Papua Barat

RDP DPR Ungkap Pemicu Konflik Siswa: Dari Pergaulan hingga Kurangnya Pengawasan

392
×

RDP DPR Ungkap Pemicu Konflik Siswa: Dari Pergaulan hingga Kurangnya Pengawasan

Sebarkan artikel ini
Plt Kepala Dinas Pendidikan Papua Barat, Barnabas Dowansiba (tengah), didampingi Kepala SMK Kehutanan Manokwari, Imron Muslimin, S.Pd.I., M.Pd (kiri), dan Wakil Kepala Bidang Kesiswaan SMA Taruna Kasuari Papua Barat, Saban Budi Cahyono, S.Pt., M.Pd (kanan), memberikan keterangan pers usai RDP bersama Komisi II DPR Papua Barat di Hotel Aston Manokwari, Jumat (19/9/2025).FOTO: RUSTAM MADUBUN.PAPUADALAMBERITA

PAPUADALAMBERITA.COM, MANOKWARI – Komisi II DPR Papua Barat menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Dinas Pendidikan Provinsi Papua Barat, SMA Taruna Kasuari Papua Barat, dan SMK Kehutanan Manokwari terkait konflik antarsiswa kedua sekolah tersebut.

RDP berlangsung di Hotel Aston Manokwari, Jumat (19/9/2025), dipimpin Wakil Ketua I DPR Papua Barat Petrus Makbon dihadiri Ketua Komisi II Ahmad Kuddus ST, anggota Ever Indou S.IP., MM., Amin Ngabalin S.IP., serta Fachri Tura.

Plt Kepala Dinas Pendidikan Papua Barat, Barnabas Dowansiba, menegaskan pentingnya kerja sama semua pihak untuk mencegah terulangnya benturan antarsiswa.

Plt Kepala Dinas Pendidikan Papua Barat Barnabas Dowansiba foto bersama dengan Kepala SMK Kehutanan Manokwari Imron Muslimin, S.Pd.I., M.Pd, Wakil Kepala Bidang Kesiswaan SMA Taruna Kasuari Papua Barat Saban Budi Cahyono, S.Pt., M.Pd, serta anggota Komisi II DPR Papua Barat usai Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Hotel Aston Manokwari, Jumat (19/9/2025). FOTO: RUSTAM MADUBUN.PAPUADALAMBERITA

“Harapan kami dari pertemuan ini adalah bagaimana kita bergandeng tangan mencegah hal-hal serupa tidak terjadi lagi. Jangka pendek, kami akan membuat pagar di depan SMA Taruna agar akses keluar-masuk lebih terkendali,’’ ujarnya saat ditemui wartawan seusai RDP di Hotel Aston kemarin.

Untuk jangka panjang, SMA Taruna akan dipindahkan ke Warmare di atas lahan 24 hektare, dan saat ini site plan bangunan sudah disiapkan,” jelas Barnabas.

Ia juga berpesan agar siswa dari kedua sekolah tidak mudah terprovokasi.

“Tujuan kalian sama, yakni membangun bangsa, daerah, dan keluarga. Jadi jangan melihat perbedaan nama sekolah, tapi lihat tujuan besar kita,” tegasnya.

Kepala SMK Kehutanan Manokwari, Imron Muslimin, S.Pd.I., M.Pd, menambahkan bahwa pihaknya terus mendorong siswa untuk melihat SMA Taruna sebagai mitra, bukan lawan.

“Kami selalu tekankan bahwa mereka adalah saudara dan partner kita dalam menimba ilmu. Kami juga meningkatkan fasilitas sekolah agar emosi dan energi siswa bisa tersalurkan ke hal-hal positif,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Kepala Bidang Kesiswaan SMA Taruna Kasuari Papua Barat, Saban Budi Cahyono, S.Pt., M.Pd, menyebutkan bahwa pihaknya telah mengambil langkah awal dengan menggelar kegiatan keagamaan bersama.

“Kami sudah memulai kolaborasi keagamaan tiga minggu lalu. Dalam waktu dekat, kami juga akan mengadakan makan siang bersama guru-guru kedua sekolah sebagai bagian dari upaya mempererat kebersamaan,” ungkapnya.

Menurutnya, faktor pemicu konflik sebelumnya bukan hanya soal internal siswa, tetapi juga adanya provokasi oknum siswa yang ikut memperkeruh suasana.

“Ke depan kami akan lebih intensif berkomunikasi agar masalah ini tidak berulang,” tambah Saban.

Komisi II DPR Papua Barat melalui Ketua Ahmad Kudus berharap, hasil RDP ini dapat menjadi jalan keluar yang efektif sehingga keamanan dan kenyamanan belajar siswa di Manokwari tetap terjaga.(rustam madubun)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *