Papua

Dibuka di Nabire, Festival Media Se-Tanah Papua Dorong Jurnalisme Beretika dan Bermartabat

406
×

Dibuka di Nabire, Festival Media Se-Tanah Papua Dorong Jurnalisme Beretika dan Bermartabat

Sebarkan artikel ini
Asisten II Setda Provinsi Papua Tengah, H. Tumiran, S.Sos., M.AP, didampingi unsur Forkopimda, menabuh tifa sebagai tanda pembukaan Festival Media Se-Tanah Papua 2026 di Halaman Kantor Gubernur Papua Tengah, Nabire, Selasa (13/1/2026).FOTO: RUSTAM MADUBUN.PAPUADALAMBERITA.

PAPUADALAMBERITA.COM.NABIRE — Asisten II Setda Provinsi Papua Tengah, H. Tumiran, S.Sos., M.AP, mewakili Gubernur Papua Tengah, menegaskan bahwa media memiliki peran yang sangat strategis dalam kehidupan demokrasi dan pembangunan.

“Media bukan sekadar penyampai informasi, tetapi juga penjaga nurani publik, penyambung suara masyarakat, serta mitra kritis pemerintah dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang transparan dan bertanggung jawab,” kata Tumiran saat membuka Festival Media Se-Tanah Papua 2026 di Halaman Kantor Gubernur Papua Tengah, Nabire, Selasa (13/1/2026).

Ia mengatakan, tantangan yang dihadapi media, khususnya wartawan Papua, semakin kompleks. Wartawan bekerja di tengah keterbatasan infrastruktur, tantangan keamanan, perkembangan teknologi digital yang pesat, serta dinamika sosial dan budaya yang khas di Tanah Papua.

“Karena itu, penguatan kapasitas jurnalis Papua melalui pelatihan, diskusi, dan kolaborasi menjadi kebutuhan yang sangat mendesak,” ujarnya.

Menurut Tumiran, Festival Media Se-Tanah Papua 2026 merupakan langkah strategis karena menghadirkan berbagai rangkaian kegiatan yang berlangsung sejak 12 hingga 15 Januari 2026. Kegiatan tersebut meliputi pelatihan jurnalistik dan investigasi, keamanan digital, pemanfaatan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dalam jurnalisme, hingga diskusi tentang jurnalisme damai.

“Festival ini memberikan ruang belajar dan refleksi bagi insan pers Papua agar mampu menjawab tantangan zaman tanpa meninggalkan etika dan nilai-nilai kemanusiaan, serta menjaga keseimbangan dalam pemberitaan,” jelasnya.

Ia juga menekankan bahwa Papua merupakan tanah yang kaya akan budaya. Namun, kekayaan tersebut tidak akan dikenal luas tanpa peran media yang bekerja secara profesional, jujur, dan berimbang.

“Media memiliki tanggung jawab besar untuk menampilkan wajah Papua yang utuh, bukan hanya konflik dan masalah, tetapi juga harapan, inovasi, kreativitas, serta potensi besar masyarakatnya,” kata Tumiran.

Pemerintah Provinsi Papua Tengah, lanjutnya, berkomitmen mendukung kebebasan pers yang bertanggung jawab serta mendorong terciptanya ekosistem media yang sehat, inklusif, dan berkelanjutan.

“Kami tidak anti kritik. Justru kritik dari media merupakan bagian penting dalam memperbaiki kebijakan dan pelayanan publik,” tegasnya.

Pada kesempatan itu, Tumiran menyampaikan apresiasi kepada panitia pelaksana, Asosiasi Wartawan Papua, para jurnalis senior Papua, mitra pembangunan, serta pihak swasta yang telah mendukung terselenggaranya Festival Media Se-Tanah Papua 2026.

“Kolaborasi antara media, pemerintah, masyarakat sipil, dan dunia usaha adalah kunci untuk mewujudkan Papua yang damai dan bermartabat,” ujarnya.

Ia berharap festival ini tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi menjadi ruang lahirnya jejaring dan karya jurnalistik berkualitas yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat Papua.

“Mari kita jadikan festival ini sebagai momentum untuk memperkuat solidaritas insan pers Papua, menjaga profesionalisme, serta menempatkan nilai kemanusiaan sebagai landasan utama dalam setiap karya jurnalistik,” tutupnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Festival, Abet Abraham You, melaporkan bahwa Festival Media Se-Tanah Papua 2026 yang digelar  Asosiasi Wartawan Papua (AWP) diikuti  107 jurnalis orang asli Papua dan 32 wartawan non-Papua dari enam provinsi di Tanah Papua.

“Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, mulai Selasa hingga Kamis, 13–15 Januari 2026,” kata Abet.

Ia menjelaskan,

festival media se tanah Papua 2026 ini meliputi , pelatihan jurnalistik dan investigasi, pelatihan keamanan digital untuk media, pelatihan pemanfaatan AI untuk jurnalisme berkualitas di Papua.

Serta Talkshow peran media dalam pembangunan Papua, pameran foto dan buku, workshop media sosial fotografi dan videografi serta penganugerahan Papua jurnalis asociation award 2025, lomba karya jurnalistik artikel video dan foto. (rustam madubun)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *