Papua Barat

Jangan Pilih Dia

52
×

Jangan Pilih Dia

Sebarkan artikel ini

ILUSTRAI FOTO: Ketu KPU Papua Barat, Anggota KPU Papua Barat, Bawaslu Papua Barat memeriksa dokumen partai saat mendaftar bakal calon legeslatif ke KPU Papua Barat pada Sabtu (13/5/2023). FOTO: RUSTAM MADUBUN.PAPUADALAMBERITA

PAPUADALAMBERITA.COM. MANOKWARI – Empat belas hari telah dilalui Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Papua Barat, dari 1 Mei hingga 14 Mei.

KPU Papua Barat telah menerima 18 berkas partai, 12 berkas calon Dewan Perwakilan Daerah RI.

Satu tahapan kursial mulai dilalui KPU, adalah penetapan peserta Pemliu 2024, jawabannya nanti pada 19 Agustus 2023.

Sesuai jadwal dari Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) Nomor 10 Tahun 2023, KPU akan mengumumkan Daftar Calon Seentara (DCS) baik tingkat pusat, provinsi dan kabupaten dan kota selama lima hari mulai tanggal 19-23 Agustus 2023.

Siapa yang ditetapkan KPU Papua Barat dalam daftar calon sementara, apakah mantan narapidana korupsi, mantan pejabat, mantan anggota legeslatif, mantan anggota TNI, mantan anggota Polri, mantan gubernur, mantan wakil gubernur, mantan bupati, mantan wakil bupati, mantan walikota, mantan wakil walikota?

Atau KPU Papua Barat menetapkan sudagar kaya raya, politisi murni, pegiat organisasi, pegiat lembaga swadaya masyarakat yang ikut mendaftarakn diri? Semua berkas itu mulai digodok KPU pada Senin (15/5/2023).

Waktu Pemilihan umum 2014, kemudian Pemilu 2019 untuk pilih kepala daerah, pemilihan anggota legeslatif, RI, daearah, provinsi, kabupaten dan kota telah berlalu, kini menanti Pemilu 2024.

Kamu masih ingat wajahnya?

Kamu belum lupa gayanya?

Kamu masih ingat janji-janji kampenye?

Mungkin kamu juga pernah merasakan kesombongannya, arogansi, emosional dalam pertemuan-pertemuan di organisasi atau dan lain-lainnya kan?

Kamu masih ingat gayanya ketika sebelum terpilih? Kamu masih ingat gayanya setelah terpilih?

Terus, sekarang ini misalkan yang kamu ingat itu maju lagi! Kamu masih mau pilih Dia?

Masa masih mau tertipu? Masih mau dibohongi?  Masih mau dijanji-janji yang kedua kalinya?

Jauh-jauh hari saya ingatkan saja. Kalau mau masih dibohongi (silhakan, red) tertipu sampai sukses.

Di hari Ahad (14/5/2023), 18 partai telah usai mendaftarkan partai lengkap dengan bakal calon-calonnya di KPU Papua Barat, bakal calon legeslatif, kabupaten, kota, provinsi dan RI, plus 12 calon anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI.

Seusai mendaftar, partai-partai kepada wartawan mengatakan optimstis, siap di Pemilu 2024, target setiap partai berbeda-beda, ada yang hanya satu kursi, dua kuris, tiga kursi, ada yang target satu fraksi, bahkan ada yang target menjadi ketua di dewan terhormat itu, dan harus menjadi wakil daerah di ibu kota negara, Jakarta.

Wajar-wajar saja impian politisi dari kabupaten hingga ibu kota negara.

Mereka-mereka itu mau calonkan dirinya sebagai wakil rakyat untuk memperjuangan nasip rakyat, memperjuangkan regulasi-regulasi yang berpihak pada kearifan lokal, mereka tidak kerja sendiri, mereka duduk di “kursi panas” bukan untuk kasih panas-panasin keadaan, tetapi kasih hangat impian warga untuk kesejahtraan jadi kenyataan.

Tanggal 14 Februari 2024 menjadi tanggal sejarah bagi mereka yang terpilih kedua kalinya, sejarah bagi mereka yang pertama maju dan terpilih, wih ini kereen kan?

Namun, sejarah juga bagi yang memilih, mungkin di tanggal, bulan dan tahun itu usianya beru bisa memilih, dan jadi sejarah, bahwa sebagai pemilih pemula, pertama ikut pemilihan umum pilihannya menang.

Tetapi, rakyat harus ingat! JADILAH PEMILIH CERDAS.

Pilihlah yang berkompeten layani rakyat, cerdaskan yang mau dipilih supaya orang-rang yang kita anggap cerdas itu bawa suara rakyat di perlemen dan pemerintahan, sehingga pembangunan bangsa dan daerah mencerdaskan dan mensejahterakan rakyat.

Tanggal 14 Februari adalah hari dimana kita rakyat secara resmi menyerahkan kedaulatan negara demokrasi dengan memilih mereka di bilik suara.

Artinya tanggal 14 Februari kita rakyat mengangkat bendera star kepada wakil rakyat untuk berlomba di perlemen perjuangkan kesejahteraan rakyat, bukan yang hanya mau sejahterakan dirinya dan keluarganya.

Jadi jangan pilih yang model-model dia atas yang saya sebut, pilih yang muda dan yang tua berwawasan, krtis, kompeten dan jangan yang kedua kalinya plih lagi yang itu-itu yang hanya kenal saat masa pemilu tiba.

Tetapi pilih yang hidup sederhana, punya iman bagus, kompeten, suka melihat rakyat di pinggiran kota ketika musim reses tiba.

Jangan pilih juga yang mungkin kamu  sudah mengetahui dia mantan koruptor, walaupun aturan menjadi calon legeslatif telah dilalui.

Tidak usah lagi kasih peluang kursi itu kepada orang yang sama yang nantinya  mengecewakan rakyatnyamu, mengecewakan partaimu, mengecewakan dirimu sendiri.

Lebih berfaeda wakafkan suaramu dan suara keluargamu ke calon legeslatif yang sahabatmu, sederhana, walau kaya raya tapi suka bersosialisasi  dengan masyarakat pinggiran, bukan yang emosi tinggi, suka bikin diri pintar, seakan hanya dia yang mengetahui segela hal di Papua Barat ini.

Jangan tergiur dengan kekayaannya, hartanya, uangnya, janji manis, lemon-lemon, mulut ba-air (orang yang bicara omong kosong, istila di Manokwari, red)

Mumpung KPU Papua Barat baru melakukan verifikasi, seleksi kelengkapan administrasi mereka. Kerana yang sudah didaftar partainya masih bisa gugur sebelum.

Kita berharap yang diajukan partai semua bisa bertarung di tahun 2024, tetapi biarkan rakyat dan saya yang memilih kalian sesuai hati nurani kami,  bukan sesuai berapa lembar yang tuan kasih.

Ayo berikan kepercayaan kepada orang, kader-kader umat, kader-kader yang tidak berkhianat pada partainya, rakyatnya dan bangsanya.

Yang utama, kita semua pemilih harus cerdas. Mereka skrang mungkin tidak akan sombong, karena saat ini adalah saat jual-jual senyum, paksa-paksa so akrab.

Ingat satu suara kita menentuka nasip lima orang, nasip seorang bakal calon anggota DPD RI, DPR RI, DPR Provinsi, DPR Kota, DPR Kabupaten, itu baru satu suara, kalau kita dalam keluarga ada lima, tiga anak bapak dan ibu, banyak kan, belum lagi keluarga kita, tetatangga kita, ajak mereka cerdas dalam memilih.

Jangan ajak mereka pilih karena uang, jangan pakasakan pilihan kita ke mereka, biarkan warga cerdas dalam memilih, pilih yang cerdas, amanah, renda hati, berpikir untuk rakyat, berpikir untuk toleransi umat beragama di Papua Barat.

Pemerintah Indonesia membuka ruang demokrasi yang besar, yaitu pemilihan umum, pemilihan umumm milik rakyat, bukan milik orang berduit yang suka bagi-bagi uang beli suara, mari kita maju bersama dengan yang cerdas untuk orang – orang yang cerdas membangun kecerdasan Papua Barat yang aman dan bertoleransi.(rustam madubun)* Penulis: *Pemimpin Redaksi Papuadalamberita.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *