NasionalOlahragaPapuaPapua BaratPapua Barat Daya

Masih Ada Cahaya dan Prestasi di Stadion Lukas Enembe

444
×

Masih Ada Cahaya dan Prestasi di Stadion Lukas Enembe

Sebarkan artikel ini
Legenda sepak bola Papua, Boaz Salossa menyalakan api di kaldron Stadion Lukas Enembe sebagai tanda dimulainya PON XX Papua 2001.FOTO: PB PON XX PAPUA 2021/HUSNI YAMIN

PAPUADALAMBERITA.COM. MANOKWARI – Langit Jayapura belum sepenuhnya tenang selepas peluit panjang dibunyikan di Stadion Lukas Enembe, Jumat malam, 8 Mei 2026.

Kemenangan tipis Adhyaksa FC atas Persipura Jayapura dengan skor 1-0 justru menyisakan luka di luar arena pertandingan.

Bara amarah membakar sejumlah kendaraan penonton, menghadirkan kepedihan yang tak diinginkan siapa pun.

Namun, Stadion Lukas Enembe tidak layak dikenang hanya dari kericuhan semalam.

Di balik gemuruh suporter dan panasnya rivalitas sepak bola, stadion megah kebanggaan Papua itu masih menyimpan cahaya.

Cahaya tentang harapan, persatuan, dan prestasi yang pernah menggetarkan Indonesia.

Stadion Lukas Enembe bukan sekadar rumah bagi Persipura Jayapura.

Tempat itu telah menjadi ruang kehidupan bagi banyak orang, banyak cabang olahraga lain.

Pedagang kecil menggantungkan harapan di setiap pertandingan yang digelar.

UMKM bertumbuh dari keramaian tribun.

Senyum anak-anak penjual minuman ringan, aroma pinang, hingga langkah para pencari nafkah di sekitar stadion menjadi bukti bahwa olahraga juga menghadirkan rezeki dan keberkahan.

Nikmat itu masih terus dirasakan hingga hari ini, atas izin Allah SWT.

Kita tidak boleh melawan lupa.

Di stadion yang sama, dunia pernah menyaksikan momen bersejarah saat Presiden RI ke-7, Joko Widodo, membuka Pekan Olahraga Nasional XX/2021.

Malam itu, api kaldron dinyalakan oleh legenda sepak bola Papua, Boaz Solossa , sosok yang hingga Jumat kemarin masih setia membela Persipura.

Itu bukan sekadar seremoni olahraga.

Itu adalah simbol bahwa Papua pernah berdiri gagah di hadapan Indonesia, bahkan dunia, dengan kebanggaan, kedamaian, dan semangat persaudaraan.

Stadion Lukas Enembe jangan dipandang sebagai sesuatu yang menakutkan hanya karena satu malam penuh amarah.

Stadion Lukas Enembe tetap memberi kehidupan.

Stadion Lukas Enembe tetap menghadirkan rezeki dan keberkahan.

Stadion Lukas Enembe masih menyimpan cerita-cerita indah.

Tentang sportivitas, tentang perjuangan atlet-atlet Papua, tentang harapan masyarakat kecil, dan tentang mimpi besar anak-anak negeri Cenderawasih yang ingin mengukir prestasi.

Foto pembukaan PON XX/2021 bukanlah sekadar rekaman masa lalu.

Ia adalah pengingat bahwa dari tanah Papua pernah lahir cahaya yang menyatukan bangsa.

Dan cahaya indah itu, sampai hari ini, belum padam di Stadion Lukas Enembe.(rustam madubun)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *