PAPUADALAMBERITA.COM.AMBON – Pertamina Patra Niaga melalui Aviation Fuel Terminal (AFT) Pattimura bekerja sama dengan PAUD Sadar Lingkungan menggelar kegiatan CSR bertajuk Darling Recycle Creative Day di Dusun Wailawa, Negeri Laha, Kota Ambon, Jumat (30/1). Kegiatan ini difokuskan pada edukasi kepedulian lingkungan sejak usia dini melalui pendekatan kreatif dan partisipatif.
Program tersebut bertujuan menanamkan kesadaran pengelolaan lingkungan kepada anak-anak melalui praktik langsung daur ulang. Salah satu kegiatan utama adalah pembuatan karya seni ecoprint dengan memanfaatkan bahan organik dan anorganik.
Sebanyak 50 murid PAUD Sadar Lingkungan mengikuti kegiatan tersebut, didampingi 45 orang tua dan para tenaga pendidik. Peserta diperkenalkan teknik ecoprint pounding, yakni memindahkan pigmen alami dari daun dan bunga ke media kain perca atau pakaian bekas menggunakan palu kayu. Hasil karya kemudian melalui proses penguncian warna dengan larutan tawas agar lebih tahan lama.
Kepala Sekolah PAUD Sadar Lingkungan, Santi Sainyakit, mengatakan kegiatan ini merupakan bagian dari metode pembelajaran terpadu yang diterapkan sekolah.
“Darling Recycle Creative Day tidak hanya melatih kreativitas anak, tetapi juga mengasah motorik halus serta memperkuat interaksi positif antara anak dan orang tua melalui kegiatan kolaboratif,” ujarnya.
Guru PAUD Sadar Lingkungan, Nilci Angelica, menambahkan kurikulum sekolah dirancang untuk menanamkan nilai kepedulian lingkungan secara berkelanjutan.
“Kami membiasakan anak-anak memilah dan mendaur ulang sampah dalam aktivitas sehari-hari sebagai bagian dari pembentukan karakter,” katanya.
Salah satu orang tua murid, Hasni Sidik, mengapresiasi metode pembelajaran luar ruang tersebut. Menurutnya, pendekatan praktik langsung membuat anak lebih mudah memahami pentingnya menjaga lingkungan.
AFT Manager AFT Pattimura, Febri Nur Faizin, menyatakan kegiatan ini sejalan dengan komitmen perusahaan dalam mendukung pendidikan dan keberlanjutan lingkungan.
“Kami berharap program ini mendorong tumbuhnya kesadaran lingkungan sejak dini dan dapat menjadi contoh bagi institusi pendidikan lain dalam menerapkan edukasi daur ulang secara kreatif dan berkelanjutan,” ujarnya.(rls)













