fbpx
Salam “orang basodara” Kapolri dan Gubernur Papua berjabat tangan salam damai untuk Papua dan Papua Barat pada malam deklarasi Papua Tanah Damai di Jayapura,... Kapolri Sampaikan Terima Kasih Situasi Papua Barat dan Papua Relatif Baik
Salam “orang basodara” Kapolri dan Gubernur Papua berjabat tangan salam damai untuk Papua dan Papua Barat pada malam deklarasi Papua Tanah Damai di Jayapura, Kamis (5/9/2019).  FOTO: istimewa/papuadalamberita.com
Sambutan Kapolri pada Deklarasi Tanah Papua Damai, Kamis (5/9/2019) malam. FOTO: istimewa/papuadalamberita.com

PAPUADALAMBERITA.COM. JAYAPURA – Provinsi Papua dan Papua Barat bagi Kapolri Jenderal Polisi Prof. H. Muhammad Tito Karnavian, Ph.D bukan sesuatu yang asing.

“Papua bagi saya pribadi bukanlah sesuatu yang asing, hati saya sudah melekat di Papua. Saya dan istri sudah terlanjur cinta dengan Papua baik orangnya, alamnya, budayanya dan segalanya. Papua sudah dihati Kami” Jelas Tito di hadapan berbagai elemen masyarakat deklarasi Tanah Papua Damai, Kamis (5/9/2019).

Beberapa waktu lalu Papua tersentak dengan peristiwa yang terjadi baik di Surabaya, malang, Manokwari, Sorong, di Deiyai dan terakhir di Jayapura kemarin.

Baca juga: Gubernur Papua Janji Jaga NKRI dan Tidak Biarkan Konflik Kembali Terjadi

Papua adalah miniatur Indonesia. Ada semua suku di Papua, Jayapura adalah kota yang damai kota yang tenang. Insiden tanggal 29 adalah insiden yg terasa luar biasa diluar kebiasaan dan tentunya sangat kita sesalkan karena adanya kerugian adanya warga kita yang meninggal dunia dan kerusakan-kerusakan.

Kapolri mengatakan, sebetulnya demo pertama sudah berjalan dengan baik, dan gubernur telah mengimbau agar demo tidak anarkis. ‘’Bagi saya sebagai Kapolri dan Panglima TNI hadir ke Papua karena terpanggil untuk mengembalikan dan mengendalikan agar situasi keamanan di Papua dapat terkendali dan berjalan dengan baik.

Modal utama dalam membangun bukanlah hanya Sumber Daya Alam (SDA), Sumber Daya Manusia (SDM) Iya, namun jauh lebih penting yaitu sebagai modal yaitu stabilitas keamanan.

Kapolri monctohkan Afganistan SDA melimpah namun sampai saat ini stabilitas keamanan tidak terjaga dengan baik masih adanya perang saudara dan bom yang tiap hari meledak. Tanpa adanya keamanan SDA yang melimpahpun tidak ada artinya.

Contoh lain menurut Kapolri yaitu Singapura tidak memiliki SDA namun SDMnya baik dan Singapura selalu menjaga dengan baik stabilitas keamanan agar terpelihara dengan baik. Sehingga pembangunan yang ada di Singapura dapat berjalan dengan cepat.

Ia menegaskan, Kapolri dan Panglima terpanggil untuk menjaga stabilitas keamanan, percuma punya SDA dan SDM namun tidak terjaga stabilitas keamanan. ‘’Untuk itu belajar dari pengalaman-pengalaman  konflik dari negara-negara  lain konflik yang ada di negara kita seperti yang pernah terjadi konflik Ambon Poso,’’ ujar Kapolri mengingatkan.

Kapolri berdialog bersama tokoh dan cendikiawan muslimPapua S Wanggai seusai deklarasi Papua Tanah Damai, Kamis (5/9/2019) malam di Jayapura. FOTO: istimewa/papuadalamberita.com

‘’Kita tidak ingin begitu ada indikasi gangguan keamanan yang ada di Papua dan ada indikasi meluas kita harus melakukan tindakan cepat, urai Kapolri.

Salah satunya dengan menambah jumlah personil, tujuannya untuk mengendalikan situasi sehingga masyarakat merasa negara ada, suasana jaminan kemanan ada dan bagi yang akan membuat kerusuhan berfikir sambil menegakkan hukum kepada siapapun yang melanggar hukum tanpa memilih-milih.

‘’Kita ucapkan Puji Tuhan bahwa situasi baik di Papua Barat maupun Papua hingga hari ini relarif cukup baik dan cukup aman. Saya ucapkan terima kasih kepada para tokoh-tokoh etnis, tokohtokoh agama yang turut membantu menjaga stabilitas keamanan. Kalau ditanya kapan anggota-anggota BKO ini ditarik, Sampai situasi aman,’’ ujar mantan Kapolda Papua ini.

‘’Contohnya seperti di Jakarta saya mem BKO kan pasukan sebanyak 22 ribu, dan panglima TNI 15 ribu total 37 ribu. Karena kita nilai akan adanya gangguan keamanan di Jakarta,’’ sambung Kapolri.

Negara kita diciptakan oleh Tuhan dengan keberagaman suku, kebergaman agama dan itu merupakan kekayaan negara Indonesia.  “Oleh karena itu selaku pimpinan kepolisian mohon dengan kerendahan hati mari kita sama sama bangun dan kita jaga stabilitas keamanan yang ada, itu adalah modal yang penting bagi Papua untuk maju,’’ pintah Kapolri.

Semua program gubernur, walikota dan bupati tidak akan sukses tanpa adanya stabilitas keamanan. Ia harapkan kontribusi semua pihak, TNI Polri Pemda dalam semua tingkatan tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh suku suku, tokoh pemuda dan semua yang cinta rasa aman, semua yang cinta kedamaian agar menjaga stabilitas keamanan.

‘’Tanah Papua adalah tanah yang diberkati Tuhan Yang Maha Kuasa, kita akan tetap lakukan langkah-langkah Gakkum secara proporsional karena negara kita negara hukum. Bagi mahasiswa Papua dan warga Papua yang ada diluar Papua saya sampaikan kepada para Kapolda via vidcon agar dijaga dengan baik dan diberikan jaminan keamanan,’’ sambut Kapolri.

‘’Jikalau ada pembiaraan saya akan mengambil tindakan, kita sebagai budaya timur kita juga harus menyesuaikan dengan local wisdom dengan norma-norma adat setempat. Sama seperti masyarakat yang datang ke Papua juga menyesuaikan dengan adat istiadat yang ada di Papua, pun sama halnya adik adik Papua yang ada di luar Papua juga harus menyesuaikan dengan norma norma adat setempat,’’ tegas Kapolri mengingatkan.

Dengan upaya menjaga ini dapat membantu sehingga tidak akan pernah timbul masalah. Terima kasih banyak kapolri ucapkan, Ia tau sudah banyak upaya rekonsiliasi perbaikan juga rekonstruksi. Men PU PERA juga akan segera memperbaiki fasilitas umum.

“Mudah-han dengan deklrasi damai ini akan menggema di seluruh papua dan akan difollow up oleh semua unsur pemda dan melaksanakan kegiatan2 yang membawa harmonisasi sehingga stabilitas keamanan di Papua dapat terus terpelirahara dengan Baik,” tutup Kapolri.(tam)

 

No comments so far.

Be first to leave comment below.

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Maaf Tidak Bisa Dicopy !!