Papua Barat

Wartawan Pemprov Kecewa, Tak Jadi Bertemu Gubernur

337
×

Wartawan Pemprov Kecewa, Tak Jadi Bertemu Gubernur

Sebarkan artikel ini
Amstrong Lucas, S.H, saat memberikan keterangan kepada wartawan terkait batalnya pertemuan dengan Gubernur Papua Barat, Selasa (16/9/2025). FOTO: RUSTAM MADUBUN.PAPUADALAMBERITA.COM. FOTO: RUSTAM MADUUN

PAPUADALAMBERITA.COM.MANOKWARI– Koordinator wartawan liputan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Barat, Amstrong Lucas, S.H, menyampaikan kekecewaan atas tidak jadinya pertemuan sejumlah wartawan dengan Gubernur Papua Barat, Drs. Dominggus Mandacan, M.Si, yang sedianya direncanakan pada Selasa (16/9/2025).

Amstrong menjelaskan, pertemuan itu bermula dari komunikasi singkat dengan Gubernur usai apel di Kantor Gubernur pada Senin (15/9/2025).

Saat itu ia menyampaikan bahwa wartawan sehari-hari melakukan peliputan Pemprov PApua Barat ingin audiens, dan Gubernur merespons dengan sangat baik bahkan meminta daftar nama wartawan serta menunjuk dirinya sebagai koordinator.

“Bapak Gubernur bilang hari Senin (15/9/2025) belum bisa karena ada agenda sidang paripurna DPR siang, jadi diarahkan besok, Selasa (16/9/2025). Saya ditunjuk sebagai koordinator dan diminta kirimkan nama-nama wartawan,” ujar Amstrong dalam keterangannya kepada wartawan.

Nama-nama wartawan kemudian diserahkan melalui staf Gubernur yang telah mendampingi sejak periode pertama.

Keesokan harinya, Selasa pagi, Amstrong bersama wartawan lainnya menyampaikan maksud pertemuan itu ke protokol.

Namun, protokol menjelaskan bahwa agenda Gubernur padat.

“Kami diarahkan menunggu. Sejak jam 09.00 kami sudah berada di ruang tunggu lantai 5. Bahkan sempat diminta mengisi nota tamu pertemuan, ditulis dan diserahkan, katanya sudah dimasukkan ke dalam ruangan Gubernur,” jelasnya.

Amstrong mengaku, dalam proses menunggu itu, ia juga terlebih dahulu bertemu berkomunikasi dengan Kepala Biro Administrasi Pimpinan, Helen Frinda Dewi, S.Hut., M.Si, di pintu masuk utama, lantai dasar Kantor Gubernur, serta sejumlah staf.

Sehingga Karo Adpim mengarahkan para wartawan yang didampingi salah satu stafnya ke lantai V ruangan tunggu gubernur.

Namun, setelah di lantai V penjelasan yang diterima tetap berbeda-beda.

“Hingga sore, penjelasannya berbeda-beda. Ada yang bilang Gubernur tahu, ada yang bilang belum ada agenda, bahkan terakhir salah satu staf menyebut tidak ada pertemuan dengan wartawan. Itu sangat membingungkan,” tegas Amstrong.

Setelah agenda pertemuan Gubernur dengan Ketua DPRD dan masyarakat, wartawan kembali menanyakan kepastian.

Namun, jawaban yang diterima adalah bahwa pertemuan tersebut merupakan salah persepsi.

“Mereka bilang Gubernur tidak pernah janji, hanya minta nama-nama wartawan. Lalu kami diminta pulang karena waktu sudah lewat jam 15.30,” ujarnya.

Meski sudah menunggu sejak pagi, Amstrong dan rekan-rekan tetap berharap bisa bertemu Gubernur ketika keluar dari pintu utama.

Namun, kendaraan dinas Gubernur keluar tanpa kepastian keberadaan beliau.

“Kami sangat kecewa. Kalau sejak awal disampaikan pertemuan tidak bisa dilakukan, tentu kami tidak akan menunggu seharian. Informasi yang berbeda-beda membuat kami merasa tidak dihargai,” pungkas Amstrong.

Padahal salah satu agenda yang akan disampaikan wartawan kepada gubernur dalam pertemuan tersebut adalah sulitnya informasi kegiatan gubernur yang diperoleh wartawan untuk diliput.(rustam madubun)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *