Penjabat Gubernur Papua Barat Paulus Waterpauw, Rabu (12/10/2022). PAPUADALAMBERITA. FOTO: RUSTAM MADUBUN.
PAPUADALAMBERITA.COM. MANOKWARI – Penjabat Gubernur Papua Barat Komjen (Pol) (P) Drs Paulus Waterpauw, MSI mengajak semua pihak, terlebih warga Papua Barat, untuk tidak melupakan sejarah dan menghormati jasa para pendiri dan pendahulu.
Baca juga: HUT Ke-23 Pemerintah Provinsi Papua Barat, Penjabat Guebrnur Sampaikan 6 Tujuan Pembangunan
Baca juga: Waterpauw Ajak Warga Ciptakan Kenyamanan, Ingat, Ibu Kota Papua Barat di Tanah Injil
‘’Tidak terasa, hari ini (12/10/2022) pemerintahan Provinsi Papua Barat berusia 23 tahun. Sejarah perjalanannya diibaratkan kapal memulai pelayarannya, banyak melewati badai, gelombang dan hujan,’’ ujar penjabat gubernur pada peringatan HUT Ke-23 Pemerintah Provinsi Papua Barat, Rabu (12/10/2022).
Sebab, lanjut penjabat gubernur, bahwa ada hal yang jangan dilupakan oleh generasi dan semua pihak atas jasa pendahulu.
‘’Ada dua momentum hari besar kehadiran provinsi ini yang tidak boleh dilupakan oleh generasi ke genarasi,’’ pesan Paulus Waterpauw.
Dua hal yang dimaksud Paulus, adalah hari lahirnya pada tanggal 12 Oktober 1999 Berdasarkan Undang-Undang Nomor 45 Tahun 1999, dan pada tanggal 6 Februari sebagai hari aktifnya kembali Provinsi Papua Barat, berdasarkan inpres nomor 1 tahun 2003.
‘’Perlu pula kita ketahui, bahwa pada tanggal 6 Februari telah ditetapkan pula sebagai hari seni dan budaya Papua di Provinsi Papua Barat,’’ tegas jenderal polisi bintang tiga ini.
Ia mengingatkan, bahwa rentetan peristiwa bersejarah inilah jadi momentum untuk semua peringati, sekaligus merefleksikannya ke dalam hati, pikiran dan tindakan untuk terus berkarya membangun provinsi Papua Barat yang dicintai.
‘’Diusia yang ke 23 tahun, apapun yang menerpa provinsi ini, kita mampu mengatasinya, sehingga provinsi ini tetap eksis dalam perjalanan penyelenggaraan pemerintahan, pelaksanaan pembangunan mewujudkan tujuan pembangunan bertahap terus meningkat taraf hidup masyarakat disemua aspek pelayanan di provinsi ini,’’ ujar Waterpauw.
Ia mengatakan, provinsi ini lahir pada 12 Oktober 1999 dan sempat mati suri selama empat tahun, oleh karena dinamika dan suhu politik pada saat itu.
‘’Namun dengan semangat perjuangan dan pengorbanan para tokoh pendiri provinsi telah menghantar sehingga pada hari ini kita semua memperingati hari jadi yang ke-23 tahun,’’ ungkapnya.
Ia atas nama pemerintah Provinsi Paua Barat, menyampaikan terima kasih kepada para bupati dan walikota, semua mitra kerja pemerintah daerah Papua Barat atas dukungan kerjasama yang telah dan sedang dibangun untuk mewujudkan pelaksanaan pembangunan papua barat semakin maju, sekalipun dihadapkan berbagai tantangan, hambatan pembangunan baik bencana alam, bencana non alam.
‘’Kepada aparatur pemerintah yang telah diberi kepercayaan mengabdi sebagai pelayan masyarakat untuk bekerja dengan hati dan sungguh-sungguh. Meningkatkan kemampuan dan profesionalismenya, serta meningkatkan disiplin dan etos kerja yang saat ini masih dirasa kurang optimal,’’ tegas Paulus.
Paulus meingatkan untuk bekerja dengan jujur dan dengar-dengaran agar terhindar dari praktek korupsi, kolusi dan nepotisme.
‘’Kepekaan hati dan pikiran yang sehat perlu kita tanamkan dalam diri kita masing-masing. saudara-saudara, marilah kita dengan tulus bekerja dan melayani masyarakat dengan baik dan penuh rasa tanggung jawab melalui karya nyata kita,’’ ujarnya.(tam)













