Feature

Feature: Di Antara Peliputan Karhutla dan Harum Seduhan Kopi The Colony Coffee

182
×

Feature: Di Antara Peliputan Karhutla dan Harum Seduhan Kopi The Colony Coffee

Sebarkan artikel ini
Fakfak
Suasama Akhir Pekan Ditengah Peliputan Karhutla Bomberay - Tomage dan Harum Seduhan Kopi The Colony Coffee. Sabtu (29/08/2026). FOTO : Abdul Samad. PAPUADALAMBERITA.COM.

Oleh: Enrico R Letsoin, S.H., Wapimred papuadalamberita.com.

PAPUADALAMBERITA.COM, FAKFAK – Angin malam yang perlahan memeluk sudut-sudut wilayah Bomberay menandai tibanya akhir pekan. Bagi sebagian orang, malam Minggu adalah momen paling berharga untuk melepas penat setelah berhari-hari bergelut dengan rutinitas.

Di tengah hangatnya suasana malam, The Colony Coffee Bomberay hadir sebagai ruang di mana cerita, nada, dan cita rasa menyatu sempurna. Kafe ini menjadi Oase bagi tiga jurnalis, masing-masing dari papuadalamberita.com (Enrico R Letsoin), KabarsulselIndonesia.web.id (Denny Rahayaan), dan TribunNusantara.web.id (Abdul Samad Hatala) yang sedang menjalankan tugas peliputan terkait kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta dampaknya terhadap petani di Distrik Bomberay dan Tomage.

Lampu-lampu kafe yang temaram menebarkan nuansa hangat dan akrab. Dari sudut ruang, alunan musik bergenre jazz akustik dan chill beats mengalun lembut, membelai telinga para pengunjung. Gelak tawa dan obrolan hangat bersahut-sahutan, berpadu harmonis dengan aroma seduhan biji kopi yang menyeruak dari meja barista.

Di kafe ini, malam Minggu terasa lebih istimewa dengan pelbagai sajian menu andalan yang siap memanjakan lidah, terlebih kopi yang diracik langsung oleh sang barista, Sigit Bambang Setiawan, yang rela meninggalkan keramaian Kota Yogjakarta memulai usahanya di tenpat nongrong ini, sekaligus mendampingi orang tuanya di Bomberay.

Menikmati Hangatanya Kopi di Pagi Hari Bersama Owner The Colony Coffee Bomberay. Minggu (30/08/2026). FOTO : ISTIMEWA. PAPUADALAMBERITA.COM.

Bagi para penikmat olahan kopi manis, varian signature The Colony Coffee seperti Coffee Latte Brown Sugar dan Coffee Latte Regal menjadi pilihan favorit yang kerap bertengger di meja pengunjung.

Perpaduan espresso yang mantap, kelembutan susu, serta legitnya gula aren atau renyahnya biskuit Regal memberikan sensasi hangat yang pas di tengah sejuknya angin malam.

Sementara bagi yang tidak mengonsumsi kafein, varian Non-Coffee seperti Red Velvet Chocolate dan Oreo Cookies siap menjadi teman setia menikmati alunan lagu. Bagi penyuka sajian tradisional, Wedang Uwuh selalu berhasil menghangatkan tubuh sembari menikmati suasana malam yang kian larut.

Tidak lengkap rasanya menikmati alunan musik tanpa camilan pendamping. Sepiring mendoan hangat, pisang goreng, hingga singkong goreng yang renyah dipesan bergantian untuk melengkapi hangatnya kebersamaan.

“Di sini tempatnya santai sekali. Lagu-lagunya pas untuk melepas lelah, kopi signature-nya enak, dan suasana malam kafenya bikin betah berlama-lama,” ujar jurnalis TribunNusantara.web.id, Abdul Samad Hatala, yang menikmati malam Minggu bersama rekan media dari papuadalamberita.com dan KabarsulselIndonesia.web.id.

Seiring malam yang kian larut, The Colony Coffee Bomberay bukan sekadar tempat menyesap cangkir demi cangkir kopi.

Lebih dari itu, ia hadir sebagai ruang rehat yang menawarkan ketenangan, kehangatan, dan ritme musik yang menenangkan bagi para jurnalis di sela-sela tugas peliputan kami.***

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *