Nasional

Nokia dan Indosat Perluas Jaringan 5G, Siapkan Infrastruktur AI di Indonesia

1648
×

Nokia dan Indosat Perluas Jaringan 5G, Siapkan Infrastruktur AI di Indonesia

Sebarkan artikel ini
Kolaborasi Nokia dan Indosat Ooredoo Hutchison memperkuat fondasi jaringan 5G berbasis AI untuk mendukung inovasi digital dan pertumbuhan ekonomi Indonesia.FOTO: HUMAS INDOSAT

PAPUADALAMBERITA.COM.JAKARTA –  Nokia dan Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) menjalin kerja sama untuk memodernisasi jaringan seluler di Indonesia melalui pengembangan teknologi 5G Radio Access Network (RAN).

Kerja sama ini mencakup penerapan jaringan 5G pada pita frekuensi rendah dan menengah sebagai upaya meningkatkan kapasitas, cakupan, dan kualitas layanan sekaligus mempersiapkan infrastruktur yang terintegrasi dengan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).

Dalam kerja sama tersebut, Nokia akan menjadi mitra teknologi utama yang memasok infrastruktur jaringan 5G.

Pengembangan dilakukan untuk membangun jaringan berkapasitas tinggi yang mampu menghadirkan layanan digital dengan kualitas koneksi yang lebih cepat, stabil, dan responsif bagi pelanggan.

Modernisasi jaringan ini diharapkan memperluas jangkauan layanan 5G Indosat di berbagai wilayah Indonesia sekaligus mendukung kebutuhan layanan digital yang terus berkembang, baik untuk pelanggan individu maupun sektor korporasi.

Peningkatan kapasitas jaringan juga dinilai menjadi fondasi bagi pengembangan berbagai layanan digital di sektor industri, layanan publik, pendidikan, dan kesehatan.

Selain pengembangan jaringan 5G, Nokia, Indosat, dan NVIDIA juga memperluas kolaborasi dalam pengembangan AI-RAN, yakni arsitektur jaringan yang mengintegrasikan kemampuan AI dengan infrastruktur telekomunikasi.

Ketiga perusahaan sebelumnya telah mendemonstrasikan panggilan AI-RAN pertama pada ajang Mobile World Congress 2026 dan menargetkan uji coba lapangan di Indonesia pada akhir 2026.

Dalam tahap berikutnya, Nokia akan mengembangkan algoritma AI untuk meningkatkan efisiensi penggunaan spektrum pada platform AI-RAN milik NVIDIA. Teknologi tersebut direncanakan menjadi bagian dari uji coba di Indonesia.

Indosat juga melanjutkan pengembangan AI Grid dengan menggabungkan pusat komputasi AI (AI factories) dan infrastruktur AI-RAN yang tersebar. Menurut perusahaan, model tersebut ditujukan untuk membangun ekosistem AI nasional yang mendukung penerapan teknologi pada sektor layanan publik, kesehatan, pendidikan, dan pertanian.

Pengembangan ini turut didukung AI-RAN Innovation Center di Surabaya dan ekosistem NVIDIA AI Technology Center.

President Director dan CEO Indosat Ooredoo Hutchison Vikram Sinha mengatakan, pengembangan jaringan berbasis AI merupakan bagian dari upaya perusahaan meningkatkan kualitas layanan sekaligus memperkuat transformasi digital di Indonesia.

“Bersama Nokia dan NVIDIA, kami membangun fondasi jaringan yang terintegrasi dengan AI untuk meningkatkan kualitas konektivitas serta menghadirkan pengalaman digital yang lebih baik bagi pelanggan. Kolaborasi ini juga memperkuat kesiapan kami menghadirkan inovasi digital berikutnya,” ujarnya.

Sementara itu, President dan CEO Nokia Justin Hotard menilai evolusi jaringan telekomunikasi ke depan akan ditentukan oleh kemampuan operator menggabungkan konektivitas, kecerdasan, dan efisiensi operasional.

Menurut dia, kolaborasi tersebut akan memperluas cakupan layanan 5G sekaligus membuka peluang lahirnya berbagai layanan berbasis AI yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat maupun dunia usaha.

SVP Telecoms NVIDIA Ronnie Vasishta mengatakan, pengembangan AI-RAN memungkinkan jaringan 5G berkembang menjadi platform yang mendukung berbagai aplikasi AI. Menurut dia, integrasi AI dan jaringan telekomunikasi akan meningkatkan efisiensi sekaligus mempercepat transformasi digital di berbagai sektor.

Sebagai bagian dari proyek tersebut, Nokia akan memasang perangkat radio generasi terbaru Habrok dan Pandion, baseband Levante, sistem Centralized RAN, serta platform manajemen dan otomasi jaringan.

Perusahaan menargetkan implementasi jaringan 5G pada pita frekuensi rendah di seluruh jaringan Indosat, sementara jaringan 5G pita frekuensi menengah akan menjangkau sekitar 80 persen jaringan dalam waktu tiga setengah tahun.

Pemanfaatan otomatisasi berbasis AI dan teknologi hemat energi juga diharapkan meningkatkan efisiensi operasional jaringan sekaligus mendukung pengembangan layanan digital yang lebih berkelanjutan.(rls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *