Nasional

Bank Indonesia Sebut Surplus Neraca Perdagangan Menopang Ketahanan Eksternal Perekonomian Indonesia

241
×

Bank Indonesia Sebut Surplus Neraca Perdagangan Menopang Ketahanan Eksternal Perekonomian Indonesia

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Transportasi laut PT Pelni KM Labobar sebagai ‘’jembatan nusantara” menghubungkan antar pendudukan dan perekonomian Indonesia hingga ke Manokwari Papua Barat. KM Labobar saat mau merapat di Pelabuhan Yos Sudarso Manokwari. FOTO: RUSTAM MADUBUN.PAPUADALAMBERITA

PAPUADALAMBERITA.COM.JAKARTRA – Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI) Erwin Haryono dalam siran persnya kepada wartawan di Jakarta menjelaskan, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), surplus neraca perdagangan Indonesia berlanjut pada November 2023 sebesar 2,41 miliar dolar AS, meskipun lebih rendah dibandingkan dengan surplus pada Oktober 2023 sebesar 3,47 miliar dolar AS.

Namun Bank Indonesia memandang perkembangan ini positif untuk menopang ketahanan eksternal perekonomian Indonesia lebih lanjut.

Ke depan, Bank Indonesia terus memperkuat sinergi kebijakan dengan Pemerintah dan otoritas lain guna terus meningkatkan ketahanan eksternal dan mendukung pemulihan ekonomi nasional.

Surplus neraca perdagangan November 2023 bersumber terutama dari berlanjutnya surplus neraca perdagangan nonmigas. Meski lebih rendah dari capaian bulan sebelumnya, neraca perdagangan nonmigas November 2023 tetap mencatat surplus sebesar 4,62 miliar dolar AS.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia Erwin Haryono. FOTO: ANTARA/MARTHA HERLINAWATI SIMANJUNTAK.

Perkembangan tersebut sejalan dengan tetap kuatnya ekspor nonmigas yang mencapai 20,72 miliar dolar AS.

Kinerja positif ekspor nonmigas tersebut selain didukung oleh tetap kuatnya ekspor komoditas berbasis sumber daya alam seperti Crude Palm Oil (CPO), batubara, logam mulia, dan timah, juga ditopang oleh produk manufaktur mesin dan perlengkapan elektrik.

Berdasarkan negara tujuan, ekspor nonmigas ke Tiongkok, Amerika Serikat, dan India tetap menjadi kontributor utama ekspor Indonesia. Sementara itu, impor nonmigas meningkat sejalan dengan berlanjutnya perbaikan aktivitas ekonomi.

Adapun defisit neraca perdagangan migas tercatat meningkat menjadi 2,21 miliar dolar AS pada November 2023 sejalan peningkatan impor migas di tengah ekspor migas yang menurun.(rls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *