Papua Barat

Mendiktisaintek Tinggalkan Kampus Polinef Fakfak Dipalang, Ini Penyebabnya

5025
×

Mendiktisaintek Tinggalkan Kampus Polinef Fakfak Dipalang, Ini Penyebabnya

Sebarkan artikel ini
Politeknik Negeri Fakfak
Suasana Pemalangan Kampus Politeknik Negeri Fakfak Yang Beralamat di Air Merah Jalan Imam Bonjol Atas, Wagom Utara, Distrik Pariwari, Fakfak - Papua Barat. Sabtu (5/7/2025). FOTO : ENRICO. PAPUADALAMBERITA.COM.

PAPUADALAMBERITA.COM. FAKFAK – Kampus Politeknik Negeri Fakfak (Polinef) sejak Jumat (4/7/2025) menjadi perhartian publik dengan hadirnya Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Tekhnologi (Mendiktisaintek), Prof. Brian Yuliarto, Ph.D.,

Lelaki kelahiran   27 Juli 1975 hadir di Polinef Fakfak guna mengikuti beberapa kegiatan yang terkait dengan peresmian bangunan baru di Kampus itu, menyerahlan Kartu Indonesia Pintar – Kuliah (KIP-K) untuk mehasiswa Polinef serta membawa kuliah umum di auditorium Polinef Fakfak.

Beberapa agenda yang dilalui berjalan dengan baik diakhir dengan Sholad Jumat di Masjid Nurul Ilmi yang berada di lingkungan Kampus Polinef. Usai melaksanakan Sholad Jumad, Menteri Brian Yuliarta dan rombongan langsung meninggalkan Polinef Fakfak menuju Bandara Siboru untuk melanjutkan penerbangan untuk melaksanakan beberapa kegiatan di Sorong Papua Barat.

Beberapa jam Brian meninggalkan Kampus Air Merah yang terjadi adalah Kampus Politeknik Negeri Fakfak dipalang beberapa warga asli Fakfak yang mengaku sebagai pemili hal ulayat.

Aksi pemalangan Kampus Polinef yang beralamat di Air Merah, Wagom Utara Distrik Pariwari, Fakfak – Papua Barat itu sebagai bentuk kekecewaan terhadap penyerahan KIP-K yang tidak ada warna keterwakilan mahasiswa asli Fakfak.

Pemalangan di Kampus Polinef dilakukan pada Jumat malam (4/7/2025) sekitar kurang lebih pukul 21.30 WIT dengan menutup tiga jalur akses masuk Kampus dengan membentarkan kayu di pintu masuk Kampus Polinef.

Sebelum pemalangan, Nani Weripih bersama dua orang keluarganya kepada media di depan auditorium Polinef, menyampaikan kekecewaan mereka atas penyerahan KIP-K dari Mendiktisaintek kepada perwakilan mahasiswa, dimana dari sekian keterwakilan mahasisa penerima KIP-K tidak ada Mahasiswa asli Fakfak.

“Kami kecewa dengan panitia karena tidak melibatkan perwakilan mahasiswa asli Fakfak untuk menerika KIP-K langsung dari Mendiktisaintek. Semua mahasiswa perwakilan penerima KIP-K dari Menteri Brian adalah mahasiswa bukan asli Fakfak,” ujar Nani Werpih

Kekecewaan ini sebagai penyebab warga pemilik hak ulayat memalang Kampus Politeknik Negeri Fakfak (Polinef) yang terletak di jalan Imam Bonjol Atas, Air-Merah Wagom Utara, Fakfak, Papua Barat.

Hingga berita ini diterbitkan, nampak terlihat pada Sabtu siang ini (5/7/2025) pemalangan masih terjadi di Kampus Polinef Fakfak bahkan terlihat beberapa warga masih berjaga di lokasi Kampus.(Enrico Letsoin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *