PAPUADALAMBERITA.COM. FAKFAK – Sekda Papua Barat, Drs. Ali Baham Temongmere, M.TP, yang mewakili Gubernur Dominggus Mandacan pada peringatan HUT ke- 125 Kota Fakfak, dia menyebut Bupati Fakfak Samaun Dahlan, S.Sos., M.AP dan Wakil Bupati Fakfak Drs. Donatus Nimbitkendik, MT, sebagai pemimpin visioner.
Hal itu disampaikan Ali Baham, dalam pidatonya mewakili Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan, dalam rapat paripurna istimewa DPRK Fakfak dalam rangka memperingati HUT ke- 125 Kota Fakfak, Minggu (16/11/2025).
Menurut ABT sapaan akrabnya, Bupati Fakfak Samaun Dahlan dan Wakil Bupati Fakfak Donatus Nimbitkendik sebagai pemimpin visioner karena kepemimpinannya (Samaun Dahlan dan Donatus Nimbitkendik) yang baru 9 bulan, pertama masa jabatan mampu menghadirkan program pendidikan gratis dan kesehatan gratis dengan sistem 2 pendamping pasien diberikan makan gratis satu hari 3 kali,
Mantan Pj Gubernur Papua Barat yang sering dengan sapaan Ali Baham, itu mengatakan, program pendidikan gratis dan kesehatan gratis dengan sistem dua pendamping pasien yang menjadi program unggulan Pemda Fakfak adalah terobosan luar bisa dan harus menjadi inspirasi bagi daerah lain di Papua Barat.
“Program pendidikan gratis dan kesehatan gratis dengan sistem dua pendamping pasien adalah terobosan luar biasa oleh Bupati Samaun Dahlan dan Wakil Bupati Donatus Nimbitkendik, yang patut menjadi inspirasi bagi daerah lain di Papua Barat.,” tegas ABT dalam ruang sidang DPRK Fakfak, kemarin.
Karena itu lanjutnya, Pemerintah Provinsi Papua Barat berkomitmen mendukung sembilan program unggulan yang disiapkan Pemerintah Kabupaten Fakfak dalam RPJMD 2025–2029. Di antaranya : Peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan, memastikan layanan dasar yang merata dan berkualitas, Pembangunan infrastruktur, mempercepat konektivitas laut dan udara, terutama bandara dan jalan antar Kabupaten.
Dan pemberdayaan ekonomi kerakyatan, pertanian, perikanan, pariwisata untuk UMKM. Gubernur juga akan memberikan bantuan untuk UMKM di Fakfak, sesuai pesan Gubernur Dominggus Mandacan, semalam dalam perjalanan dari Jakarta menuju Sorong.(Enrico Letsoin)













