Papua Barat Daya

Napak Tilas ke Aceh dan Jawa, MUI Papua Barat Daya Perkuat Jejak Sejarah dan Dakwah Islam Barat-Timur Indonesia

240
×

Napak Tilas ke Aceh dan Jawa, MUI Papua Barat Daya Perkuat Jejak Sejarah dan Dakwah Islam Barat-Timur Indonesia

Sebarkan artikel ini
Rapat pembahasan kegiatan tersebut dilaksanakan di Gedung Sekretariat MUI Papua Barat Daya, Jalan Basuki Rahmat KM 12, Kota Sorong, baru-baru ini. FOTO: HUMAS MUI PAPUA BARAT

PAPUADALAMBERITA.SORONG – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Papua Barat Daya mematangkan rencana kegiatan napak tilas sejarah perjalanan Islam ke Aceh dan Pulau Jawa sebagai langkah strategis memperkuat pemahaman sejarah Islam serta nilai dakwah damai di wilayah timur Indonesia.

Rapat pembahasan kegiatan tersebut dilaksanakan di Gedung Sekretariat MUI Papua Barat Daya, Jalan Basuki Rahmat KM 12, Kota Sorong, baru-baru ini.

Ketua MUI Papua Barat Daya, H. Ahmad Nausrau, S.Pd.I., MM, dalam siaran pers yang diterima papuadalamberita.com menegaskan bahwa meskipun kepengurusan MUI Papua Barat Daya saat ini belum sepenuhnya definitif, seluruh jajaran tetap memiliki tanggung jawab untuk menjalankan mandat organisasi.

“Sebagai pengurus MUI, kita memegang amanah sebagai khadimul ummah (pelayan umat) dan shadiqul hukumah (mitra pemerintah). Karena itu, kita harus terus meningkatkan wawasan dan pemahaman, khususnya terkait sejarah perjalanan Islam di Indonesia,” tegasnya.

Menurutnya, perjalanan Islam di Indonesia memiliki karakter yang khas dibandingkan dengan wilayah lain di dunia karena berkembang melalui pendekatan dakwah yang damai dan kultural.

“Islam di Indonesia tidak berkembang melalui penaklukan, tetapi melalui dakwah para ulama, habaib, dan para dai dengan pendekatan santun, sehingga dapat diterima luas oleh masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan, pola penyebaran Islam yang damai tersebut juga terjadi di kawasan timur Indonesia, termasuk Maluku hingga Papua, di mana Islam berkembang melalui jalur perdagangan dan interaksi sosial masyarakat.

“Di Papua, Islam hadir melalui pendekatan sosial dan perdagangan, sehingga tumbuh secara alami dan harmonis dengan budaya lokal,” tambahnya.

Melalui kegiatan napak tilas ini, MUI Papua Barat Daya berupaya menghubungkan kembali jejak sejarah Islam dari wilayah barat hingga timur Indonesia, sekaligus memperkuat nilai persatuan, moderasi beragama, dan harmoni sosial di tengah keberagaman masyarakat Papua.

Kegiatan ini direncanakan akan mencakup kunjungan ke berbagai pusat sejarah Islam di Aceh dan Pulau Jawa yang dikenal sebagai pintu gerbang masuk dan berkembangnya Islam di Nusantara.

Selain sebagai perjalanan sejarah, kegiatan ini juga diharapkan menjadi sarana refleksi untuk memperkuat peran MUI dalam membina umat serta menjaga kerukunan antarumat beragama di Papua Barat Daya.(rustam madubun)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *