Papua Barat

Kelompok Tani Sridadi Prafi Terima Program Sosial Bank Indonesia

238
×

Kelompok Tani Sridadi Prafi Terima Program Sosial Bank Indonesia

Sebarkan artikel ini
Kepala Bank Indonesia Kantor Perwakilan Wilayah Papua Barat, Rommy S Tamawiwy , didampingi Kepala Dinas Pertanian, Pangan Manokwari, Kukuh S menyerahkan bantuan kepada kelompok tani Sridadi Prafi sebelum melakukan gerakan tanam perdana padi organik berbasis MA-11, Kamis (19/10/2020) di Prafi, Manokwari . FOTO: RUSTAM MADUBUN.PAPUADALAMBERITA.

PAPUADALAMBERITA.COM.MANOKWARI – Kelompok tani Sridadi Kelurahan Udapi Hilir SP IV Distrik Prafi Kabupaten Manokwari, Papau Barat menerima Program Sosial Bank Indonesia (PSBI) dari Kantor Perwakilan Wilayah Papua Bara, Kamis (19/10/2023).

Penyerahan bantuan diserahkan langsung Kepala Bank Indonesia Kantor Perwakilan Wilayah Papua Barat, Rommy  S Tamawiwy sebelum melakukan gerakan tanam perdana padi organik berbasis MA-11.

Bantuan program sosial Bank Indonesia kepada kelompok tani Sridadi sebagai anggota Gabungan Kelompok Tani  (Gapoktan)  Setia Bersama itu berupa alat produksi pertanian.

Baca juga: Bank Indonesia Papua Barat Tanam Padi Organik, Pilar Hadapi Inflasi Adalah Ketahanan Pangan

Baca juga: Bank Indonesia Papua Barat Tanam Padi Kendalikan Inflasi 

Ronny S Tamawiwy mengatakan, sebelum melakukan demontration plot (demplot), demplot adalah metode penyuluhan pertanian kepada petani dengan cara membuat lahan percontohan agar petani bisa melihat dan membuktikan terhadap objek yang didemontrasikan.

‘’Kami telah memberikan pembekalan mengenai tata cara budidaya pertanian organik kepada kelompok tani yang dibalut dalam acara Pelatihan Usaha Tani Berkualitas (PETATAS) beberapa waktu lalu,’’ ujar Kepala Bank Indonesia Papua Barat.

Kelompok tani Prafi saat mengikuti gerakan tanam perdana padi organik berbasis MA-11, Kamis (19/10/2020) di Prafi, Manokwari . FOTO: RUSTAM MADUBUN.PAPUADALAMBERITA.

Ia menambahkan sebelum melakukan demplot ini, Kantor Perwakilan Wilayah Bank Indonesia Provinsi Papua Barat bersama OPD terkait telah memberikan pembekalan mengenai tata cara budidaya pertanian organik berbasis MA-11 kepada kelompok tani yang dibalut dalam acara Pelatihan Usaha Tani Berkualitas (PETATAS) beberapa waktu lalu.

‘’Hal ini merupakan solusi alternatif dari langkanya pupuk subsidi karena bahan baku pupuk organik sangat mudah ditemukan di sekitar kita sehingga petani tidak perlu lagi bergantung kepada pupuk subsidi,’’sebut Rommy.

Penggunaan pupuk organik berbasis MA-11 juga dipercaya mampu meningkatkan produktivitas hasil panen dan telah dibuktikan di berbagai daerah di Indonesia dan terbukti efektif.

‘’Saya berharap, melalui kegiatan tanam perdana padi ini, lahan ini bisa menjadi percontohan bagi kelompok padi di Kabupaten Manokwari sehingga terjadi peningkatan produksi beras secara signifikan,’’ harapnya.

‘’Dengan demikian, kita dapat mewujudkan ketahanan pangan di daerah ini dan menjaga ketersediaan pasokan pangan, khususnya komoditas beras,’’ sambung dia.(tam)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *