NasionalPapuaPapua BaratPapua Barat Daya

Kuliah Umum dan Kerja Sama Strategis UNCEN-Freeport Indonesia Dorong Pendidikan Inklusif di Papua

305
×

Kuliah Umum dan Kerja Sama Strategis UNCEN-Freeport Indonesia Dorong Pendidikan Inklusif di Papua

Sebarkan artikel ini
Penandatangan MoU PTFI – UNCEN oleh Presiden Direktur PTFI Tony Wenas (kedua kanan) bersama Rektor UNCEN Prof. Dr. Oscar O. Wambrauw SE., M.Sc., agr. (kedua kiri) untuk membangun kemitraan strategis bidang pendidikan dan pengajaran, penelitian diseminasi informasi dan pengabdian masyarakat di Papua. FOTO: CORPORATE COMMUNICATIONS PT FREEPORT INDONESIA

PAPUADALAMBERITA.COM.JAYAPURA  – Rektor Universitas Cenderawasih Prof. Dr. Oscar Oswald O. Wambrauw, SE, M.Sc., agr dan Presiden Direktur PT Freeport Indonesia Tony Wenas menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) untuk membangun ekosistem pendidikan yang inklusif dan berkelanjutan di Papua, bersamaan dengan Kuliah Umum oleh Presiden Direktur PTFI di Gedung Sains dan Kemitraan UNCEN di Jayapura, Rabu, 11 Maret 2026.

“Penandatanganan kerja sama ini merupakan langkah penting dalam penguatan kemitraan strategis Universitas Cenderawasih dengan PT Freeport Indonesia. Ini merupakan kelanjutan dari  perjalanan kolaborasi panjang yang telah terjalin dengan baik, termasuk momentum bersejarah serah terima Gedung Sains dan Kemitraan UNCEN pada Desember 2025 lalu,” kata Rektor  UNCEN dalam sambutannya di Auditorium Tembagapura, Gedung Sains dan Kemitraan UNCEN.

Presiden Direktur PT Freeport Indonesia Tony Wenas menyampaikan Kuliah Umum tentang Sejarah PTFI dan Operasional Pertambangan dari Hulu ke Hilir untuk Masa Depan Berkelanjutan, di Auditorium Tembagapura, Gedung Sains dan Kemitraan UNCEN Jayapura, Rabu, 11 Maret 2026.FOTO: CORPORATE COMMUNICATIONS PT FREEPORT INDONESIA

Rektor mengatakan kolaborasi antara perguruan tinggi dan industri merupakan kunci dalam menghasilkan sumber daya manusia yang unggul, adaptif, dan siap menghadapi tantangan masa depan.

Oleh karena itu, sinergi antara UNCEN dan PT Freeport Indonesia ini bukan sekedar kerjasama kelembagaan, tetapi merupakan komitmen nyata untuk membangun masa depan

Papua melalui pendidikan.

Presiden Direktur PTFI Tony Wenas dalam sambutannya mengatakan kerja sama antara perusahaan dengan universitas atau institusi pendidikan sangat penting untuk memadukan

antara supply and demand requirement.

“Freeport membutuhkan dukungan SDM yang mumpuni untuk menjalankan pertambangan, UNCEN akan mempersiapkan sesuai dengan kebutuhan tanpa harus mengorbankan kurikulum yang sudah ada atau standar nasional yang ada,” kata Tony yang telah lima kali berkunjung ke kampus UNCEN.

Ia mengatakan Freeport Indonesia dan UNCEN memiliki sejarah hubungan yang erat sekali.

Banyak kerja sama yang telah dilakukan mulai dari penelitian mengenai Singing Dog di Grasberg,  penelitian sosial antropologi, penelitian kepemilikan adat suku Amungme, dan kerja sama dalam bentuk pengajaran.

Presiden Direktur PT Freeport Indonesia Tony Wenas menyerahkan apresiasi PTFI kepada lima mahasiswa Papua berprestasi. FOTO: CORPORATE COMMUNICATIONS PT FREEPORT INDONESIA

“Dengan bangga dan senang sekali hari ini pertama, kita menandatangani MoU PTFI dengan UNCEN yang akan memayungi berbagai kerja sama kita di bidang pengembangan pendidikan, penelitian dan inovasi, peningkatan kapasitas SDM, dan program kolaboratif lainnya,” kata Tony.

Kedua, MoU antara PTFI, UNCEN dan Arizona State University untuk meningkatkan kualitas pendidikan menuju akreditasi yang lebih tinggi lagi. Dan ketiga, penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara PTFI dengan UNCEN untuk Program Praktisi Mengajar dengan kegiatan antara lain pembelajaran tematik, seminar, pelatihan, dan pendidikan karakter.

Adapun kuliah umum oleh Presdir PTFI disambut dengan antusias oleh para mahasiswa dari

berbagai program studi yang hadir di Auditorium Tembagapura, Gedung Sains dan Kemitraan UNCEN. Mahasiswa mendapatkan paparan komprehensif mengenai sejarah PTFI dan operasional pertambangan dari hulu ke hilir, wawasan tentang kebutuhan industri terhadap SDM  unggul, peluang karier bagi tenaga kerja Papua, serta kontribusi PTFI bagi pembangunan Papua dan Indonesia melalui berbagai program investasi sosial. Sesi ini juga menjadi ruang interaksi aktif antara mahasiswa dan Presiden Direktur PTFI dalam menggali wawasan praktis dunia industri.

Untuk diketahui, saat ini sebanyak 332 alumnus UNCEN bekerja sebagai tenaga kerja profesional di PTFI. Penerima manfaat beasiswa UNCEN dari Freeport berjumlah 255 orang, dan saat ini yang masih aktif sejumlah 51 mahasiswa yang kedepannya akan terus meningkat. Hal mencerminkan dampak nyata sinergi industri dan akademisi dalam membangun ekosistem pendidikan yang berkelanjutan.(rustam madubun)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *