Walikota Sorong, Lambert Jitmau saat ditemui, wartawan, Senin (3/8/2020) di SwissBel Hotel Manokwari. PAPUADALAMBERITA. FOTO: rustam madubun. PAPUADALAMBERITA.COM. MANOKWARI – Situasi ipedemi COVID-19 Papua... Kota Sorong Positif COVID-19 Tinggi, Walikotanya Bilang Tak Masalah, Sembuhannya Juga Tinggi

Walikota Sorong, Lambert Jitmau saat ditemui, wartawan, Senin (3/8/2020) di SwissBel Hotel Manokwari. PAPUADALAMBERITA. FOTO: rustam madubun.

PAPUADALAMBERITA.COM. MANOKWARI – Situasi ipedemi COVID-19 Papua Barat, Kota Sorong tercatat sebagai wilayah paling tinggi jumlah orang yang positif terkonfirmasi COVID-19 di Papua Barat, kata walikotanya tidak ada masalah, lantaran Kota Sorong wilayah dengan tingkat kesembuhannya juga tertinggi di Papua Barat dan memiliki 16 dokter sepesial sebagai garda terdepan penaganan virus yang belum ditemukan vaksinnya ini.

Baca juga:  Bapak Maju Gubernur?  Walikota Sorong: Oh Tidak, Kaget Degar Kata itu

Rekapan data akumulatif per dua hari, Senin dan Selasa (3/4/8/2020) yang dirilis Satuan Tugas COVID-19 Papua Barat, dari jumlah orang yang diperiksa di Kota Sorong 1. 428 orang yang negatif 1. 215 orang, yang positif 213 orang, yang sembuh 126 orang atau 56, 15 persen, data satuan tugas ini menunjukan Kota Sorong dengan tingkat kesembuhan tertinggi di Papua Barat.

‘’Positif tinggi, angka kesembuhan juga tinggi dan bagus, berarti ada kesadaran masyarakat dan juga saya punya paramedis, saya miliki dokter 54 orang,  saya punya dokter spesialis 16 orang, inilah sebagai garda terdepan untuk menyembuhkan pasien COVID-19, luar biasa,  sangat luar biasa,’’ ujar Walikota Sorong Lambert Jitmau, Senin (3/8/2020) saat ditemyi wartawan di SwissBellHotel Manokwari.

Walikota Sorong tidak berkecil hati dengan jumlah positif tertinggi, karena menurutnya penanganan COVID-19 oleh tim medis dan Satuan Tugas COVID-19 Kota Sorong  terbilang sangat bagus.

‘’Kota Sorong penanganan cukup bagus,  dibuktikan dengan angka kesembuhan, karena Kota Sorong pergerakan penduduk boleh dikatakan Jakarta mini yang ada di tanah Papua Barat,’’ ujar walikota.

‘’Kalau hanya positif 150 atau 160 orang menurut saya angka itu kecil,  karena dilihat dari penyebaran penduduk,’’ tegas Lambert Jitmau.

Juru bicara Satuan Tugas COVID-19 Papua Barat, dokter Arnoldus Tiniap kepada wartawan dalam beberapa kesempatan juga mengatakan, jika satu wilayah dengan angka positif terkonfirmasi COVID-19 banyak menujukan wilayah tersebut penaganan COVID-19 bagus, karena tim survelence bekerja, kesadaran warga terbuka dan jujur kepada tim medis mengakui sakit atau gejala COVID-19, sehingga gugus tugasnya menemukan masalah dan bisa memecahkan masalah dalam kondisi tersebut.

Walikota Sorong (kiri depan) dan PLH Bupati Manokwari saat mengikuti pertemuan bupati dan walikota se Papua Barat bersama Gubernur Papua Barat dan Pangdam XVIII/Kasuari untuk pembahasan formasi CPNS Papua Barat, penerimaan sekolah bintara angkatan darat formasi Orang Asli Papua, Senin (3/8/2020), di SwissBelHotel manokwari. PAPUADALAMBERITA. FOTO: rustam madubun.

Ditegah pandemi COVID-19 yang makin masif di Papua Barat, sebagai kepala daerah di Kota Sorong ia telah membuka semua jalur perhubungan laut maupun udara untuk  datang dan ke Kota Sorong dengan mentaati protocol kesehatan sebagai harga mati.

‘’Semua maskapai sudah masuk Kota Sorong,  sudah normal tetapi diatur,  dari Jakarta masuk Sorong keluar ke seluruh penjuru tidak boleh dari Makassar,’’ sebut Jitmau.

Pergerakan kapal laut dari dan ke Kota Sorong juga sudah lancar terkendali, akses perhubunga laut dibuka dengan ketentuan masuk tetapi penumpang tidak boleh turun.

‘’Kapal laut masuk lancar,  tapi jangan turunkan penumpang,  masuk lancar, kesehatan Kota Sorong harus ekstra ketat,  karena pintu gerbangnya arus barang dan penumpang masuk di tanah Papua Barat, termasuk harus melalui protocol kesehatan, udara dan kapal laut Sorong aman,  Papua Barat aman,’’ ungkapnya.

Paska banjir yang sempat melanda kotanya bebera pekan lalu, menurut walikota telah diberikan bantuan dan penanganan kepada warga trdampak banjir.

‘’Namanya gempa bumi,  namanya banjir itu terjadi secara alami, yang tahu bukan wartawan apalagi walikota, hanya Tuhan yang tahu, terkait bantuan-bantuan penanganan selalu ada, orang tua selalu ada hati,’’ tambah Jitmau.(tam)

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *