fbpx
Juru bicara COVID-19 Gugus Tugas pemerintah Provinsi papua Barat, dr Arnold Tiniap, Kepala Dinas Kesehatan Papua Barat, Otto Parorongan dan Tim Gugus Tugas dr... Juru Bicara COVID-19:  Papua Barat Sudah Terima Baju “Astronot

Juru bicara COVID-19 Gugus Tugas pemerintah Provinsi papua Barat, dr Arnold Tiniap, Kepala Dinas Kesehatan Papua Barat, Otto Parorongan dan Tim Gugus Tugas dr Nurmawati pada jumpa pers bersama wartawan, Senin (23/3/2020) di Swiss Belhotel Manokwari. FOTO: rustam madubun/papuadalamberita.com.

PAPUADALAMBERITA.COM. MANOKWARI- Pemerintah Provinsi  Papua Barat telah menerima 30 Alat Pelindung Diri (ADP) atau pakain yang mirip dengan pakain astronot untuk penanganan pasien yang positif terkena COVID-19  .

Baca juga: Terbaru Kasus COVID-19 di Papua Barat: ODP Merata di 6 Kabupaten-Kota

Pemerintah Provinsi Papua Barat melalui departemen kesehatan provinsi siap mendistribusikan pakaiaan yang mirip dengan propertinya seorang angkasawan Astronot itu kepada rumah sakit yang membutuhkan untuk penanganan wabah COVID-19

‘’Soal pembagian alat ADP, kita (Papua Barat) mendapatkan 30 APD  yang terdiri dari helm, kacamata pakaian, sarung tangan dan sepatu, ada 30 set ,’’ jelas Juru Bicara Gugus Tugas COVID-19 pemerintah Provinsi  Papua Barat, dr Arnold Tiniap kepada wartawan, Senin (3.23/2020) sore di Satgas COVID-19, Swiss Belhotel Manokwari.

Juru bicara mengakui jika dilihat dari jumlah yang hanya 30 set jika digunakan sekali pakai bisa habis, namun sampai saaat ini Papua Barat belum menemukan kasus positive COVID-19 di Papua Barat.

‘’Sebelumnya kita sudah membagi beberapa pasang ke sejumlah rumah sakit, apabila misalnya Rumah Sakit penggunaannya tinggi dan sudah habis kami siap untuk mendistribusikan,’’ ujar dr Arnold Tiniap.

Jubir mengatakan, untuk obat-obatamn dan alat cepat pengukur COVID-19 masih dalam proses pengiriman dari Jakarta ke Papua Barat.

‘’Kalau kalau obat klorokuin sementara dalam proses pengiriman, alat deteksi cepat juga belum diterima Pemda Papua barat,’’ tambah juru bicara.(tam)

No comments so far.

Be first to leave comment below.

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Maaf Tidak Bisa Dicopy !!