PAPUADALAMBERITA.COM.MANOKWARI – Nama Inspektur Jenderal Polisi (Irjen Pol). Alfred Papare tidak hanya mencerminkan perjalanan panjang seorang perwira tinggi Polri, tetapi juga menghadirkan kisah tentang dedikasi, akar sejarah, dan pengabdian yang tumbuh dari tanah Papua.
Perwira Tinggi Polri yang lahir di Serui, Kepulauan Yapen, Irian Jaya (kini Papua) 6 April 1974, Alfred tumbuh dalam lingkungan yang sarat nilai perjuangan.
Ia adalah cucu dari Pahlawan Nasional Silas Papare, sosok yang dikenal sebagai pejuang integrasi Papua ke dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Warisan nilai itulah yang seakan mengalir dalam setiap langkah kariernya.
Pada 6 April 2026, Alfred genap berusia 52 tahun.
Di usia 52 tahun, usia matang yang menandai perjalanan panjang sejak ia menamatkan pendidikan di Akademi Kepolisian (Akpol) pada 1995, kini Alfred dipercaya mengemban amanah sebagai Kapolda Papua Barat sejak Januari 2026.
Karier Alfred tidak dibangun dalam waktu singkat.
Suami dari Risetyani Tapaningtyas dikenal sebagai perwira yang matang di bidang intelijen, sebuah ranah yang menuntut ketajaman analisis, kesabaran, serta ketenangan dalam mengambil keputusan.
Pengalaman itu pula yang membentuk gaya kepemimpinannya, tenang, terukur, namun tegas.
Sebelum menjabat Kapolda Papua Barat, Alfred dipercaya sebagai Kapolda Papua Tengah sejak November 2024, dan sebelumnya menjabat Wakapolda Papua Barat.
Rangkaian jabatan tersebut memperlihatkan konsistensi kepercayaan institusi Polri terhadap kapasitasnya.
Sebagai putra asli Papua, kehadiran Alfred di pucuk kepemimpinan kepolisian di tanah kelahirannya memiliki makna tersendiri.
Ia tidak hanya membawa nama institusi, tetapi juga harapan masyarakat Papua akan hadirnya pemimpin yang memahami konteks sosial, budaya, dan dinamika lokal.
Di tengah kompleksitas tantangan keamanan di Papua, sosok Alfred hadir dengan pendekatan yang tidak semata bertumpu pada kekuatan, tetapi juga pada pemahaman, komunikasi, dan pendekatan kemanusiaan.
Sebuah kombinasi yang lahir dari pengalaman panjang sekaligus kedekatan dengan akar budaya sendiri.
Perjalanan Alfred Papare adalah potret tentang bagaimana nilai sejarah, pendidikan, dan pengalaman bertemu dalam satu titik: pengabdian.
Dari Serui, ia melangkah, membawa nama besar keluarga sekaligus menorehkan jejaknya sendiri dalam sejarah kepolisian di tanah Papua.Selamat Ulang tahun Jenderal.(rustam madubun)













