PAPUADALAMBERITA.COM. FAKFAK – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Republik Indonesia (RI), Bahlil Lahadalia, memastikan di tahun 2026 akan dibangun Pusat Listrik Tenaga Gas (PLTG) di Kabupaten Fakfak. Sedangkan untuk Cash on Delivery (CoD) akan dilakukan pada tahun 2027.
Pembangunan PLTG dengan kapasitas 20 Megawatt (20.000 Kilowatt) ini dimaksudkan untuk menambah pasokan kebutuhan listrik di Kabupaten Fakfak agar kedepan tidak lagi terjadi pemadam listrik di Kabupaten Fakfak, yang kini telah berusia 125 tahun.
Hal itu disampaikan Menteri Bahlil dalam agenda wawancara door stop dihadapan awak media, usai melakukan penyalaan listrik secara simbolis di rumah dua warga Fakfak dalam program penyaluran bantuan pasang baru (BPBL) gratis, Minggu (16/11/2026).
Menurut Bahlil. untuk kebutuhan gas guna mengoperasikan PLTG yang akan dibangun pada tahun 2026 nanti, akan diambil dari LNG Tangguh di Teluk Bintuni. Dengan pembangunan PLTG nanti tentunya untuk menjemput invstasi yang masuk di Fakfak – Papua Barat. Bahkan nantinya akan melayani kebutuhan listrik hingga ke kampung – kampung yang saat ini belum terlayani aliran listrik PLN.
“Pembangunan PLTG di Fakfak tentunya untuk menyiapkan infrastruktur energi yang siap menjemput investasi yang akan masuk di Fakfak. Kalau untuk pupuk (investasi pembangunan pabrik pupuk) butuh (listrik) gede (besar) 100 hingga 200 Megawatt jadi perusahaan tersebut akan bangun sendiri,” tegas Menteri Bahlil kepada wartawan dalam agenda door stop yang berlangsung di Kebun Kelapa, Kelurahan Fakfak Selatan.
Namun untuk pembangunan PLTG tersebut, Bahlil berharap agar tidak lagi dibangun di lokasi PLTD saat ini. Bahkan Balil meminta agar PLN merelokasi PLTD yang saat ini berada di Kebun Kapas.
“PLTD Kebun Kapas harus dipindahkan (relokasi) ke lokasi lain, sudah tidak layak lagi di lokasi tersebut. Masa dari saya kecil PLTD masih saja seperti dulu. PLN harus cari lokasi baru untuk PLTD tersebut,” pinta Menteri Bahlil.(Enrico Letsoin)













