fbpx
PAPUADALAMBERITA.COM. MANOKWARI – Polda Papua Barat resmi dibentuk pada 19 Desember 2014 sebgai Polda tipe B karena itu dipimpin seorang Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda)... Polda Papua Barat Bukan Polda Buangan, Polda ini Lahirkan dan Dijabat Banyak Pejabat Hebat
Dan Satga Nemangkawi Brigjen Pol Drs Harry Rudolf Nahak didampinggi dua perwira yang tergabung dalam Tim Satgas Nemangkawi, (kanan) Aris Diego Kakori dari Polda Papua Barat ketika mendarat di salah satu bandara di Papua beberapa waktu lalu. FOTO: ISTIMEWA/papuadalamberita.com

PAPUADALAMBERITA.COM. MANOKWARI – Polda Papua Barat resmi dibentuk pada 19 Desember 2014 sebgai Polda tipe B karena itu dipimpin seorang Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) berpangkat bintang satu (brigadier jenderal polisi).

Sejak Provinsi Papua Barat memiliki Polda, sudah lima kali pergantian jabatan Kapolda, pertama di jabat Brigjen Pol Paulus Water Pauw pada 19 Desember 2014 sampai 30 Juli 3015.

Sepeninggalan  PW sapaan akrab Paulus Waterpau, jabatan itu dijabat Brigjen Pol Drs Royke Lumowa. 12 Desember 2016, Kapolda ketiga Papua di jabat oleh Brigjen Pol Drs Martuani Sormin hingga 20 Juli 2017.

Kapolda keempat yang mengantikan Sorim pada 20 Juli 2017 adalah Brigjen Pol Drs Alberth Rudolf Rodja. Kemudian pada 26 April 2019, Brigjen Pol Drs Herry Rudolf Nahak mengantikan Rudolf Alberth Rodja yang memperoleh jabatan sebagai Kapolda Papua.

Brigjen Pol Drs Harry Rudlof Nahak, sebagai petahan kini merupakan Kapolda kelima di Polda Papua Barat.

Kabid Humas Polda Papua Barat dalam konferensi pers kepada wartawan Selasa (25/2019) di Polda Papua Barat mengatakan Polda Papua Barat bukan Polda “buangan” yang menerima pejabat-pejabat bermasalah dalam kasus pidana. Namun Polda ini merupakan Polda yang pejabatnya di jabat orang-orang berprestasi dan Polda ini melahirkan pejabat yang memiliki jabatan startegis di lingkungan Polri setelah menjabat di Polda Papua Barat.

“Contoh, Kapolda Maluku petahana adalah mantan Kapolda Papua Barat, Brigjen Pol Drs Royke Lumowa, Kapolda Papua petahan Brigjen Pol Drs Rudlof Alberth Rodja, mantan Kapolda Papua Barat, Irjen Pol Paulus Waterpau mantan Kapolda Sumatera Utara yang menjabat di Mabes Polri adalah mantan Kapolda Papua Barat, Irjen Pol Martuani Sormin mantan Kapolda Papua Barat yang dipercayakan sebagai orang ketiga di Mabes Polri, setelah Kapolri, Wakapolri yaitu Asops Kapoilri petahan.

Ditingkat Perwira Utama (PJU) berpangkat melati tiga dan dua yang pindah dari Polda Barat memperoleh jabatan-jabatan juga di Polda lain di Indonesia, semisal dua mantan Kabid Humas Polda Papua Barat yang telah pindah seperti AKBP Sitorus di Polda Sulawesi Uatar dan AKBP Hari Supriyon memperoleh jabatan di Mabes Polri.

Data papuadalamberita.com mencatat sejumlah pejabat yang masuk ke Polda Papua Barat adalah perwira yang memiliki pretasi di jurusan dan keahliannya, semisalnya Kapolda Papua Barat Brigjen Pol Drs Harry Rudolf Nahak MSI merupaka lulusan Akpol terbaik dengan predikat Adhi Makayasa “90  di tahun kelulusannya.

Selain itu, Rudolf Nahak bukan saja Ia pernah bergabung pada Detasmen elite kepolisian, Densus 88 bersama Kapolri petahana, namun seabrek pengalaman dalam dan luar negeri pernah Ia lalui.

Contohnya, dalam sejarah TNI-POLRI di Indonesia tercatat baru dua jenderal berpangkat Brigjen yang menembus Mapunduma Papua sebagai daerah paling rawan keamanan, yaitu Brigjen TNI (pur) Prabowo Subianto yang saat itu menjabat Danjen Kopassus dalam operasi penyelamatan sandara Mapunduma tahun 1996.

Setelah, perwira tinggi berpangkat brigjen dari pasukan elite TNI kedua menembus Mapunduma, yang kedua adalah Kapolda Papua Barat, Brigjen Pol Herry Rudlof Nahak, jabatannya saat itu pun tidak main-main, Ia ditunjuk Mabes Polri sebagai Dan Satgas Operasi Nemangkawi.

Pejabat utama di Polda Papua Barat lain yang terbilang berprestasi dan berpredikat baik, ada Wakapolda Papua Barat petahana, Kombes Pol Tatang adalah perwira hebat dari Polda Papua, para dirketur seperti Dirintel, Dir Krimsus, Dirkrimum, Dirnarkoba, DirBinmas, Dirlantas adalah perwira-perwira berprestasi dibidangnya.

Dir Lantas Polda Papua Barat, Kombes Pol Indra Darmawan Iriyanto Sik. MSc saat menjadi komandan upacara Harlah Pancasila di Gedung Pancasila Jakarta, 1 Juni 2019. FOTO: ISTIMEWA/papuadlaamberita.com

Contoh terbaru adalah Dir Lantas Polda Papua Barat, Kombes Pol Indra Darmawan Iriyanto Sik. MSc yang dipercayakan sebagai komandan upacara pada peringatan Hari Lahir (Harla) Pancasila 1 Juni 2019 di Jakarta yang Irupnya adalah Presiden RI Joko Widodo.

Dilevel dua melati, yang terekam dalam data papuadalamberita.com tergolong perwira berprestasi dan pernah menjabat jabatan utama di Polres Polres adalah Kabid Humas Polda Papua Barat, AKBP Mathias Krey, mantan Kapolres Wondama, Wakapolres Bintuni, Dir Pam Obivit AKBP Moch Rudy Prasetyo pernah menjabat jabatan Wakapolres Sorong.

Satu Perwira terbaik yang dimiliki Polda Papua Barat berpangkat AKP kemudian terpilih masuk tim Satgas bersandikan yang bersandikan Nemangkawi dipimpin Brigjen Pol Harry Rudolf Nahak saat itu adalah Aris Diego Kakori.

Prestasi tertib administrasi dan keuangan Polda Papua Barat yang pernah diberitakan papuadalamberita.com ditoreh Karo Rena adalah dari 380 Satuan Kerja (Satker) di Papua Barat, Kepolisian Daerah Papua Barat, Satker Biro Perencanaan (Biro Rena) meraih penghargaan terbaik di awal tahun 2019, yaitu peringkat pertama IKPA Triwulan IV tahun 2018.

KARO Rena Polda Papua Barat, AKBP Eko Suprihanto, SH, Sik, MH (pertama dari kiri) saat menerima penghargaan sebagai Satker terbaik pertama di Papua Barat dari Kanwil Ditjen Perbendaharaan Papua Barat pada Selasa (29/1/2019)/. FOTO: BID HUMAS POLDA PAPUA BARAT.papuadalamberita.com

Pengharagaan itu diserahkan langsung Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Papua Barat,  Arif Wibawa yang diterima oleh Karorena Polda Papua Barat, AKBP (kini telah berpangkat Kombes) Eko Suprihanto, SH, Sik, MH, Selasa (29/1) di Manokwari.

Dengan pengharagaan tersebut membuktikan bahwa upaya Biro Rena dalam penyerapan anggaran di Polda Papua Barat berjalan baik, yaitu secara rutin melakukan koordinasi terkait pengoptimalan penyerapan anggaran.

Prestasi telah ditorehkan Birorena Polda Papua Barat dengan meraih peringkat pertama dalam IKPA (Indikator Kinerja Pelaksanaan Anggaran) pada periode triwulan IV tahun 2018. Dari 12 indikator penilaian dalam IKPA.(tam)

No comments so far.

Be first to leave comment below.

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Maaf Tidak Bisa Dicopy !!