Papua Barat

Pangdam XVIII Kasuari Minta Insan Pers Wujudkan Pemilu Damai, Jaga Netralitas

484
×

Pangdam XVIII Kasuari Minta Insan Pers Wujudkan Pemilu Damai, Jaga Netralitas

Sebarkan artikel ini
Ketua PWI Papua Barat Bustam, ST saat tandatangan Deklrasi Pemilu Damai insan pers bersama Kodam XVIIII/Kasuari Rabu (22/11/2023). FOTO: RUSTAM MADUBUM. PAPUADALAMBERITA.

PAPUADALAMBERITA.COM.MANOKWARI – Panglima Kodam XVIII/Kasuari, Mayjen TNI Ilyas Alamsyah  meminta insan pers di Manokwari wujudkan Pemilu Damai 2024 dan menjaga sikap netral.

‘’Saya mengajak seluruh insan pers (media) dan tokoh pemuda Provinsi Papua Barat mari bersama-sama wujudkan Pemilu damai tahun 2024, dengan menjaga sikap netral, dan menjunjung tinggi marwah profesi wartawan,’’  ajak Pangdam Kasuari dalam sambutannya.

Pesan Pangdam itu disampaikan melalui Kapok Sahli Pangdam XVIII/Kasuari, Brigjen TNI Juniras Lumban Toruan, SSos, Msi dihadapan Ketua PWI Papua Barat Bustam, pengurus PWI Papua Barat, pimpinan media serta jurnalis di Kodam XVIII/Kasuari Rabu (22/11/2023).

Sambutan Pangdam yang dibacakan Kapok Sahli pada acara Deklarasi Pemilu Damai Tahun 2024 bersama insan media dan tokoh Pemuda di Kodam XVIII/Kasuari.

Sambutan Kapok Sahli Pangdam XVIII/Kasuari, Brigjen TNI Juniras Lumban Toruan saat menyampaikan sambutan pada Deklarasi Pemilu Damai di KOdam XVIII/Kasuari, Rabu (22/11/2023). FOTO: RUSTAM MADUBUN.PAPUADALAMBERITA.

Ia mengatakan, profesi wartawan sebagai pilar keempat demokrasi, sangat berperan penting dalam kelangsungan dan suksesnya proses demokrasi pemilu tahun 2024.

Acara itu juga dihadiri Irdam XVIII/Kasuari, Brigjen TNI Ari Estefanus, SSos, MSc, Kapok Sahli Pangdam XVIII/Kasuari, Brigjen TNI TNI Juniras Lumban Toruan, SSos, MSi, Asrendam XVIII/Kasuari, Kolonel Inf Stefanus Satrio Ariwibowo, Aster Kasdam XVIII/Kasuari, Kolonel Inf Jimmy Rihi Tugu.

Menurut Pangdam yang disampaikan Kapokshali, tujuan diselenggarakan-nya acara ini agar insan pers dan tokoh pemuda bersama Kodam XVIII/Kasuari sinergi bersama memainkan peran vital dalam menjaga stabilitas dan keamanan selama proses Pemilu sehingga dapat mencegah upaya-upaya penyebaran hoax, ujaran kebencian serta yang berpotensi memecah belah dan mengganggu Kamtibmas.

‘’Dengan tahapan pemilu yang sudah berjalan tentu akan menciptakan polarisasi dalam masyarakat sehingga kegiatan ini sangat tepat dilaksanakan, dan tentunya akan mengikat secara moril terhadap rekan-rekan media untuk kita bersama-sama menciptakan suasana yang damai,’’ ucap Pangdam.

‘’Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa, media massa memiliki peranan penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,’’ sambung Pangdam melalui Kapok Sahli.

Ia mengatakan, media massa merupakan alat komunikasi massa mewujudkan keterbukaan informasi publik, dan sebagai sarana belajar untuk mengetahui berbagai peristiwa, serta sebagai cermin berbagai peristiwa yang terjadi di masyarakat baik bersifat nasional, regional maupun internasional.

Pembacaan deklarasi Pemilu Damai oleh Ketua PWI Papua Barat Bustam di Kodam XVIII Kasuari, Manokwari Papua Barat Rabu (22/11/2023). FOTO: RUSTAM MADUBUM. PAPUADALAMBERITA.

‘’Dengan demikian, media massa memiliki peran sebagai komunikator dan agen of change, menjadi pelopor perubahan dalam lingkungan publik yang dapat mempengaruhi khalayak melalui pesan berupa informasi, hiburan, pendidikan maupun pesan-pesan lainnya yang pengaruhnya langsung dirasakan masyarakat,’’ ucap Kapok Sahli.

‘’Sehingga dalam mengimplementasikannya hendaknya media massa mampu menyajikan informasi kepada publik secara transparan dan berimbang melalui informasi yang cepat, tepat, akurat dan dapat dipertanggung jawabkan,’’ tambahnya.

Pangdam berpesan media juga memiliki tanggung jawab besar dalam kesuksesan jalannya Pemilu.

Acara deklarasi Pemilu Damai di Kodam XVIII Kasuari, Manokwari Papua Barat Rabu (22/11/2023). FOTO: RUSTAM MADUBUM. PAPUADALAMBERITA.

‘’Media harus menyajikan informasi yang akurat dan seimbang kepada masyarakat. penyebaran informasi hoax dan berita bohong sangat berpengaruh menjadikan masyarakat sebagai partisipasi aktif, dapat menimbulkan keresahan di masyarakat,’’ pesannya.

Karena itu, media agar menyampaikan informasi sesuai kode etik serta meluruskan informasi-informasi hoax dan berita bohong, sehingga Pemilu damai 2024 terwujud,’’ titipnya.

Pada pertemuan itu dilakukan pembacaan Deklarasi Pemilu Damai oleh Ketua PWI Papua Barat Bustam yang diikuti seluruh undangan yang hadir.

Kemudian dilanjutkan dengan tandatangan kesepakatan deklarasi Pemilu Damai 2024.(tam)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *