Papua Barat

Kuasa Hukum dan Terlapor Pemilik Senjata Api Penuhi Undangan Polda Papua Barat

379
×

Kuasa Hukum dan Terlapor Pemilik Senjata Api Penuhi Undangan Polda Papua Barat

Sebarkan artikel ini
Kuasa Hukum terlapor Arfan Poretoka SH dan rekan yang ditemui wartawan di Polda Papua Barat, Rabu (6/12/2023). FOTO: RUSTAM MADUBUN. PAPUADALAMBERITA.

PAPUADALAMBERITA.COM.MANOKWARI – Kuasa Hukum  Arfan Poretoka SH bersama kliennya berinsial WL memenuhi undangan Dit III Kamneg Ditreskrimum Polda Papua Barat untuk klarfikasi dugaan tindak pidana pengancaman dengan senjata api.

Dugaan ini terjadi pada 22 November 2023 di Jalan Arfak Rufei Sorong Barat, Kota Sorong Provinsi Papua Barat dilakukan terlapor WL, terhadap pelapor, TWL.

WL hadir di Polda Papua Barat sejak pukul 10.00 WIT didampingi kuasa hukumnya Arfan Poretoka dan rekannya, keduanya memberikan penjelasan terkait senjata api yang dipegang WL, pada kejadian 22 September 2023 kepada polisi.

‘’Kita datang untuk klarifikasi, karena ada laporan terhadap klien kami, tetapi pertama saya ucapkan terima kasih kepada Ditkrimum Polda Papua Barat atas sambutannya, sangat bagus dan professional, saya pikir Polda akan lebih jeli dan lebih teliti dalam melihat perkara ini,’’ ujar kuasa hukum terlapor yang ditemui wartawan di Polda Papua Barat, Rabu (6/12/2023).

Selaku kuasa hukum terlapor, Ia meyakini penyelesaian perkara kliennya akan akhir akan baik.

Ia menjelaskan, kliennya dilaporkan karena soal pengancaman dengan menggunakan senjata api, namun Ia mengakui jika senjata api itu milisyah milik kliennya sebagai anggota Perbakin.

‘’Senjata api itu milik beliau, dan resmi memiliki izin, surat-surat beliau ditunjukkan ke petugas, dan pemeriksaan tadi professional, tadi sekitar pukul 11.00, sekitar dua jamlah, selebihnya kita lebih banyak ngobrol (cerita) penyidik juga ramah,’’ tuturnya.

Arfan mengatakan, kejadian itu bermula dari ketika pelapor TWL datang di kliennya dan terjadi pertengkaran mulut sebagai tuan rumah melakukan pembelahan, kemudian kliennya di dilaporkan ke Polda Papua Barat.

Kliennya memiliki senjata api organik pendekdan memiliki resmi sebagai anggota Perbakin.

‘’Harapannya perkara selesai, saya pikir Polda lebih jeli, dan proses penyelesaian akan baik, dan ini masih sebatas klarifikasi,’’ ujar Kuasa hukum terlapor WL, Arfan Poretoka.(tam)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Maaf Tidak Bisa Dicopy !!