fbpx
Sabtu, 19 Oktober 2019 penyembelihan sapi, prosesi doa secara agama serta prosesi secara adat setempat mengawali pembangunan Bandara Fakfak, Jumat (18/10/2019). FOTO: papuadalamberita.com/rico letsoin.... Prosesi Agama dan Adat Awali Pembangunan Bandara Jacob Patipi di Siboru Fakfak

Sabtu, 19 Oktober 2019

penyembelihan sapi, prosesi doa secara agama serta prosesi secara adat setempat mengawali pembangunan Bandara Fakfak, Jumat (18/10/2019). FOTO: papuadalamberita.com/rico letsoin.

PAPUADALAMBERITA.COM. FAKFAK – Selain Ibadah doa dalam keyakinan umat beragama mengawali pembangunan Bandar Udara (Bandara) Jacob Patipi di Siboru Distrik Wartutin Fakfak Papua Barat, Jumat (18/10) masyarakat kampung Siboru juga mengelar Sinara (prosesi adat) dengan menyembelih dua ekor sapi, salah satu sapi disembelih di kampung Siboru sedangkan satu ekor lagi akan disembelih Sabtu (19/10) di lokasi pembangunan Bandara Jacob Patipi.

Prosesi Sinara (prosesi adat) untuk mengawali pembangunan Bandara Jacob Patipi di Siboru Distrik Wartutin, dihadiri Bupati Fakfak, Dr, Drs. Mohamad Uswanas, M.Si, Dandim 1803 Fakfak yang diwakili Kasdim, Mayor Inf Wahlin Rahman, S.Pd, Ketua Pengadilan Negeri Fakfak, Thobias Benggian, SH, Sekda Fakfak, Drs. Ali Baham Temongmere, M.TP, Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Fakfak, Charles Kambu, S.Sos, M.Si, Kadis, PUPR Fakfak, Samaun Dahlan, S.Sos, MAP dan Kadis. Perhubungan Fakfak, Heru Uswanas, yang juga Raja Fatagar, berlangsung aman.

Adareas Hombore, tokoh masyarakat Siboru, mengatakan, prosesi sinara yang berlangsung untuk mengawali pembangunan Bandara Jacob Patipi, dimaksudkan untuk meminta perlindungan dari Tuhan dan para leluhur agar pembangunan bandara baru di Siboru dapat berjalan sesuai dengan rencana.

Menurutnya, dengan diawali proses Sinara tersebut maka pembangunan bandara baru di Siboru dengan luas lahan yang telah dibebaskan Pemerintah Kabupaten Fakfak seluas 206, 6 hektar sudah dapat dilanksanakan.

Dikatakan, tanah seluas 206,6 hektar yang diperuntukan bagi pembangunan bandara baru di Siboru kini telah menjadi milik Pemerintah karena kini lahan tersebut sudah dibebaskan Pemerintah.

“Lahan Bandara ini sudah dibebaskan Pemerintah Kabupaten Fakfak dan dana pembeban tahap pertama sebesar 40 persen sudah diterima masyarakat sehingga bila ada masyarakat Siboru yang belum menerima dana pembebasan tersebut akan diselesaikan pada pembayaran tahap kedua sebesar 60 persen pada tahun 2020,” tutur tokoh masyarakat Siboru Andareas Hombore.

Doa bersama awali pembagunan Bandara Fakfak, Jumat (18/10/2019). FOTO: papuadalamberita.com/rico letsoin

Dia berharap, agar pembangunan Bandara baru di siboru tidak dihalangi masyarakat karena dengan pembangunan bandara baru tersebut akan berdampak positif bagi nasyarakat Fakfak khususnya lagi bagi masyarakat Siboru.

Sementara itu, Bupati Fakfak Dr. Drs. Mohamad Uswanas, M.Si, pada acara sinara tersebut, mengatakan, niat Pemerintah Kabupaten Fakfak untuk membangun Bandara baru di Siboru tantangannya lebih besar karena itu dia berharap agar tidak ada hambatan dalam proses pembangunan badara tersebut.

Dikatakan Bupati, pembangunan Bandara baru di Siboru harus cepat selesai agar dapat membawa perubahan yang cepat bagi Fakfak.

“Tidak ada kepentingan lain dengan adanya pembangunan Bandara baru di Siboru terkecuali berharap agar Fakfak lebih cepat berkembang,” ujarnya.(RL 07)

No comments so far.

Be first to leave comment below.

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Maaf Tidak Bisa Dicopy !!