fbpx
PAPUADALAMBERITA.OCM. WASIOR, TELUK WONDAMA – Bupati Teluk Wondama, Papua Barat, Bernadus Imburi akan melakukan evaluasi menyeluruh terkait sistem penempatan petugas kesehatan di daerah pedalaman.... Bupati Teluk Wondama Evaluasi Sistem Penempatan Petugas Kesehatan di Pedalaman
ILUSTRASI. Seorang petugas Puskesmas Illu sedang memberikan pelayanan kesehatan kepada warga di pedalaman Papua. FOTO: ANTARA NEWS

PAPUADALAMBERITA.OCM. WASIOR, TELUK WONDAMA – Bupati Teluk Wondama, Papua Barat, Bernadus Imburi akan melakukan evaluasi menyeluruh terkait sistem penempatan petugas kesehatan di daerah pedalaman.

Imburi di Wasior, Rabu, menyatakan pelayanan medis di kampung Oya serta daerah terpencil lainnya di Distrik Naikere tidak akan terhenti sejak meninggalnya Mantri Patra Kevin Marinnha Jauhari.

Menurut Bupati, kematian Patra memberi pelajaran berharga bagi pemda untuk menyiapkan pola pelayanan kesehatan yang lebih baik lagi. Evaluasi dilakukan agar kejadian serupa tidak terulang.

“Sekali lagi dengan kondisi ini bukan berarti pelayanan di hentikan, pelayanan akan tetap kami laksanakan sebagai bagian dari tugas pemerintah dan negara. Tapi kami harus pikirkan cara-cara tersendiri agar kejadian seperti itu tidak terulang lagi,” kata Imburi.

Sejumlah pihak sebelumnya mengkhawatirkan kematian Mantri Patra yang terbilang tragis akan menimbulkan trauma bahkan ketakutan bagi para petugas kesehatan sehingga mereka enggan ditempatkan di wilayah terpencil seperti di Kampung Oya.

Berangkat dari itu, Bupati menyebut pembenahan yang menjadi prioritas adalah pada aspek komunikasi dan transportasi. Pada semua titik pelayanan di daerah terpencil harus tersedia alat komunikasi yang bisa berfungsi dengan baik.

Ia mengatakan juga harus ada jaminan sarana transportasi khususnya helikopter yang bisa dipakai sesuai jadwal yang telah dibuat. Termasuk dalam kondisi darurat.

“Transportasi dan komunikasi yang penting. Tapi melihat kondisi yang ada (alat) komunikasi yang didahulukan. Kalau transportasi berarti kami harus bangun jalan berarti harus tunggu puluhan tahun lagi. Jadi mungkin kami harus siapkan Base Tranciever Station (BTS) atau telepon satelit ya seperti itu kita siapkan, sehingga alat komunikasi dan transportasi itulah yang jadi tugas Pemda untuk siapkan agar meminimalisir kemungkinan jatuhnya korban,“ ungkap Imburi.

Wakil Bupati Paulus Indubri menambahkan Pemkab akan menggelar rapat khusus untuk membahas langkah-langkah pembenahan yang akan dilakukan dalam rangka memastikan layanan medis di daerah terpencil tetap berjalan.

Dia juga memerintahkan dinas kominfo agar menyiapkan sarana komunikasi yang tepat untuk dipasang di wilayah seperti di Kampung Oya dan kampung sekitarnya.

“Mau SSB (radio panggil) atau BTS atau HP satelit silahkan dipasang, yang penting ada alat komunikasi di sana. Rencanakan dari sekarang nanti perubahan (Perubahan APBD 2019) kita jawab,“ ucap Indubri.(ant)

No comments so far.

Be first to leave comment below.

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Maaf Tidak Bisa Dicopy !!