Papua Barat

Untung Tamsil Bupati Fakfak Termuda di Papua Barat Resmi di Lantik Gubernur, Ini Sekilas Profilenya

1185
×

Untung Tamsil Bupati Fakfak Termuda di Papua Barat Resmi di Lantik Gubernur, Ini Sekilas Profilenya

Sebarkan artikel ini

Bupati Fakfak Untung Tamsil, S.Sos, M.Si Bersama Istri Tercinta Ny. Siti Fatimah Bauw. FOTO : Istimewa./PAPUADALAMBERITA.COM. 

PAPUADALAMBERITA.COM. FAKFAK – Nama Untung Tamsil, S.Sos, M.Si,  mencuat setelah memang di Pilkada Fakfak Tahun 2020, nama yang sebelumnya tidak diperhitungkan dalam percaturan politik jelang Pilkada Fakfak 2020, kini akhirnya di nobatkan sebagai Bupati Fakfak di usainya yang terbilang muda dari beberapa Bupati yang berada di Papua Barat.

Anak pertama seorang pengusaha pasir di era tahun 80 ini, sejak Senin (26/4/2021) resmi dilantik sebagai Bupati Fakfak periode 2021 – 2024 oleh  Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan, bersama Bupati Kaimana dan Bupati Sorong Selatan.

Resmi dilantik sebagai Bupati Fakfak di usianya yang ke 44 tahun 3 bulan, anak pertama dari pasangan suami – istri Usman Tamsil  dan Mariam Slamat Rengen yang lahir pada tanggal 1 Januari 1977 itu merupakan Bupati termuda di Papua Barat dari 13 Bupati dan Wali Kota Yang Ada di Wilayah Provinsi Papua Barat.

“Di usai ke 44 tahun dan 3 bulan Untung Tamsil dilantik sebagai Bupati Fakfak bersama pasangan Wakil Bupati Fakfak, Yohana Dina Hindom, pensiunan ASN dengan jabatan terakhir Kepala Dinas Koperasi dan UKM Fakfak”.

Di usia yang terbilang muda, UT sapaan akrab Untung Tamsil anak sulung dari pasangan suami istri Usman Tamsil dan Mariam Slamat Rengen, mencapai puncak karier politiknya terpilih sebagai Bupati Fakfak pada Pilkada 2020 dengan menang perolehan suara sebanyak 20.271, dia menang terpaut selisih angka dengan lawannya sebanyak 825 suara.

Kalau di Papua Barat dapat dipastikan Untung Tamsil merupakan Bupati Termuda dari hasil Pilkada 2020, sedangkan untuk Indonesia, Untung Tamsil  merupakan Bupati Termuda ke 2 setelah Gibran Rakabumi Raka Wali Kota Solo yang berusia 33 tahun,  anak sulung Presiden Joko Widodo itu lahir di tanggal 1 Okrober 1987.

Untung Tamsil dan Gibran Rakabumi Raka terpaut usai 10 tahun namun keduanya lahir pada tanggal yang sama pada tanggal 1 di bulan yang berbeda yakni Untung Tamsil 1 Januari dan Gibran 1  Oktober dan tahun yang berbeda.yakni Untung pada tahun 1977 sedangkan Gibran di tahun 1987

Untung Tamsil, S.Sos, M.Si, selama menjadi ASN selalu didampingi istri tercinta Siti Fatimah Bauw, yang telah dikaruniai 9 orang anak, semasa kecilnya di Fakfak, UT sapaan akrabnya Untung Tamsil, mengenyam pendidikan di SD Inpres Wagom pada tahun dari tahun 1984 – 1989.

Lulus dari bangku SD Inpres Wagom, anak sulung dari Usman Pipos dan Mariam Slamat Rengen melanjutkan pendidikan di SPM YPK Fakfak dari tahun 1889 – 1992 dan kembali melanjutkan pendidikan tingkat SLTA di SMEA YAPIS Fakfak dari tahun 1992 hingga 1995.

Lulus SMEA Negeri Fakfak di tahun 1992, Untung Tamsil tidak melanjutkan pendidikan di Perguruan Tinggi, suami dari Siti Fatima Bauw, itu memilih mencari kerja hingga masuk PNS di Pemkab Fakfak dan sempat menduduki jabatan strategis di bawah kepemimpinan mantan Bupati Dr. Mohammad Uswanas, M.Si, hingga akhirnya undur dari PNS untuk mencalonkan diri sebagai Bupati Fakfak di Pilkada Fakfak 2020.

Dalam masa Dinasnya sebagai ASN, Untung Tamsil, barulah menyelesaikan study S1 nya di Perguruan Tinggi STIA ASY-SYAFI’IYAH Fakfak dari tahun 2000 – 2024 dan menyelesaikan program Pasca Sarjana untuk menyandang gelar M.Si, di Universitas Cenderawasih Jayapura Papua dari tahun 2010 – 2011.

Dalam meniti kariernya di Birokrasi, Untung Tamsil, Bupati Fakfak termuda di Papua Barat pernah menduduki jabatan strategis di beberapa Organisasi dan Pemerintahan yakni : 2000-2003 : Sekretaris Umum Senat Mahasiwa STIA Asy-Syafi’iyah Fakfak 2004-2005 : Ketua I Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia CabangFakfak,  2007-2008 : Ketua MABINCAB Pergerakan Mahasiswa Islam IndonesiaCabang Fakfak Fakfak, 2011-2012 : Ketua MABINCAB Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Cabang Fakfak Fakfak

Dan pada 2013-2014 : Ketua MABINCAB Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Cabang Fakfak Fakfak, 2007-2012 : Wakil Ketua Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia Fakfak, 2006- 2009 : Ketua Remaja Masjid Jami Fakfak Fakfak, 2007-2010 : Bendahara DPD KNPI Fakfak, 2011-2014 : Ketua Umum DPD KNPI Fakfak, 2007-2010 : Bendahara DPD KNPI Fakfak, 2015-2018 : Wakil Ketua Majelis Pembina Pemuda ANSOR Fakfak, 2016-2021 : Katua Umum Pengurus Cabang IKA-PMII Kabupaten Fakfak, 2017-2022 : Dewan Pembina DPC GEO MARITIM Kabupaten Fakfak, 2017-2022 : Wakil Ketua DPC GRANAT, 2015-2018 : Pengurus Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Fakfak

Selain itu di tahun 2013-2017 : Pengurus MUI Kabupaten Fakfak, 2019-2022 : Dewan Pakar Pengurus Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Fakfak, 2018-2023 : Pengurus KONI Kabupaten Fakfak, 2017-2020 : Wakil Ketua Gerakan Pramuka 3301 Fakfak, 2013-2016 : Kepala Bidang Aset DPPKAD Pemda Fakfak, 2010-2015 : Pengurus Cabang NAHDHALATUL ULAMA (NU) Cabang Fakfak, 2016-2017 : Kepala Bidang Pemuda dan Olahraga Dinas PendidikanPemuda dan Olahraga, 2017–2017 : Kepala Bidang PAUD dan PNF Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga, 2017-2019 : Plt.Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupatn Fakfak.

Dengan Pengambilan sumpah/ janji jabatan dan pelantikan Untung Tamsil dan Yohana Dina Hindom sebagai Bupati dan Wakil Bupati Fakfak periode 2021 – 2024, berdasarkan keputusan mentri dalam negeri nomor : 131.92-661.A tahun 2021 tentang perubahan kedua atas keputusan mendagri nomor : 131.92-278 tahun 2021 tanggal 25 Maret 2021, maka kini Untung dan Yohana,  maka sejak  Senin 26 April 2021, kedua pasangan pemenang Pilkada Fakfak 2020 dengan jargon “UTA_YOH” sebagai pemegang tongkat estafet pembangunan di Fakfak yang mengusng visi misi Menuju Kabupaten Fakfak “TERSENYUM”. (Terdepan, Sejahtera , Nyaman, Unggul Dan Mandiri).

Gubernur Papua Barat,  Drs Dominggus Mandacan dalam sambutannya menyebutkan kepada tiga bupati dan wakil bupat yang baru dilantik ini untuk selalu dalam tugas sebagai kepala daerah mengutamakan pemerintahan pro rakyat.

Kemudian harus melaksanakan program kerja sesuai dengan sistim informasi pemerintah daerah (SIPD) agar supaya pembangunan daerah terus maju, tepat sasaran dan masyarakat sejahtera.(RL 07)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *