Nasional

Wakil Ketua MPR: Pemilu 2024 Jadi Tonggak Mantapkan Proses Demokrasi

152
×

Wakil Ketua MPR: Pemilu 2024 Jadi Tonggak Mantapkan Proses Demokrasi

Sebarkan artikel ini

Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat. FOTO: ANTARA/HO-MPR RI.

PAPUADALAMBERITA.COM.JAKARTA Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat mengatakan bahwa Pemilu  2024 menjadi satu tonggak untuk memantapkan proses demokrasi di Indonesia.

“Mestinya pesta demokrasi 2024 menjadi satu tonggak untuk betul-betul bisa memantapkan proses demokrasi di Indonesia,” ujar Lestari atau Rerie dalam Forum Diskusi Denpasar 2012 yang dipantau secara daring melalui kanal YouTube Rerie Lestari Moerdijat, Jakarta, Rabu.

Ia berharap pesta demokrasi setiap lima tahun itu dapat memberikan pendidikan agar prinsip kesetaraan hingga keadilan melekat pada masyarakat Indonesia. Tak hanya itu, masyarakat dapat diberi ruang untuk memahami bahwa lawan politik bukanlah musuh politik.

“Saya kira ini pelajaran terpenting yang harus sama-sama kita perjuangkan,” tegasnya.

Rerie menuturkan beberapa kontestasi terakhir harus diberikan edukasi karena menghasilkan pemahaman yang salah. Ia menyebutkan banyak anggapan di mana sebuah perbedaan menandakan adanya permusuhan.

Padahal, kata dia, perbedaan itu menghasilkan oposisi bukan musuh. Hal ini perlu menjadi perhatian dalam menyiapkan Pemilu 2024.

“Saya kira ini menjadi salah satu hal yang banyak dibicarakan dengan kawan-kawan yang mungkin tidak terjun secara dalam di politik dan memiliki pemahaman berbeda,” jelas dia.

Menurutnya, demokrasi adalah sebuah proses yang harus dilakukan bersama-sama, berkelanjutan, dan bertanggung jawab dengan pencapaian yang berorientasi dalam kesejahteraan bersama. Dalam hal ini terciptanya Indonesia adil dan makmur sebagaimana diamanatkan dalam UUD 1945 dan pembukaan konstitusi.

Rerie menjelaskan bahwa demokrasi sebagai salah satu kanal perwujudan nilai-nilai kemanusiaan sekaligus perwujudan Pancasila. Adapun saat berbicara persatuan dan kesatuan, maka nilai kebangsaan menjadi moto utama.

“Pesta demokrasi bukanlah perpecahan demi kekuasaan,” pungkas Rerie.(antara)
Oleh Narda Margaretha Sinambela
Editor : Herry Soebanto

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *