fbpx
Maskir bekas sekali pakai yang tercecer di jalan raya kota Manokwari. FOTO: rustam madubun/papuadalamberita.com. PAPUADALAMBERITA.COM. MANOKWARI- Masker sekali pakai tergolong sampah khusus, ini menyisahkan... Jangan Buang Masker Bekas Disembarang Tempat

Maskir bekas sekali pakai yang tercecer di jalan raya kota Manokwari. FOTO: rustam madubun/papuadalamberita.com.

PAPUADALAMBERITA.COM. MANOKWARI- Masker sekali pakai tergolong sampah khusus, ini menyisahkan pekerjaan baru di pandemic CoronaVirus Disease 2019 (COVID-19).

Baca juga: Walau Pasien Positif Corona di Papua Barat Bertambah, Hasil Swab yang Negatif Juga Banyak

Masyarakat diimbau perlu waspada terhadap masker bekas yang tercecer, walaupun virusnya mungkin sangat kecil, masyarakat jangan buang masker bekas sekali pakai disembarang tempat.

‘’Sebenarnya bahaya masker sekali pakai langsung bisa pada kita atau ada anak kecil yang ambil pegang bisa terpapar di tangan karena tanpa sadar dia pegang masker bekas orang lain, namun semoga tidak terjadi seperti begitu,’’ jelas Juru Bicara Percepatan Penanganan COVID-19 Papua Barat dr Arnoldus Tiniap saat ditanya papuadalamberita.com, Rabu (6/5/2020) di Sekretariat bersama Gugus Tugas COVID-19 Papua Barat.

Dokter Arnoldus Tiniap mengatakan, masker sekali pakai dianggap sebagai sisa limbah yang berinfeksi artinya yang berbahaya karena sebagian besar orang yang pakai masker tidak diketahui apakah orang tersebut terinfeksi atau tidak.

Juru Bicara Gugus Tugas Papua Barat, dr Arnold Tiniap, Rabu (6/5/2020). FOTO: rustam madubun/papuadalamberita.com.

‘’Masker yang sekali pakai dibuang di sembarang tempat selain membawa dampak virus, jadi sebenarnya untuk masker sekali pakai tidak boleh buang sembarang di jalan-jalan, kecuali di tempat sampah dan kemudian tempat sampah itu harus dipastikan diangkut petugas sampah untuk kemudian dibawa ke tempat penampungan sampah, memang kalau mau dibilang masker sekali pakai termasuk limba Bahan Berbahaya dan Berancun (B3),’’ tambah Tiniap.

Walaupun tidak mengandung darah kata Tiniap mungkin ada virus hanya beberapa persen dan jumlah terbatas,  tetapi tidak bisa pastikan mungkin dari sekian banyak limbah masker yang dibuang itu sebagian besar mungkin tidak ada penyakit dan virus tetapi mungkin ada satu atau dua itu yang perlu diwaspadai.(tam)

No comments so far.

Be first to leave comment below.

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Maaf Tidak Bisa Dicopy !!