Papua Barat

Panglima TNI Puji Gubernur Papua Barat, Minta 1.000 Tamtama, Andika Usulkan 2.000 OAP

133
×

Panglima TNI Puji Gubernur Papua Barat, Minta 1.000 Tamtama, Andika Usulkan 2.000 OAP

Sebarkan artikel ini

Gubernur Papua Barat, Kapolda Papua Barat, Panglima TNI, Pangdam XVIII Kasuari saat ditemui wartawan di Lapangan Borasi Manokwari, Kamis (23/12/2021). PAPUADALAMBERITA. FOTO: RUSTAM MADUBUN

PAPUADALAMBERITA.COM. MANOKWARI – Panglima TNI, Jenderal TNI Muhamad Andika Perkasa menaruh perhatian serius terhadap pembentuk sumber daya manusia Orang Asli Papua  melalui TNI.

Baca juga: Panglima TNI Tiba di Manokwari

Jenderal Andika tidak hanya menyetuji  usulan Gubernur Papua Barat, Drs Dominggus Mandacan MSI untuk rekrutmen 1.000 calon tamtama Otsus, tetapi mantan KSAD ini menawarkan 2.000 calon tamtama khusus orang asli Papua di tahun  2022.

Menurut Andika inisiatif gubernur yang mengusulkan 1.000 Bintara Otsus yang telah selesai pendidikan dan melakukan pemagangan di Koramil-Koramil luar Papua Barat, serta mengusulkan 1.000 lagi Tamtama Otsus adalah ide dan inisiatif cemerlang gubernur Papua Barat.

‘’Nah jadi inisiatif pak gubernur yang sangat bagus,’’ ujar Panglima TNI yang didampinggi Pangdam XVIII/Kasuari, Kapolda Papua Barat dan Gubernur Papua Barat kepada wartawan saat mengunjungi vaksinasi COVID-19 massal di Lapangan Borasi Manokwari, Kamis (23/12/2021) pagi.

‘’Untuk (rekrutmen Bintara dan Tamtama, red)  Otsus pak gubernur ini sudah datang ke Jakarta saat saya masih menjadi Kepala Staf Angkatan Darat,  kita sudah selesai dengan Bintara Otsus jumlahnya 1.000 dan itu sekarang sudah masuk satuan di Jawa  Bintara Otsus dari Papua Barat itu kita tugaskan di Koramil – Koramil di Jawa,  mulai dari Banten,  Jakarta,  Jawa Barat,  Jawa Tengah,  Jawa Timur, harapannya apa?  harapannya supaya mereka bisa tahu dimana tugas-tugas Babinsa di Koramil – Koramil,’’ ujar Andhika yang menjabat Panglima TNI sejak tanggal 17 November 2021.

Menurut Panglima TNI, penugasan Bintara Otsus yang sudah berjalan selama satu tahun di Koramil – Koramil, kemudian tahun depan diharapkan Bintara Otsus paham atas tugasnya,  karena baru selesai pendidikan berarti hanya teori, sekaranglah prakteknya, yang dibina Babinsa senior maupun komandan Koramil.

‘’Khusus calon Tamtama dari Papua Barat, saya mau menawarkan, saya bukan pemilik kewenangan untuk menambah kekuatan, kewenangan itu ada di menteri pertahanan, tetapi kita mendorong untuk melaporkan ke Menteri Pertahanan,  Papua Barat perlu tambahan yang cukup banyak,’’ kata Panglima TNI.

Lanjut Panglima, bahwa karena apa kebutuhan di Papua Barat mendesak? Karena TNI Angkatan Darat di Papua Barat kekuatannya nyata baru 35% masih jauh, dari kebutuhan TNI 100%.

Pangdam XIII Kasuari, Panglima TNI, Ny Panglima TNI, dan Ny Pangdam XVIII Kasuari saat di Kodam XVIII Kasuari, Kamis (23/12/2021). PAPUADALAMBERITA. FOTO: RUSTAM MADUBUN

‘’Yang ada sekarang baru 35% oleh karena itu memang harus ada percepatan,  tidak bisa hanya mengandalkan program rekrutmen kami, karena rutin itu sedikit, jadi inisiatif pak gubernur yang sangat bagus,’’ puji Panglima kepada Dominggus Mandacan atas idenya.

Andhika yang lulusan AKMIL 1987 menilai bukan hanya inisiatif gubernur yang bagus, tetapi anggaran ada,  yang kemudian dikeluarkan gubernur untuk membiayai pendidikan Bintara dan Tamtama Otsus.

‘’Nanti mereka (Bintara dan Tamtama Otsus, red) selesai pendidikan,  jika dilantik menjadi prajurit TNI yang membayar  (gaj, red) adalah negara.  Beliau (Gubernur Papua Barat, red) meminta untuk tahun 2022 1.000 Tamtama, Saya menawarkan, kekurangan di Papua Barat banyak, masih 65% kurangnya. Oleh karena itu saya ingin kalau bisa kita double line kalau Bintara otsus kemarin 1.000, Tamtama 2.000,’’ ujar Panglima yang disambut tepuk tangan para pejabat dan warga atas penambahan dari 1.000 menjadi 2.000 orang asli Papua Barat untuk dididik menjadi Tamtama.

Lanjut Panglima,  bahwa karena apa harus direkurt 2.000, karena kurangnya banyak sekali,  bukan soal apa,  tetapi benar-benar pertimbangan Papua Barat harus kejar ketertingglan,  seperti halnya daerah lain diluar Papua Barat,  di Provinsi Papua sudah 49%.

‘’Nah disini Papua Barat baru 35% lebih sedikit, jadi harus kita percepat minimal diatas 50%, itulah komitmen kami (TNI), selain pak gubernur mampu membiayai pendidikannya kami akan berjuang mengusulkan ke bapak menteri pertahanan untuk penambahan di Papua Barat yang sangat mendesak,’’ tegas Panglima TNI.(tam)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *