Papua Barat

Keluarga Kecewa Sejak Masuk Hingga Meninggal Pasien Covid -19 Tak Tertangani Dokter Spesialis

126
×

Keluarga Kecewa Sejak Masuk Hingga Meninggal Pasien Covid -19 Tak Tertangani Dokter Spesialis

Sebarkan artikel ini

Keluarga Pasien Covid -19 Yang Meninggal Di RSUD Fakfak Saat Melampiaskan Kekecewaanya di Hadapan Direktur RSUD Fakfak, Suasana Depan Ruang UGD RSUD Fakfak. FOTO : Istimewa./PAPUADALAMBERITA.COM. 

PAPUADALAMBERITA.COM. FAKFAK – Selasa malam (3/8/2021) depan ruang UGD RSUD sempat terjadi keributan, keributan yang terjadi diakibatkan keluarga jenasah pasien Covid -19 merasa kecewa dengan penanganan pasien Covid -19 yang tidak ditangani dokter spesialis penyakit dalam.

Tidak tertanganinya pasien Covid -19 yang mengalami sesak nafas hingga hilang kesadaran yang pada akhirnya pasien yang terpapar virus corona itu akhirnya meninggal dunia pada Selasa malam membuat keluarga almurhum Yosep Maurits akhir “berang” (marah).

Luapan kemarahan keluarga pasien Covid -19 yang terjadi di depan ruang UGD RSUD Fakfak juga dikarenakan sejak pasien tersebut masuk RSUD Fakfak dengan kondisi kritis dan membutuhkan penanganan dokter spesialis penyakit dalam.

Istri almarhum Yosep Maurits, meluapkan kekecewaanya di hadapan Direktur RSUD Fakfak dengan linangan air mata karena sejak suaminya masuk RSUD Fakfak dengan kondisi kritis tidak ada satu pun dokter spesialis penyakit dalam yang dapat dihadirkan pihak RSUD Fakfak untuk menangani suaminya hingga pasien Covid -19 itu menutup mata untuk selamanya.

“Saya kecewa, sejak suami saya masuk dengan kondisi kritis, pihak Rumah Sakit tidak memberikan dokter spesialis penyakit dalam untuk penanganan pasien yang lagi kristis yang benar – benar membutuhkan penanganan dokter spesialis penyakit dalam”, tegas ibu tersebut dengan linangan air mata di hadapan Direktur RSUD Fakfak.

Direktur RSUD Fakfak  dr. Kariani Kastela, M.Kes, Sp.Rad, berkilah kalau dokter spesialis penyakit dalam yang betugas saat sedang cuti sehingga tidak dapat melaksanakan tugas untuk menangani pasien Covid -19.

Suasana Didepan Ruang UGD RSUD Fakfak Saat Keluarga Pasien Covid -19 Yang Meninggal Dunia Melampiaskan Kekecewaan Mereka. FOTO : Istimewa./PAPUADALAMBERITA.COM. 

“Saya (Direktur RSUD) sudah menghubungi dr. Djahalia Rumagesan, Sp.PD tetapi yang bersangkutan mengatakan sedang cuti sehingga tidak bisa melaksanakan tugas”, tutur Direktur RSUD Fakfak dihadapan keluarga pasien Covid -19.

Bahkan Direktur RSUD juga mengatakan, sudah menghubungi dr. Subhan Rumoning, Sp.PD, melalui kontak telephon namun yang bersangkutan tidak menjawab panggilan telephone tersebut hingga kahirnya pihaknya harus menghubungi Bupati Fakfak agar dapat membantu menghubungi dokter penyakit dalam.

Terkait pernyataan Direktur RSUD Fakfak tersebut, papuadalamberita.com. ketika mengkonfirmasi dr. Subhan Rumoning, dia membantah tidak ada telphone dari Direktur RSUD Fakfak bahkan dr. Djahalia Rumagesang, Sp.PD, saat ini tidak mengambil cuti, dokter tersebut memang lagi bolak balik di Polres Fakfak terkait laporan yang diajukan salah satu keluarga pasien.

“Tidak ada telphone dari Direktur yang masuk, kalau dokter Lia tidak cuti, dia lagi jalani pemeriksaan di Polres terkait laporan salah satu keluarga pasien”, singkatnya kepada media online ini.

Menurutnya, dokter penyakit dalam di RSUD Fakfak hanya ada dua dokter namun sudah dibagi tugas sehingga untuk menangani pasien tersebut harusnya dokter Lia yang bertugas saat itu, cuman saya juga tidak dihubungi sehingga tidak tau ada pasien yang membutuhkan kami.

Dia juga membatantah tudingan Direktur RSUD yang menyatakan kalau saat ini dirinya (Subhan Rumoning) hanya mau mengurusi pasiennya saja. “Itu tidak benar kami siap untuk membantu siapa saja pasiennya yang membutuhkan kami, hanya saja kami tidak dihubungi ketika dokter yang lain lagi berhalangan”, tuturnya.(RL 07)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *