Papua Barat

Kaban Penghubung dan OPD Tinjau Anjungan Papua Barat di TMII

167
×

Kaban Penghubung dan OPD Tinjau Anjungan Papua Barat di TMII

Sebarkan artikel ini
Kepala Badan Penghubung Daerah Papua Barat, Erix Ayatanoi, didampingi Plt Kepala Bappeda Papua Barat. FOTO: DINAS KOMUNIKASI, INFORMATIKA, PERSANDIAN DAN STATISTIK.PAPUADALAMBERITA

PAPUADALAMBERITA.COM.JAKARTA – Menindaklanjuti surat teguran dari pengelola Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Kepala Badan Penghubung Daerah Papua Barat bersama sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) meninjau langsung kondisi Gedung Anjungan Papua Barat di Jakarta.

Peninjauan dilakukan Kepala Badan Penghubung Daerah Papua Barat, Erix Ayatanoi, didampingi Plt Kepala Bappeda Papua Barat, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik, serta Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Papua Barat yang tengah berada di Jakarta.

Siaran pers yang diterima papuadalamberita.com, menyebutkan dari hasil pengecekan, kondisi gedung dinilai memprihatinkan dengan sejumlah kerusakan di beberapa bagian yang perlu segera dibenahi.

Erix Ayatanoi menjelaskan, selain menjalankan tugas keprotokolan, Badan Penghubung Daerah juga memiliki peran dalam promosi daerah, termasuk pengelolaan anjungan di TMII. Dalam rencana strategis yang telah disusun, salah satu fokus utama adalah melakukan kurasi terhadap produk yang ditampilkan agar sesuai dengan wilayah administrasi Papua Barat.

Menurutnya, saat ini produk yang dipamerkan masih berasal dari seluruh wilayah Tanah Papua, sehingga perlu dilakukan penataan ulang agar lebih merepresentasikan kekhasan Papua Barat. Namun, upaya tersebut terkendala kondisi fisik bangunan, terutama kebocoran di beberapa titik saat hujan yang berpotensi merusak produk yang dipamerkan. Kondisi ini membuat proses kurasi belum dapat berjalan optimal.

Selain itu, tampilan bagian depan anjungan dinilai perlu ditata ulang dari sisi estetika dengan melibatkan perancang yang mampu menampilkan identitas khas Papua Barat. Pada bagian dalam, terdapat dua unit videotron yang belum dimanfaatkan secara maksimal karena keterbatasan konten promosi visual yang tersedia.

Pihak pengelola TMII, lanjutnya, memberikan apresiasi terhadap keberadaan Anjungan Papua Barat, namun juga meminta perbaikan atas sejumlah kerusakan guna meningkatkan keindahan dan kenyamanan kawasan, sebagaimana tertuang dalam surat teguran yang telah disampaikan.

Ayatanoi juga menjelaskan bahwa bangunan anjungan merupakan aset Pemerintah Provinsi Papua Barat, sementara lahannya berstatus pinjam pakai dari Sekretariat Negara dan dikelola oleh TMII. Dalam beberapa tahun terakhir, belum ada perbaikan signifikan, sehingga berdampak pada sulitnya penataan anjungan secara menyeluruh.

Langkah awal yang telah dilakukan adalah mengundang OPD teknis dari kabupaten/kota untuk membahas kondisi anjungan sekaligus mendorong dukungan pengiriman produk unggulan daerah.

“Usulan perbaikan sebenarnya telah diajukan sebelumnya, namun diduga belum terealisasi akibat keterbatasan anggaran. Dengan adanya teguran dari pengelola TMII, diharapkan menjadi perhatian serius agar perbaikan dapat masuk dalam program prioritas daerah. Seiring rencana perbaikan fisik, kurasi produk juga bisa dilakukan secara bersamaan,” ujar Ayatanoi.

Sementara itu, Plt Kepala Bappeda Papua Barat, Charlie D. Heatubun, menegaskan bahwa anjungan di TMII merupakan representasi wajah Provinsi Papua Barat di tingkat nasional bahkan global. Oleh karena itu, kondisi dan kualitasnya mencerminkan citra daerah yang perlu mendapat perhatian serius.

Ia menambahkan, anjungan tersebut menyimpan berbagai artefak budaya, produk UMKM, serta materi publikasi yang memiliki nilai penting dan harus dilindungi. Jika tidak segera diperbaiki, dikhawatirkan akan mengalami kerusakan yang berujung pada kerugian daerah yang lebih besar.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa usulan perbaikan akan dibahas bersama dan hasil peninjauan akan segera dilaporkan kepada pimpinan daerah, yakni Gubernur, Wakil Gubernur, Sekretaris Daerah, serta Tim Anggaran Pemerintah Daerah, baik dari sisi perencanaan maupun penganggaran. Pembahasan teknis juga akan melibatkan bidang infrastruktur agar langkah perbaikan dapat dilakukan secara terarah.

“Perbaikan bangunan, perlindungan produk, serta kurasi berdasarkan potensi masing-masing daerah menjadi langkah penting agar Anjungan Papua Barat di TMII dapat kembali tampil sebagai etalase unggulan yang merepresentasikan kekayaan budaya dan potensi daerah secara optimal,” tegasnya.

Diharapkan, Anjungan Papua Barat di TMII dapat segera dibenahi dan berfungsi optimal sebagai media promosi potensi daerah, baik di bidang pariwisata, kebudayaan, kerajinan, maupun produk UMKM. Dengan penataan yang lebih baik, anjungan ini diharapkan menjadi etalase representatif dalam memperkenalkan kekayaan dan keunikan Papua Barat kepada masyarakat luas, sekaligus mendorong peningkatan daya saing produk lokal serta memperkuat identitas daerah di tingkat nasional dan internasional.(rls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *