fbpx
Anggota DPR-PB Dapil 5, Syamsudin Seknun,S.Sos.,S.H.,M.H. FOTO: ISTIMEWA/papuadalamberita.com PAPUADALAMBERITA.COM. JAKARTA – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Provinsi Papua Barat (DPR-PB), Syamsudin Seknun,S.Sos.,S.H.,M.H menilai bahwa Kapolres... Politis NasDem Minta Polisi Serius Sidik Kasus Pembunuhan Junaidi

Anggota DPR-PB Dapil 5, Syamsudin Seknun,S.Sos.,S.H.,M.H. FOTO: ISTIMEWA/papuadalamberita.com

PAPUADALAMBERITA.COM. JAKARTA – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Provinsi Papua Barat (DPR-PB), Syamsudin Seknun,S.Sos.,S.H.,M.H menilai bahwa Kapolres Sorong Kota bersama jajarannya di Polses Sorong Barat kecolongan dalam melakukan proses hukum kasus penganiayaan terhadap mahasiswa,Junaedi  Manuama (20) hingga tewas.

Pasalnya, setelah terjadi tindak pidana penganiayaan hingga tewasnya mahasiswa asal Babo, Kabupaten Teluk Bintuni itu, penyidik Polsek Sorong Barat sudah mengantongi identitas pelaku tetapi tidak melakukan penangkapan hingga kedua tersangka pasangan kekasih itu berhasil kabur.

“Kan dari awal pihak kepolisian sudah mengidentifikasi identitas pelaku pembunuhan itu tetapi saya lihat sepertinya tidak ada reaksi tindakan hukum sampai pelaku berhasil kabur, ini merupakan sebua kecolongan, namun kami masih percaya Polres Sorong Kota dan Polsek Sorong Barat masih mampu untuk menyelesaikan kasus ini secara cepat meskipun lambat,” kata SASE (sapaan akrab Syamsudin) kepada sejumlah awak media di salah satu caffee di bilangan Mall Kelapa Gading, Jakarta Utara, Selasa (12/11/2019) malam.

Politisi NasDem itu minta kepada pihak kepolisian supaya tegas dalam melakukan proses hukum tanpa pandang bulu, dari mana pelaku berasal tetapi aturan ditegakan karena semua orang sama di mata hukum.

Segera melakukan komunikasi intens dengan wilayah hukum Polres dimana para tersangka atau pelaku melarikan diri supaya pangkapan dan proses hukum dilanjut, jangan sampai terkatung-katung.

Kemudian kepada Kapolda Papua Barat untuk terus melakukan pengawasan secara internal terhadap penyidikan kasus penganiayaan hingga tewasnya mahasiswa di wilayah hukum Polres Sorong Kota itu.

“Saya juga mengimbau kepada keluarga korban di Babo untuk kita memberikan kepercayaan ini kepada pihak kepolisian untuk segera menindahlanjuti kasus tindak pidana ini, saya rasa pihak kepolisian punya jaringan yang cukup untuk mendapat informasi intelejensi supaya menangkap pelaku,” ujarnya.

Sementara itu Kapolsek Sorong Barat, AKP Alexander Hehalatu,S.H saat dikonfirmasi media ini, Selasa malam membenarkan bahwa dua pasangan kekasih yang diduga sebagai pelaku pembunuhan mahasiswa Junaedi  Manuama (20) berhasil kabur namun pihaknya sudah mengantongi indentitas mereka.

“Identitas pelaku sudah kami kantongi mengarah kepada sepasang kekasih. yang wanita berinisial T dan tersangka laki-laki berinisial IR. Berdasarkan hasil rekaman CCTV dilokasi kejadian, mereka diduga kuat yang melakukannya dan saat ini kami masih melakukan pengejaran,”ucap Kapolsek melalui tenpon celulernya.

Kapolsek menegaskan, pihaknya sedang berkomunikasi dengan wilayah hukum yang diduga kedua tersangka melarikan diri supaya mempercepat peanangkapan tersangka.

Sesuai data yang dihimpun bahwa diduga korban Junaidi meninggal karena dianiaya, sebab terdapat luka robek di lengan kiri dan di bahu atas, serta luka di bawah telinga kiri, diatas kepala, dada sebelah kiri, bahu kanan, dan luka tangan kanan ditubuh korban.(tam)

No comments so far.

Be first to leave comment below.

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Maaf Tidak Bisa Dicopy !!