PAPUADALAMBERITA.COM. FAKFAK – Sebuah langkah inovatif dalam sektor pertanian muncul dari Kampung Kinam, Distrik Kokas, Kabupaten Fakfak. Melalui inisiatif mandiri, warga setempat berhasil mengembangkan skema “outsourcing” petani yang kini disebut – sebut sebagai model Transmigrasi Mini yang sukses meningkatkan produktivitas lahan tanpa menghilangkan hak kepemilikan tanah adat.
Demikian disampaikan Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Muhammad Soleh, S.Hut., M.Si., pada kegiatan panen padi organik di Kampung Kinam, Distrik Kokas yang dihadiri Bupati Samaun Dahlan, S.sos., M.A.P., Wakil Bupati Drs. Donatus Nimbitkendik, MT., Dandim Fakfak Letkol Inf. Wahlin Rahman, S.Pd., Kapolres Fakfak AKBP. Hendriyana, juga hadir Ketua TP PKK Kabupaten Fakfak, Nurwidayati Samaun Dahlan, Ketua GOW Fakfak, Sri Vonny Notanubun Nimbitkendik dan jajaran Kepala Dinas terkait dan tokoh masyarakat setempat.
Kepala Dinas Pertaniandan dan Ketahanan Pangan Fakfak, Muhammad Soleh, menjelaskan pengembangan pertanian di Kinam tidak terjadi begitu saja, melainkan berawal dari inisiatif pemilik lahan Kamal Weripang dan tokoh masyarakat setempat. Mereka mengundang petani dari luar untuk menggarap lahan di Kinam dengan sistem bagi hasil atau kerja sama.
”Ini adalah inisiatif dari pemilik tanah untuk menggunakan skema outsourcing petani dari luar untuk masuk di Kinam. Tanah milik warga tidak hilang, namun dari sisi produktivitas justru meningkat pesat,” ujar Soleh.
Model ini dinilai sangat efektif karena memicu transformasi pengetahuan secara langsung antara petani transmigran yang berpengalaman dengan petani lokal. Keberhasilan di Kinam ini bahkan telah mulai dipraktikkan di wilayah lain, seperti di Weri untuk pengembangan komoditas rica (cabai).
Lebih lanjut menurutnyam, sebagai bentuk dukungan nyata, telah dijalin kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Fakfak, IPB University, dan Pupuk Kaltim melalui program Sekolah Pertanian Rakyat (SPR).
”Kami meminta IPB agar lokusnya berada di Kinam, dengan petani-petani yang dikoordinir oleh Pak Kamal Weripang,” tambah Kadis Pertanian dan Ketahanan Pangan Muhamad Soleh.
Menanggapi kesuksesan tersebut, pemerintah telah menyiapkan sejumlah dukungan untuk tahun anggaran 2026, di antaranya pengembangan padi ladang di lahan seluas 5 hektar melalui skema dana APBN, relokasi alat berat (traktor) dari Bombaray ke Kinam untuk membantu pengolahan lahan, dengan operator dari Dinas Pertanian.
Dan unttuk melaksanakan ketahanan pangan, Dinas Peratnian dan Ketahanan Pangan bersinergi dengan Polres Fakfak dalam pengembangan komoditas jagung yang sudah mulai berjalan di wilayah Kinam dan Polsek Kota.
Kegiatan panen padi yang berlangsung di Kampung Kinam ini, kata dia menjadi momentum penting bagi masyarakat Kinam. Meski sempat tertunda karena kesibukan agenda daerah, kehadiran Bupati dan Wakil Bupati di lokasi panen kedua ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk mengawal inisiatif akar rumput yang berdampak besar bagi ekonomi daerah.(Enrico Letsoin)













