PAPUADALAMBERITA.COM. FAKFAK – Kabar baik datang dari wilayah perairan Arguni. Sasi adat atau pemalangan lokasi proyek seismik yang sempat menutup akses di wilayah tersebut kini resmi dibuka oleh warga petuanan Arguni pada Selasa siang kemarin (10/03/2026).
Terbukanya akses ini menjadi momen bagi Pemerintah Kabupaten Fakfak untuk berupaya menormalisasi aktivitas ekonomi dan mobilisasi tenaga kerja menuju LNG Tangguh di Teluk Bintuni.
Sejak pemelangan wilayah seismik di perairan Arguni beberapa waktu lalu para pekerja sempat resah akibat ditutupnya akses mobilisasi melalui pelabuhan Kokas. Ratusan pekeraja yang akan ke lokasi kerja di LNG Tangguh terpaksa melalui jalur yang panjang melalui jalur transit di Sorong dan Babo untuk masuk ke lokasi Tangguh LNG.
Karena itu dengan dibukanya palang di lokasi seismik sejak kemarin (Selasa, 10/03/2026), Bupati Fakfak, Samaun Dahlan, menegaskan dengan dibukanya blokade tersebut harusnya segera diikuti dengan pengaktifan kembali pelayanan angkutan pekerja melalui pelabuhan Kokas.
Menurutnya, Kokas memiliki peran sentral sebagai pusat mobilisasi tenaga kerja serta jalur logistik utama yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat setempat.
”Kami meminta pihak LNG Tangguh untuk segera membuka kembali pelayanan dari pelabuhan Kokas untuk mengangkut para pekerja. Hal ini sangat penting agar aktivitas pengambilan ikan dan mobilisasi karyawan kembali berjalan normal seperti sedia kala,” ujar Bupati Samaun.
Selain fokus pada sektor ketenagakerjaan, Bupati juga memberikan perhatian khusus pada pemberdayaan nelayan di pesisir Distrik Arguni. Samaun Dahlan berharap Koperasi Enenem Jaya dapat segera diaktifkan kembali.
Reaktivasi koperasi ini dinilai sangat penting, agar hasil tangkapan ikan nelayan lokal memiliki wadah penampung yang tetap. Nantinya, hasil laut tersebut akan disuplai untuk memenuhi kebutuhan karyawan LNG Tangguh, yang ada di Sayengga Teluk Bintuni.
”Jika Koperasi Enenem Jaya aktif, nelayan kita di Arguni bisa langsung menjual hasil lautnya ke sana untuk kemudian disuplai ke Tangguh. Ini adalah siklus ekonomi yang harus kita jaga,” tambahnya.
Sebagai langkah konkret, Pemerintah Daerah Kabupaten Fakfak akan segera membangun komunikasi intensif dengan SKK Migas dan bp (British Petroleum) Indonesia. Koordinasi ini bertujuan untuk menindaklanjuti berita acara pembukaan palang (sasi/kera – kera) di perairan Arguni, yang telah ditandatangani kemarin (Selasa, 10/03/2026) di Kampung Taver Arguni.
Dengan adanya komunikasi ini, diharapkan seluruh operasional baik di pelabuhan Kokas maupun rantai distribusi kebutuhan ikan dari Arguni ke LNG Tangguh dapat segera berjalan demi mempercepat perputaran ekonomi di wilayah pesisir Kokas dan Arguni, pinta Samaun Dahlan, kepada awak media di rumah jabatannya. (Enrico Letsoin)













