Papua Barat

Ketua Tim Amdal Puji Kesiapan Fakfak Sambut Investor: Masyarakat Beri Dukungan Tertulis

74
×

Ketua Tim Amdal Puji Kesiapan Fakfak Sambut Investor: Masyarakat Beri Dukungan Tertulis

Sebarkan artikel ini
Kabupaten Fakfak
Ketua Tim Penyusun Analisis Dampak Lingkungan (Amdal), Ir. Dasa Iskandar Ogo, CEIA. Jumat (24/04/2026). FOTO : ENRICO. PAPUADALAMBERITA.COM.

PAPUADALAMBERITA.COM. ​FAKFAK – Tim Teknis Komisi Penilai Amdal menggelar rapat pemeriksaan dokumen lingkungan terkait rencana investasi perkebunan kelapa sawit di Lantai 5 Ballroom Hotel Grand Papua Fakfak, Jumat (24/4). Pertemuan ini merupakan langkah penting  dalam memenuhi kewajiban perundang-undangan sebelum izin investasi diterbitkan.

​Ketua Tim Penyusun Analisis Dampak Lingkungan (Amdal), Ir. Dasa Iskandar Ogo, CEIA, yang juga Direktur CV. Wahana Waraka Resources, kepada awak media di Hotel Grand Papua, menjelaskan bahwa persetujuan lingkungan adalah “jantung” dari seluruh proses perizinan. Tanpa dokumen ini, tahapan investasi selanjutnya tidak dapat diproses.

​“Kami melakukan kajian secara komprehensif, terutama mengenai dampak yang akan ditimbulkan. Menariknya, kondisi lahan di Fakfak ini luar biasa karena investor berani masuk meski kesesuaian tanahnya masuk kategori rendah (S3),” ujar Dasa Iskandar, di hadapan awak media, Jumat (21/04/2026).

Dasa, menekankan bahwa dari sisi lingkungan, rencana investasi ini sangat aman. Berdasarkan peninjauan lapangan, lokasi yang akan dijadikan perkebunan di kawasan Bomberay dan Tomage Kabupaten Fakfak, berada di luar kawasan hutan atau berstatus Area Penggunaan Lain (APL).

​Kondisi eksisting lahan saat ini merupakan padang sabana. Menurut Dasa, transformasi lahan sabana menjadi perkebunan sawit justru memberikan nilai tambah secara ekologis dan ekonomi tanpa mengganggu kelestarian hutan.

​”Sejauh mata memandang itu padang sabana. Jika berubah menjadi kebun sawit, secara ekologis tetap terjaga dan secara sosial ekonomi masyarakat akan sangat terangkat,” tambahnya.

Lanjut dia., selain aspek lingkungan, tim Amdal juga menaruh perhatian besar pada aspek sosial dan budaya yang khas di Tanah Papua. Hal ini bertujuan agar investasi mendapatkan social insurance atau garansi sosial dari warga lokal.

​Berdasarkan hasil serap aspirasi, masyarakat sekitar memberikan dukungan mayoritas agar lahan-lahan mereka menjadi produktif melalui kehadiran investor. Dukungan tersebut bahkan telah disampaikan secara tertulis dan terdokumentasi dengan baik, ujarnya.

​Di sisi lain, proses administrasi kini dilakukan secara transparan melalui sistem informasi Amdalnet. Dasa memberikan apresiasi kepada Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan (DLHP) Kabupaten Fakfak atas kinerjanya yang gesit dan profesional.

​”Prosesnya sangat transparan melalui Amdalnet. Pihak pemrakarsa sudah submit dokumen sejak 25 Maret, sempat ada perbaikan dan langsung disubmit kembali hanya dalam tiga hari. Ini luar biasa, kinerjanya lebih cepat dari target waktu yang ditentukan,” pungkasnya.

​Hadirnya investasi ini diharapkan mampu mewujudkan target Pemerintah Daerah dalam meningkatkan lapangan kerja, pertumbuhan ekonomi, dan ujungnya adalah peningkatan kesejahteraan masyarakat Fakfak, harap Dasa Iskandar Ogo.(Enrico Letsoin)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *