Papua Barat

Jaga Kestabilan Harga, Satgas Pangan Polda Papua Barat Sidak ke Pasar Sanggeng

64
×

Jaga Kestabilan Harga, Satgas Pangan Polda Papua Barat Sidak ke Pasar Sanggeng

Sebarkan artikel ini

Tim Satgas Pangan Polda Papua Barat saat melakukan inspeksi mendadak ke Pasar Sanggeng Manokwari, Rabu (21/4/2021). PAPUADALAMBERITA. FOTO: TIM SATGAS PANGAN POLDA PAPUA BARAT

PAPUADALAMBERITA.COM. MANOKWARI – Tim Satuan Tugas (Satgas Pangan) Polda Papua Barat melakukan inspeksi mendadak (Sidak) di Pasar Sanggeng Manokwari, Rabu (21/4/2021), sebelumnya operasi pangan yang lazim dilakukan menyambut hari-hari besar keagamaan ini di dilakukan di Pasar Wosi Manokwari.

Sidak Tim Satgas Pangan Ditreskrimsus Polda Papua Barat  ini untuk mengetahui secara langsung keterersediaan dan harag barang pedagang di pasar.

PS Panit 1 Sub 1 Indagsi Ditreskrimsus Polda Papua Barat juga selaku

Wakil Ketua Lapangan, Iptu Muh Jihad Fajar Balman mengatakan, Sidak ini adalah sidak yang kedua selama bulan Ramadhan 1442 Hijriah.

Sidak dikakukan secara marathon dalam rangka untuk memastikan ketersediaan bahan pokok makanan mencukupi dan sekaligus mengantisipasi terjadinya lonjakan harga menjelang lebaran.

Menurut Jihad, dari hasil Sidak yang dilakukan kali ini stok Bapok masih aman dan cukup tersedia, begitupula dengan harga Bapok masih dibatas kewajaran.

Jihad, mengakui  jika dalam Sidak itu ditemukan ada sejumlah bahan pokok mengalami kenaikan,  seperti cabe yang semula harganya sekitar Rp 40.000 perkilogram, mengalami kenaikan harga yang bervariasi, dimulai dari harga Rp 50.000 perkilogram hingga Rp 55.000 perkilogram.

Berdasarkan koordinasi yang dilakukan Tim, pedagang mengaku bahwa kenaikan harga Bapok dipengaruhi karena adanya kelangkaan barang kebutuhan tersebut yang selama ini dipasok pedagang dari luar daerah, sedangkan jumlah permintaan meningkat.

Selain kenaikkan, ditemukan juga adanya penurunan seperti misalnya ikan. Dari beberapa pedagang ikan yang didatangi, terdapat beberapa jenis ikan yang semula harganya berkisaran Rp 60.000 untuk tiga ekor ikan, sekarang menjadi enam ekor.

“Kecuali tadi ikan ekor kuning yang besar, itu naik dari Rp 60.000 ribu hingga Rp. 70.000 ribu perekor naik menjadi Rp 100.000 perekor. Ini juga mungkin karena harganya dipengaruhi karena faktor cuaca,” ucap Jihad yang sehari-hari sebagai PS Panit 1 Sub 1 Indagsi Ditreskrimsus Polda Papua Barat.

Jihad melanjutkan, sedangkan untuk harga kebutuhan lainnya seperti beras, bawang merah, bawang putih, gula pasir, ayam potong itu masih relatife stabil dan masih batas wajar.

Memang dari hasil pemantauan, beberapa kebutuhan tersebut harganya mengalami sedikit kenaikan namun kenaikan tersebut tidak signifikan dari Harga Eceren Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan.

“Kalau yang lain itu masih stabil, memang ada kenaikan tapi kenaikannya hanya kisaran Rp 1.000 sampai Rp 2.000,” kata Jihad.

Dia menegaskan, Kegiatan pengecekkan harga sembako ini akan terus dilakukan selama bulan Ramadhan. Kemudian hasil Sidak akan dikoordinasikan kepada pihak Tim Satgas Pangan lainnya yang terlibat.

Dalam waktu dekat, pihaknyan akan kembali mengunjungi beberapa pasar tradisional termasuk para distributor yang ada diwilayah Manokwari guna melakukan pemantauan langsung ketersediaan stok dan harga Bapok dilapangan menjelang lebaran.

Untuk itu, Jihad menghimbau kepada seluruh masyarakat Provinsi Papua Barat untuk tidak khawatir sebab ketersediaan bahan-bahan pokok selama bulan Ramadhan hingga Idul Fitri cukup tersedia dan harganya stabil.

Begitulula kepada para pedangang untuk tetap menjaga stabilitas harga, tidak menaikkan harga secara sepihak apalagi melakukan penimbunan. Jika ditemukan maka tentu ada konsukuensi yang akan diterima sesuai hukum yang berlaku.

“Secara umum dari laporan yang diterima diseluruh wilayah Papua Barat, stok bapok dan harga masih stabil” pungkasny.(rls/tam)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *