Nasional

Polri Lanjutkan Pendampingan Psikososial Korban Ledakan SMAN 72 Jakarta Utara

152
×

Polri Lanjutkan Pendampingan Psikososial Korban Ledakan SMAN 72 Jakarta Utara

Sebarkan artikel ini

PAPAUDALAMBERITA.COM.JAKARTA – Sebagai tindak lanjut langkah cepat sejak Jumat malam (7/11), Polda Metro Jaya bersama Biro Psikologi SSDM Polri terus melanjutkan pendampingan psikososial dan bantuan awal psikologis (Psychological First Aid/PFA) bagi para korban, keluarga, serta tenaga pendidik pascaledakan di SMAN 72 Jakarta Utara.

Pendampingan ini dipimpin BJP Yohanes Ragil H.S., S.I.K., M.Hum. dari Biro Psikologi SSDM Polri, melibatkan puluhan psikolog dari Mabes Polri dan Polda Metro Jaya yang berkompeten dalam penanganan krisis psikologis dan pemulihan trauma.

Kegiatan pada Sabtu (8/11) difokuskan di tiga titik utama, yakni RS Islam Jakarta Cempaka Putih, RS YARSI Cempaka Putih, dan SMAN 72 Jakarta Utara. Tim melakukan pendampingan dengan metode Psychological First Aid, yaitu bantuan awal psikologis yang menekankan pada pemulihan emosi, rasa aman, serta pengelolaan stres pascakejadian. Di sekolah, tim psikolog juga memberikan sesi konseling kepada kepala sekolah dan guru yang terdampak secara emosional.

Berdasarkan hasil observasi lapangan:

RS Islam Jakarta Cempaka Putih: 12 korban masih dirawat (2 di ICU), 29 korban sudah dipulangkan.

RS YARSI Cempaka Putih: 13 korban masih dirawat (1 di ICU), 1 korban sudah pulang.

RS Pertamina Jaya: 1 korban masih dirawat, 6 korban sudah pulang.

Sejumlah keluarga korban menyampaikan bahwa anak-anak mereka masih membutuhkan pendampingan psikologis lanjutan setelah pulih secara medis. Sebagian lainnya mengungkapkan rasa ikhlas dan berharap kegiatan belajar di sekolah segera kembali berjalan dengan aman.

Pihak sekolah kini tengah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan DKI Jakarta mengenai izin dimulainya kembali aktivitas belajar mengajar. Sementara itu, renovasi area terdampak ledakan sedang dilakukan oleh jajaran Polres Metro Jakarta Utara dan Polsek Kelapa Gading, agar lingkungan sekolah kembali aman dan nyaman.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Budi Hermanto, S.I.K., M.Si., menegaskan bahwa pendampingan psikososial ini merupakan bagian dari komitmen Polri dalam memberikan pelayanan yang menyeluruh pascainsiden.

“Pendampingan ini akan terus dilakukan secara berkelanjutan. Kami ingin memastikan seluruh korban dan keluarga mendapatkan dukungan psikologis yang cukup, seiring dengan proses penyelidikan yang masih berjalan intensif oleh tim gabungan,” ujar Kombes Pol. Budi Hermanto.

Ia menambahkan, pendampingan psikologis akan berlanjut hingga dua minggu ke depan. Tim psikolog Polri akan memberikan layanan trauma healing di sekolah bagi seluruh siswa melalui kegiatan psikoedukasi, konseling, dan bila diperlukan psikoterapi. Langkah ini diharapkan dapat membantu pemulihan menyeluruh agar para siswa dapat kembali beraktivitas dengan tenang dan percaya diri.

Selain pendampingan psikologis, Polda Metro Jaya juga menjalin koordinasi lintas lembaga dengan pihak rumah sakit, Dinas Pendidikan, dan kementerian terkait, agar penanganan medis dan psikososial berjalan paralel serta terukur.

Polri mengimbau masyarakat tetap tenang, tidak terprovokasi, dan aktif menjaga keamanan lingkungan. Masyarakat yang menemukan aktivitas atau benda mencurigakan diminta segera melapor melalui layanan darurat 110, tanpa harus datang ke kantor polisi. Layanan digital ini memungkinkan pelaporan cepat dan aman, serta menjadi bagian penting dalam mencegah terulangnya peristiwa serupa.(rls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *