Papua Barat

Polda Papua Barat Masih Selidiki Pengancaman Senjata Api Kakak Beradik

367
×

Polda Papua Barat Masih Selidiki Pengancaman Senjata Api Kakak Beradik

Sebarkan artikel ini
Kabid Humas Polda Papua Barat Kombes Pol Adam Erwindi SIK, MH. FOTO: RUSTAM MADUBUN.PAPUADALAMBERITA.

PAPUADALAMBERITA.COM.MANOKWARI – Dit III Kamneg Ditreskrimum Polda Papua Barat masih menyelidiki tindak pidana pengancaman dengan senjata api (senpi) kakak – beradik, oleh WL terhadap TWL.

Dugaan perseteruan ini terjadi 22 November 2023 di Jalan Arfak Rufei Sorong Barat, Kota Sorong Provinsi Papua Barat Daya.

Baca juga: Kuasa Hukum dan Terlapor Pemilik Senjata Api Penuhi Undangan Polda Papua Barat 

Kabid Humas Polda Papua Barat Kombes Pol Adam Erwindi SIK, MH yang dihubungi papuadalamberita.com membenarkan, dugaan pengancaman dengan senjata api ini dalam penyelidikan Ditreskrimum Polda Papua Barat.

‘’Masih penyelidikan di direktorat reserse kriminal umum,’’ ujar Erwindi melalui sambungan wahtasappnya  dari Wondama Rabu (6/12/2023).

Sedangkan Direktur Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda Papua Barat, Kombes Pol Novia Jaya, melalui Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Papua Barat AKBP Robertus A Pandiangan mengatakan, hubungan antara pelapor TWL dan terlapor berinsial WL masih bersaudara satu keluarga.

‘’Yang dilaporkan pelapor terhadap terlapor tentang pengecaman diduga menggunakan senjata api laras pendek, sebagaimana diatur di pasal 369 KUHP pidana kasus ini statusnya masih penyelidikan,’’ ujarnya kepada wartawan di Polda Papua Barat Rabu (6/12/2023).

‘’Ini masih bersifat undangan klarifikasi, termasuk kita minta datanya, kasus ini masalah keluarga, antara pelapor dan terlapor adik – kakak kandung,’’ sebut Dia.

Ia mengatakan, kejadian 22 September 2023 di rumah terlapor, diduga terjadi pengancaman menggunakan senjata api pendek, terkait keributan antara abang – beradik.

‘’Soal izin senjata apinya, tercatat dalam buku kepemilikan, ada izinnya, terlapor sebagai anggota Perbakin,’’ tambahnya.

Pelaporan ini masih dalam proses penyelidikan apakah benar atau tidak terlapor mengancam menggunakan senpi.

‘’Terlapor telah memenuhi undangan klarifikasi, hasilnya tunggu hasil pemeriksaan, ini masih data awal kita belum bisa memastikan kasusnya,’’ tuturnya.(tam)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *