ke tempat kejadian di Pantai Petrus Kafiar, korban masih tergeletak. FOTO: ISTIMEWA.PAPUADALAMBERITA.COM

PAPUADALAMBERITA.COM.MANOKWARI – Peristiwa tragis yang merenggut nyawa seorang pelajar berusia 18 tahun di kawasan Pantai Petrus Kafiar, Amban Manokwari Rabu (4/3/2026) malam, menjadi peringatan serius bagi orang tua untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, terutama di bulan suci Ramadan yang diisi dengan hal positif.

Laporan kejadian diterima melalui layanan 110 Polresta Manokwari sekitar pukul 21.00 WIT terkait adanya penemuan mayat di Jalan Lapangan Voli Petrus Kafiar.

Dalam tindak lanjutnya, seorang warga beriinisal AM mendatangi Polsek Amban dengan membawa seorang siswi berinisial B  alias C (15), (bukan inisial sebenranya, red) pelajar salah satu SMA di Manokwari, dalam kondisi luka memar di bagian wajah.

Berdasarkan data yang diperoleh papuadalamberita.com menyebutkan korban selamat, ia bersama rekannya FR (18) yang juga kakak kelas berada di kawasan pantai Petrus Kafiar Amban sejak pukul 16.00 WIT.

Namun sekitar pukul 21.00 WIT, orang tidak dikenal datang dari arah belakang dan melakukan pemukulan menggunakan balok.

Korban perempuan yang ketakutan kemudian meminta bantuan warga sekitar.

Saat anggota piket SPKT tiba di tempat kejadian perkara pukul, korban telah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia diduga akibat pukulan benda tumpul.

Kepala SPKT II kemudian meminta penambahan personel untuk mengamankan lokasi dan barang bukti, sementara piket Reskrim menghubungi tim INAFIS guna melakukan olah TKP.

Dengan cepat anggota ke lokasi kejadian dipimpin K SPKT II, AIPDA Sasongko,serta anggota piket Reskrim.

Polresta Manokwari masih melakukan penyelidikan mengungkap pelaku penganiayaan yang menyebabkan satu pelajar meninggal dunia tersebut.

Informasi penemuan mayat ini pun cepat tersebar hingga ke platfrom media sosial secara fulgar, tanpa sesnsor wajah korban wanita yang masih dibawah umur.(rustam madubun)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *