Presiden Republik Indonesia Ir. H. Joko Widodo Dalam Acara Penyerahan Nomor Induk Berusaha (NIB) Pelaku Usaha Mikro dan Kecil (UMK) Perseorangan Yang Berlangsung di GOR Toware Sentani, Jayapura. Rabu 31 Agustus 2021. PAPUADALAMBERITA.COM. FOTO : Istimewa.
Presiden Republik Indonesia Ir. H. Joko Widodo Didampingi Mentri Investasi/Kepala BKPM RI Bahlil Lahadalia Ketika Menyerahan 2.700 NIB Kepada Pelaku Usaha UMK Perseorangan di GOR Toware Sentani, Jayapura. Rabu 31 Agustus 2021. PAPUADALAMBERITA.COM. FOTO : Istimewa.
PAPUADALAMBERITA.COM. FAKFAK – Presiden Republik Indonesia Ir. H. Joko Widodo, menyerahkan nomor induk berusaha (NIB) kepada 2.700 pelaku usaha mikro dan kecil (UMK) di Jayapura, Rabu (31/8/2022).
Dalam penyerahan NIB kepada 2.700 pelaku UMK yang berlangsung di Gedung Olahraga (GOR) Toware Sentani Kabupaten Jayapura, Presiden RI Joko Widodo didampingi Mentri Investasi/Kepala BKPM RI, Bahlil Lahadalia.
Presiden Joko Widodo dalam penyerahan NIB yang berlangsung di GOR Toware Sentani, mengatakan, 61 persen PDP ekonomi atau perputaran ekonomi di Indonesia digerakkan oleh UMKM begtupun untuk urusan ketenaga kerjaan atas kontribusu UMKM sebesar 97 persen
“61 persen PDB (produk domestik burto) ekonomi Indonesia digerakkan oleh UMKM bahkan hampir 97 persen urusan ketenaga kerjaan itu juga atas kontribusi UMKM kita yang berjumlah kurang lebih 60 juta lebih”, tegas Joko Widodo dihadapan 2.700 pengusaha UMK.
Menurutnya, dari presentasi jumlah tersebut yang telah memiliki NIB yang telah didorong oleh Kementrian Investasi baru mencapai 1,8 juta, yang artinya yang lain belum memiliki NIB.
Oleh sebab itu kata Presiden, pengusaha UMK yang telah memiliki NIB telah beruntung memiliki NIB karena masih banyak yang belum memiliki NIB di Indonesia termasuk di Papua.
Karena itu lebih lanjut menurut Jokowi, bagi pengusaha UMK yang telah memiliki NIB saat sudah sudah menjadi pengusaha formal karena dengan memiliki NIB telah dapat mengakses permodalan kepada Bank baik Kredit Usaha Rakyat (KUR).
“Saya ingat, pertama kali berusaha saya pinjam 30 juta ke Bank tapi bunganya tidak seperti sekarang, KUR sekarang bunganya hanya 3 persen tapi itu disubsidi Pemerintah, bukan dari Bank, subdisi ini dimmaksudkan agar UMKM dapat berkembang dengan cepat,” ungkap Jokowi di GOR Toware.
Namun dia berharap, agar pengusaha UMK ketika mengajukan pinjaman ke Bank dapat berhitung dengan baik karena uang yang dipinjamkan itu adalah uang milik Bank yang harus di kembalikan.
“Yang ajukan pinjaman ke Bank harus hati – hati, harus dikalkulasi, harus dihitung yang detail, jangan salah hitung karena itu duitnya Bank yang harus dikembalikan, dicicil diangsur setiap bulannya”, harapnya.(RL 07)













