Papua Barat

Sopir Picup Tak Sadar Angkut Kontainer Berisi Jasad Istri Pejabat Pajak

379
×

Sopir Picup Tak Sadar Angkut Kontainer Berisi Jasad Istri Pejabat Pajak

Sebarkan artikel ini
Yahya Himawan alias Gamblong (kana baju orange) memperagakan kembali momen ketika Ia dibantu saksi Sopir Picup Saharuddin mengangkat kontainer plastik berisi jasad korban ke atas mobil picup dalam rekonstruksi kasus pembunuhan dan mutilasi Aresty di Manokwari, Kamis (4/12/2025).FOOTO: RUSTAM MADUBUN.PAPUADALAMBERITA

PAPUADALAMBERITA.COM.MANOWKARI-Seorang sopir mobil picup, Saharuddin, menjadi saksi kunci tanpa sengaja dalam kasus pembunuhan dan mutilasi terhadap Aresty Gunar Tinarga (38), istri seorang pejabat pegawai pajak di Manokwari.

Baca juga: Diusung Rekan Bea Cukai, Aresty Pulang ke Tanah Kelahiran dalam Duka

Aresty adalah istri dari Amri Hidayat, pegawai Bea Cukai Surabaya Jawa Timur yang sedang bertugas sebagai Kepala Seksi Penjaminan Kualitas Data (PKD) di KPP Pratama Manokwari.

Saharuddin mengantar sebuah boks kontainer plastik yang belakangan diketahui berisi jasad korban, atas permintaan tersangka Yahya Himawan alias Gamblong (39), pada siang hari tanggal 10 November 2025.

Sopir picup Saharuddin memberikan keterangan kepada wartawan saat rekonstruksi kasus pembunuhan dan mutilasi Aresty Gunar Tinarga di Reremi Puncak, Manokwari, Kamis (4/12/2025).FOTO: RUSTAM MADUBUN.PAPUADALMBERITA

Saharuddin, sopir mobil picup berwarna hitam bernomor polisi DJ 8832 GJ, mengisahkan bahwa pada Senin siang, 10 November 2025, ia sedang duduk di sebuah warung makan di Pasar Wosi. Ketika itu, mobilnya terparkir di depan Terminal Wosi.

“Tiba-tiba HP berbunyi, nomornya baru. Saya angkat, dan penelepon (mas tersangka itu) tanya apakah bisa pakai mobil. Saya bilang bisa, lalu menuju ke mobil. Dia sudah berdiri di depan mobil,” ujar Saharuddin saat ditemui wartawan dalam rekonstruksi kasus, Kamis (4/12/2025).

Baca juga: 44 Adegan Aksi Biadab Yahya Terungkap di Rekonstruksi, Adegan 19 dan 33 Bikin Merinding

Setelah bertemu, keduanya sepakat soal harga sewa mobil.

“Kami baku tawar. Saya bilang Rp200 ribu, dia bilang Rp150 ribu. Ya bolehlah, karena barang cuma satu boks,” kenangnya.

Dibawa ke Lokasi Pembunuhan Tanpa Curiga. Tersangka kemudian meminta diantar ke kontrakan korban di Reremi Puncak, lokasi pembunuhan yang dilakukan pada hari itu. Setiba di depan rumah, tersangka turun, membuka pintu, dan masuk ke dalam.

Tak lama kemudian, Yahya meminta Saharuddin membantu mengangkat sebuah kontainer plastik.

“Dia bilang tidak bisa angkat satu orang, harus dua orang. Saya bantu angkat bawa dan menaruhnya di mobil. Kami bawa ke tempat kerjanya mas itu,” jelas Saharuddin.

Tanpa mengetahui isinya, ia mengangkat kontainer yang ternyata berisi jasad Aresty yang telah dibunuh tersangka di dalam rumah tersebut.

Lokasi Kedua Ternyata TKP Mutilasi: Kontainer itu kemudian dibawa ke sebuah rumah di Jalan Acama III, Reremi Puncak, tempat tersangka bekerja sebagai tukang.

Di sinilah korban dimutilasi dan jasadnya dibuang ke dalam septic tank.

“Saya sempat tanya, ‘Mas barang apa kok berat sekali?’ Dia hanya bilang ‘bosku punya.’ Tidak ada bau atau darah di luar. Saya juga tidak masuk ke dalam rumah, hanya sampai pintu,” tutur sopir itu.

Setibanya di lokasi kedua, tersangka membuka pagar dan mempersilakan mobil masuk. Keduanya menurunkan kontainer dan menaruhnya di depan teras rumah.

“Sampai di situ saja. Saya dikasih uang Rp150 ribu, lalu saya balik ke pangkalan,” ujarnya.

Didatangi Polisi Pukul 02.00 Dini Hari: Beberapa saat kemudian, Saharuddin mengaku kaget saat rumahnya didatangi polisi sekitar pukul 02.00 dini hari.

“Polisi tanya saya taruh boks di mana. Saya bilang di salah satu rumah di Reremi Puncak. Polisi bilang ikut dulu karena ini bermasalah. Saya ikut dan tunjukkan tempat itu,” paparnya.

Ia baru mengambil kembali mobilnya di Polresta Manokwari dua minggu setelah kasus terungkap.

Selama membawa mobil, ia mengaku tidak pernah mengalami gangguan apa pun.

“Tidak ada mistik atau apa. Setelah ambil mobil, saya baca doa,” tutupnya.(rustam madubun)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *