Papua Barat

Uang Tak Layak Edar dan Uang Palsu Minim, BI Papua Barat Pastikan Kualitas Rupiah Terjaga Jelang Nataru

260
×

Uang Tak Layak Edar dan Uang Palsu Minim, BI Papua Barat Pastikan Kualitas Rupiah Terjaga Jelang Nataru

Sebarkan artikel ini
ILUSTRASI: Uang Rupiah yang diamati menggunakan kaca pembesar sebagai simbol kewaspadaan terhadap keaslian uang.FOTO: GRAFIS: PAPUADALAMBERITA.COM.

PAPUADALAMBERITA.COM.MANOKWARI– Bank Indonesia (BI) Perwakilan Provinsi Papua Barat mencatat perkembangan positif terkait kualitas uang Rupiah yang beredar di masyarakat menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua Barat, Setian, dalam siaran pers kepada wartawan, Jumat (19/12/2025), mengatakan bahwa seiring meningkatnya aktivitas transaksi ekonomi, kualitas uang Rupiah yang beredar tetap terjaga dengan baik.

Baca juga: Kebutuhan Uang Tunai Nataru 2025 di Papua Barat Capai Rp1,16 Triliun

“Jumlah Uang Tidak Layak Edar (UTLE) yang diserap Bank Indonesia di Papua Barat menjelang periode Natal dan Tahun Baru tercatat sebesar Rp1,25 miliar. Nilai ini relatif rendah,” ujar Setian.

Menurutnya, rendahnya jumlah UTLE tersebut mencerminkan meningkatnya kesadaran masyarakat dalam menjaga kondisi fisik uang Rupiah melalui penerapan perilaku Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah.

Di sisi lain, Setian mengungkapkan bahwa peredaran uang palsu di Papua Barat sepanjang tahun 2025 masih sangat terkendali. Hingga saat ini, Bank Indonesia hanya menerima dan mengklarifikasi temuan sebanyak 10 lembar uang palsu.

“Kondisi ini menunjukkan pengawasan dan kesadaran masyarakat terhadap keaslian uang Rupiah semakin baik. Namun demikian, kami tetap mengimbau masyarakat untuk terus meningkatkan kewaspadaan,” katanya.

Ia menegaskan, ketelitian dalam setiap transaksi menjadi kunci utama untuk melindungi masyarakat dari potensi kerugian, khususnya di tengah meningkatnya aktivitas ekonomi pada akhir tahun.

Dengan pasokan uang tunai yang memadai, kualitas uang Rupiah yang terjaga, serta pengawasan yang berkelanjutan, Bank Indonesia optimistis perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 di Provinsi Papua Barat dapat berlangsung dengan lancar, aman, dan kondusif.

“Hal ini diharapkan mampu mendukung kelancaran aktivitas ekonomi masyarakat selama periode libur akhir tahun,” pungkas Setian.(rustam madubun)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *