Papua Barat

Jaga Stabilitas Keamanan di Fakfak, Polda Papua Barat Turunkan Brimob dan Penyidik Ditreskrimum

69
×

Jaga Stabilitas Keamanan di Fakfak, Polda Papua Barat Turunkan Brimob dan Penyidik Ditreskrimum

Sebarkan artikel ini

Kapolda Papua Barat yang ditemui wartawan di Fakfak, Jumat (19/8/2023). FOTO: RICO LETSOIN.PAPUADALAMBERITA

PAPUADALAMBERITA.COM. FAKFAK – Guna menjaga stabilitas keamanan di Kabupaten Fakfak pasca penyerangan, pembakaran, pengrusakan dan penganiayaan yang terjadi di Distrik Kramomongga dan pembakaran Kantor Distrik Fakfak Tengah, Polda Papua Barat telah menambah kekuatan personil di Fakfak.

Demikian  dikatakan Kapolda Papua Barat, Irjen Pol Daniel Tahi Monang Silitonga, kepada para jurnalis usai melayat dan mengikuti proses pemakaman Kepala Distrik Kramomongga Darson Hegemur, korban penyerangan dan penganiayaan di Kramomongga, Fakfak – Papua Barat, pada Selasa kemarin (15/8/2023).

Menurut Kapolda Irjen Pol. Daniel Tahi Monang Silitonga, pasca kejadian penyerangan di Distrik Kramomongga, pihaknya telah menambah pasukan Brimob di Fakfak untuk membantu menjaga stabilitas keamanan di Kota Pala.

“Tanpa diminta saat itu, saya (Kapolda) sudah mengirim anggota Brimob di Fakfak dan saat ini anggota Brimob sedang bertugas di Fakfak,” ujar Kapolda Papua Barat, Jumat (18/8/2023).

Selain menambah pasukan Brimob, Kapolda juga telah memerintahkan Dirreskrimum Polda Papua Barat untuk menambah personel penyidik untuk membantu Polres Fakfak dalam pengungkapan kasus Kramomongga yang telah menelan korban jiwa termasuk membantu mengungkap kasus dugaan pembakaran Kantor Distrik Fakfak Tengah yang terjadi Jumat (18/8/2023) dini hari.

“Sudah saya (Kapolda) perintahkan untuk menambah personel penyidik Ditreskrimum Polda Papua Barat untuk membantu Polres Fakfak mengungkap kasus yang terjadi di Kramomongga maupun dugaan pembakaran Kantor Distrik Fakfak Tengah,” tutur Jenderal Polisi Bintang Dua tersebut saat Kunjungan ke Fakfak bersama Pj. Gubernur Papua Barat, Paulus Waterpauw dan Kasdam XVIII/Kasuari Brigjen TNI. Yusuf Ragainaga serta Kabinda Papua Barat, Brigjen TNI. TSP. Silaban.

Lebih lanjut dkatakan Jenderal Bintang Dua, untuk mengungkap kasus Kramomongga yang menelan korban jiwa serta kasus dugaan pembakaran Kantor Distrik Fakfak Tengah, tim penyidik Polda Papua Barat akan dilengkapi dengan alat elektronik yang mampu membantu penyidik mengungkap kasus tersebut.

“Alat – alat tersebut dalam pengiriman ke Fakfak, mudah – mudahan alat tersebut bisa masuk segera ke Fakfak menggunakan pesawat,” tutup Kapoda Irjen Pol. Daniel Tahi Monang Silitonga.(RL 07)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *