Papua Barat

Pemkab Fakfak Tutup Forum OPD: Hasil Perencanaan Harus Berdampak Nyata Bagi Kesejahteraan Masyarakat

175
×

Pemkab Fakfak Tutup Forum OPD: Hasil Perencanaan Harus Berdampak Nyata Bagi Kesejahteraan Masyarakat

Sebarkan artikel ini
Pemkab Fakfak
Asisten III Bidang Administrasi Umum Setda Fakfak, Zulfiqar W. Bauw, S.E., M.M., (Tengah) Saat Penutupan Forum OPD 2026. Kamis (02/04/2026). FOTO : ENRICO. PAPUADALAMBERITA.COM.

PAPUADALAMBERITA.COM. FAKFAK – Pemerintah Kabupaten Fakfak secara resmi menutup rangkaian Forum Organisasi Perangkat Daerah (OPD) tahun 2026 yang telah berlangsung selama dua hari.

Acara penutupan yang dilaksanakan pada Kamis, 2 April 2026 ini dipimpin oleh Asisten III Bidang Administrasi Umum Setda Fakfak, Zulfiqar W. Bauw, S.E., M.M., mewakili Bupati Fakfak yang sedang menjalankan tugas kedinasan di luar daerah.

Penutupan Forum OPD tahun 2026 dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Fakfak Tahun 2027, berlangsung di ruang rapat Bappeda dan Litbang dengan diwarnai penyerahan dokumen pokok – pokok pikiran dari Ketua Dewan Adat Mbaham Matta Apnel Hegemur dilanjutkan dengan penandatanganan berita acara dari perwakilan OPD, Lembaga Adat dan Wakil Ketua III DPRK Fakfak, Domianus Tuturop.

Dalam sambutan penutupnya, Asisten III Setda Fakfak,  Zulfiqar W. Bauw, S.E., M.M.,menyampaikan apresiasi yang mendalam atas antusiasme dan pemikiran kritis yang lahir selama forum berlangsung. Zulfiqar W Bauw menekankan bahwa forum Organisasi Peangkat Daerah (OPD) ini bukan sekadar rutinitas untuk menggugurkan kewajiban administratif atau sekadar menghasilkan dokumen di atas kertas.

Penutupan Forum OPD 2026, Yang Dihadiri Kepala OPD dan Staf Ahli Bupati dan Perwakilan Masyarakat, Kamis (02/04/2026). FOTO : ENRICO. PAPUADALAMBERITA.COM.

​”Kami berharap apa yang menjadi pikiran-pikiran bagus dan hebat ini bisa diaplikasikan dalam perencanaan pembangunan Kabupaten Fakfak menuju masyarakat yang lebih baik dari sisi kesejahteraan, penghasilan, dan seluruh sektor lainnya,” tegasnya.

​Asisten III Setda Fakfak itu, juga mengingatkan bahwa tahun 2026 merupakan tahun efisiensi bagi pemerintah daerah. Meski berada dalam kondisi “ikat pinggang” yang ketat, program pembangunan yang diusulkan harus tetap menjadi prioritas utama yang mampu mengangkat harkat dan martabat masyarakat Fakfak.

Lebih lanjut, dia juga memuji pola kolaborasi bottom-up yang telah dilakukan, mulai dari tingkat Musrenbang Kampung, Musrenbang Distrik, hingga Forum OPD ini. Hal ini dinilai sebagai langkah strategis untuk memastikan aspirasi masyarakat benar-benar terakomodasi.

​”Kolaborasi ini sungguh luar biasa. Kita melibatkan semua lapisan, bukan hanya pemerintah tapi juga masyarakat. Hasil dari forum ini selanjutnya akan dikawal menuju Musrenbang Otsus, Musrenbang Kabupaten, hingga Musrenbang tingkat nasional,” tambahnya.

​Acara penutupan ini turut dihadiri oleh Pimpinan DPR Kabupaten Fakfak, Ketua Fraksi Otsus DPRK Fakfak, Ketua Dewan Adat Mbaham Matta, para Kepala Perangkat Daerah, Kepala Distrik, serta tokoh adat dari Lembaga Masyarakat Adat dan Dewan Masyarakat Adat Fakfak. (Enrico Letsoin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *