Post Views: 25 Kapolda Papua Barat Irjen Pol Daniel T Monang Silitonga, SH, MA saat pemaparan di FGD Pembinaan Anak Putus Sekolah Dan Perlu... 68.000 Anak Papua Barat Tak Sekolah Kapolda Stres, Marah, Apa yang Bisa Kita Lakukan?

Kapolda Papua Barat Irjen Pol Daniel T Monang Silitonga, SH, MA saat pemaparan di FGD Pembinaan Anak Putus Sekolah Dan Perlu Perhatian Lainnya Untuk Menjadi Generasi Muda Yang Sehat Dan Cerdas di Provinsi Papua Barat di Swiss-Belhotel Manokwari, Papua Barat, Selasa (27/9/2022). PAPUADALAMBERITA.FOTO: RUSTAM MADUBUN.

PAPUADALAMBERITA.COM. MANOKWARI – Kapolda Papua Barat Irjen Pol Daniel T Monang Silitonga, SH, MA meluapkan kejengkelannya, kemarahannya, tersingung dihadapan sejumlah kepala dinas provinsi Papua Barat dan para tokoh.

Baca juga: 68.000 Anak di Papua Barat Tidak Sekolah, Dana Pendidikan Tahun 2022 Rp1,2 Triliun

Kemarahan Kapolda Papua Barat karena merasa sangat prihatin atas 68.000 anak di Papua Barat yang tidak bersekolah dan sejumlah guru yang tidak aktif dalam belajar mengajar di Papua Barat.

Sebagaimana yang disampaikan Dosen Universitas Papua Doktor, Ir Agus Riyanto Sumule pada Focus Group Discussion (FGD) dengan judul Pembinaan Anak Putus Sekolah Dan Perlu Perhatian Lainnya Untuk Menjadi Generasi Muda Yang Sehat Dan Cerdas di Provinsi Papua Barat, yang digelar Polda Papua Barat, di Swiss-Belhotel Manokwari, Papua Barat, Selasa (27/9/2022).

Kekesalan jenderal bintang dua polisi di Polda Papua Barat ini lantaran, begitu prihatin bagaimana masa depan 68.000 anak-anak di Papua Barat 10 atau 20 tahun mendatang.

‘’Apa yang disampaikan pak Agus Sumule ini saya catat,  68.000 saya kaget, Pak (Agus, red) terima kasih pak. Beberapa kali kita rapat di ruangan saya? Sudah dua kali,  sudah ada belum data ini? Sampai sekarang data ini pun kita tidak bisa kumpul,’’ ujar Kapolda dalam paparannya pada FGD.

 ‘’68.000 anak putus sekolah, kemudian 5.507 guru kurang, dan presentasi yang sangat mengejutkan 52% dari guru yang ada ini tidak aktif,  persentase yang mengejutkan 21, 28 % anak-anak itu tidak sekolah,’’ sambung Kapolda.

Lanjut Kapolda, bahwa ia telah mengunjungi ke-13 kabupaten dan dan kota saya usahakan untuk melihat kondisi yang ada, kondisi yang ada masih lebih buruk dari.

‘’Bapak-bapak dan ibu-ibu apa yang bisa kita lakukan agar Papua Barat ini maju” Kalau bapak-bapak dan ibu-ibu sudah tahu apa yang disampaikan oleh Pak Agus jangan tersinggung dengan data ini, kalau saya tersinggung,  saya malu sekali, karena apa yang bisa kita lakukan,’’ ujar Kapolda dengan nada tanya kepada peserta FGD.

‘’ketika Saya kumpulkan gereja-gereja di Sorong maupun di sini, yang saya tuntut apa yang bisa kita lakukan terhadap anak anak-anak ini,”.

Sebab anak-anak ini kita bayangkan diajar benar aja (saja, red), enggak (tidak, red) benar, apalagi tidak diajar sama sekali,  terus jadi apa dia? Jadi beban, Jadi apa dia?  Jadi masalah besar,  jadi apa dia?  jadi persoalan,’’ tegas Kapolda prihatin.

Oleh karena itu, Kapolda mengatakan, bahwa dirinya dan pejabat daerah yang telah mengetahui persoalan itu dan yang diundang panitia saat FGD ini apa yang harus dilakukan.

‘’Dirbinmas saya itu, tiap hari saya marah, kamu sudah lakukan atau belum? Tiap hari jalan, saya baca tiap hari persoalan-persoalan yang ada terbeban Saya, stress melihat kondisi itu, bayangkan sebanyak 68.000 (anak tidak sekolah, red) kapan kita bisa menyelesaikan, bapak-bapak dan ibu-ibu ini lah yang menjadi persoalan kita hari ini,’’ ungkap Kapolda.

Kapolda pun mencontohkan terkait sesorang terlibat persoalan narkoba. Karena dimana Ia tidak punya solusi lain, tidak punya jalan lain untuk menyelesaikan hidupnya dan mungkin karena tidak ada yang lain akhirnya terjerumus ke narkoba.

‘’Begitu sudah kenal narkoba jadi persoalan di rumah, Bapak-bapak dan ibu-ibu ada lembaga gereja disini? Kita juga harus malu,  Apakah pernah memikirkan yang saya maksud ini? Makanya saya kumpulkan semua hari ini, saya undang ketua DPR, ketua MRP dengar ini,’’ jelas Irjen Pol Silitonga.

FGD Pembinaan Anak Putus Sekolah Dan Perlu Perhatian Lainnya Untuk Menjadi Generasi Muda Yang Sehat Dan Cerdas di Provinsi Papua Barat di Swiss-Belhotel Manokwari, Papua Barat, Selasa (27/9/2022). PAPUADALAMBERITA.FOTO: RUSTAM MADUBUN.

‘’Kita duduk enak-enak di sini masyarakat di sana tidak sekolah. Apa yang bisa kita lakukan bapak-bapak dan ibu-ibu,’’ ungkap Kapolda bertanya yang  disambut tepuk tangan dari peserta FGD.

‘’Saya bukan orang Papua, tapi saya cinta Papua. Sejak awal saya lihat ini, bagaimana kita mau memajukan Papua, apapun tuntutan orang  Papua saya sadar benar,”.

”Oleh karena itu, Mari kita bicara hari ini blak-blakan tidak usah ada yang di simpan – simpan, bagaimana kita bisa lakukan yang terbaik untuk anak-anak Papua untuk anak-anak yang 68.000 itu, 68.000 itu jumlah besar,  Saya stres tadi dengarnya, kalau bapak dan ibu tidak tersentuh itu sudah kebangatan,’’ tegasnya.

Kapolda mengaku ia sangat tersinggung mendegar angka 68.000 itu, iapun memikirkan bagaimana semua pihak bisa menyelesaikan satu persatu persoalan besar itu.

‘’Tapi bapak-bapak jangan stres, saya bilang begitu karena masih ada jalan,  salah satu kumpul kita hari ini untuk menyelesaikan satu persatu. Oleh karena itu, bapak-bapak kita lakukan sesuatu buat anak-anak, ini tidak terlambat, terus semangat,’’ ujar orang nomor satu di Polda Papua Barat ini.(tam)

No comments so far.

Be first to leave comment below.

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Maaf Tidak Bisa Dicopy !!